Internasional

Menlu AS Sebut Proposal Damai Hormuz Sudah Solid, Tunggu Respons Iran

0
×

Menlu AS Sebut Proposal Damai Hormuz Sudah Solid, Tunggu Respons Iran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Menlu AS: Proposal Damai Hormuz Sudah Solid, Tunggu Respons Iran - Global

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan bahwa proposal terkait pembukaan kembali Selat Hormuz oleh pihak Iran serta kesiapan untuk masuk ke dalam negosiasi nuklir yang nyata dan berbatas waktu kini sudah berada pada tahap yang “cukup solid”. Menurut dia, langkah berikutnya tinggal menunggu respons dari Teheran untuk melihat apakah proses itu bisa bergerak ke arah yang diharapkan.

Dalam keterangan yang dikutip dari Al Jazeera, Rubio menegaskan bahwa proposal tersebut tidak hanya dibicarakan dalam konteks bilateral, tetapi juga mendapat perhatian luas di kawasan maupun di tingkat global. Ia menyebut banyak pihak memahami bahwa langkah itu memiliki dasar yang kuat dan layak ditempuh demi kepentingan dunia.

“Dan harapannya, kita bisa mewujudkan hal tersebut. Langkah ini mendapat banyak dukungan di kawasan Teluk dan juga secara global. Setiap negara yang telah kami ajak berdiskusi memahami bahwa proposal ini tidak hanya sangat masuk akal, tetapi juga merupakan hal yang benar untuk dilakukan demi dunia,” ujar Rubio.

Rubio berbicara kepada awak media di sela-sela kunjungannya ke India pada Senin (25/5). Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa Presiden Donald Trump tidak berada dalam posisi terburu-buru untuk mencapai kesepakatan apa pun.

“Presiden tidak akan membuat kesepakatan yang buruk, jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi nanti. Kami akan memberikan setiap kesempatan bagi diplomasi untuk berhasil sebelum kami menjajaki opsi-opsi alternatif lainnya,” lanjutnya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington masih menempatkan jalur diplomasi sebagai pilihan utama. Namun, Rubio juga memberi sinyal bahwa proses tersebut tidak akan dipaksakan jika belum ada jawaban yang jelas dari Iran.

Ketika ditanya mengenai apa yang menjadi kendala atau hambatan dalam mencapai kesepakatan saat ini, Rubio menjelaskan bahwa semuanya kini bergantung pada jawaban dari pihak Teheran. Dengan kata lain, arah pembicaraan selanjutnya sangat ditentukan oleh respons Iran atas proposal yang sudah diajukan.

Di sisi lain, penekanan Rubio soal dukungan dari kawasan Teluk dan secara global menunjukkan bahwa proposal itu diposisikan sebagai langkah yang dianggap realistis oleh banyak pihak yang telah diajak berdiskusi. Meski begitu, hingga saat ini belum ada kepastian apakah Iran akan memberi tanggapan yang membuka jalan menuju pembicaraan lebih jauh.

Selat Hormuz sendiri kembali menjadi sorotan dalam pembicaraan diplomatik karena posisinya yang strategis dalam isu kawasan. Dalam konteks yang disampaikan Rubio, pembukaan kembali jalur itu dikaitkan langsung dengan kesiapan untuk memulai negosiasi nuklir yang nyata, terarah, dan memiliki batas waktu.

Dengan situasi seperti itu, pernyataan Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat masih menunggu apakah Iran akan mengambil langkah yang dianggap bisa menghidupkan kembali proses diplomasi. Hingga saat ini, proposal tersebut disebut sudah siap, tetapi kelanjutannya tetap bergantung pada respons dari Teheran.

Dalam kerangka itu, pernyataan Rubio dapat dibaca sebagai upaya menjaga ruang komunikasi tetap terbuka tanpa memberi kesan bahwa Washington akan menerima kompromi yang dianggap tidak seimbang. Ia menempatkan diplomasi sebagai jalur yang masih diutamakan, tetapi pada saat yang sama menegaskan bahwa kesabaran itu ada batasnya jika pihak Iran tidak memberikan sinyal yang memadai. Sikap ini menunjukkan bahwa proses yang sedang berlangsung belum masuk ke tahap kepastian, melainkan masih berada pada fase menunggu arah balasan dari Teheran.

Karena itu, perhatian kini tertuju pada apakah proposal yang disebut “cukup solid” tadi benar-benar akan ditanggapi secara positif atau justru dibiarkan tanpa perkembangan berarti. Selama belum ada jawaban yang jelas, pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan negosiasi nuklir hanya akan tetap berada pada level wacana diplomatik yang menuntut kehati-hatian. Rubio sendiri tampak ingin menegaskan bahwa keputusan akhir belum diambil, namun peluang untuk mencapai kesepahaman masih dipertahankan selama Iran bersedia merespons secara konkret.