jurnalistik.co.id – Sebanyak 105 perwira tinggi (pati) TNI mendapatkan kenaikan pangkat dalam sebuah upacara yang digelar di lingkungan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Upacara yang dikenal sebagai Upacara Laporan Korps berlangsung di Aula Gatot Soebroto, Kamis (9/7/2026).
Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Laksdya TNI Hersan bertindak sebagai pimpinan upacara mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini menjadi bagian dari rangkaian laporan korps yang diselenggarakan oleh institusi.
“Sebanyak 105 Pati TNI menerima kenaikan pangkat,” kata Muhammad Nas dalam keterangannya yang dimuat pada Jumat (10/7/2026).
Dari total 105 pati TNI yang menerima kenaikan pangkat, jumlah terbesar berasal dari TNI Angkatan Darat, yakni 44 perwira.
Rincian lainnya mencakup 31 perwira tinggi dari TNI Angkatan Laut serta 30 perwira tinggi dari TNI Angkatan Udara.
Nas menjelaskan bahwa kenaikan pangkat bagi perwira tinggi dipandang sebagai penghargaan negara atas dedikasi, kinerja, dan pengabdian yang telah diberikan kepada TNI, bangsa, serta negara.
Menurutnya, kenaikan pangkat tersebut sekaligus merepresentasikan kepercayaan yang diberikan negara, sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Berita Terkait
Momentum kenaikan pangkat, kata Nas, diharapkan menjadi dorongan agar para pati TNI dapat memperkuat profesionalisme, meningkatkan soliditas, dan terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan demikian, pelaksanaan upacara laporan korps pada tanggal 9 Juli 2026 itu menjadi penanda atas berjalannya proses pembinaan karier dan penghargaan atas pengabdian para perwira tinggi di lingkungan TNI.
Upacara Laporan Korps tersebut menjadi bagian dari mekanisme resmi dalam pembinaan karier di lingkungan TNI. Melalui kegiatan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, proses kenaikan pangkat bagi perwira tinggi dijalankan secara terstruktur dan mencerminkan tertib penyelenggaraan pembinaan organisasi.
Dalam pelaksanaan upacara, Irjen TNI Laksdya TNI Hersan tampil sebagai pimpinan upacara dengan mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kehadiran perwakilan pimpinan utama ini menegaskan bahwa kegiatan kenaikan pangkat berada dalam kerangka arahan dan arahan kepemimpinan tertinggi sesuai ketentuan kelembagaan.
Kapuspen TNI menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan rangkaian laporan korps yang diselenggarakan oleh institusi. Dengan demikian, setiap tahapan pembinaan karier yang bermuara pada kenaikan pangkat diposisikan sebagai bagian dari proses berkelanjutan, bukan hanya peristiwa seremonial sesaat.
Dari total 105 pati TNI penerima kenaikan pangkat, komposisinya memperlihatkan keterwakilan lintas matra. Sebanyak 44 perwira berasal dari TNI Angkatan Darat, 31 perwira dari TNI Angkatan Laut, dan 30 perwira dari TNI Angkatan Udara. Pembagian ini menunjukkan bahwa keputusan negara mencakup perwira tinggi di berbagai lingkungan satuan.
Kenaikan pangkat bagi para pati TNI dipahami sebagai wujud penghargaan negara atas dedikasi, kinerja, dan pengabdian yang telah diberikan kepada TNI, bangsa, serta negara. Pada saat yang sama, kenaikan pangkat juga dimaknai sebagai kepercayaan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh, sekaligus menjadi dorongan untuk menjaga profesionalisme, memperkuat soliditas, dan melanjutkan pengabdian.
Pelaksanaan kenaikan pangkat tersebut berlangsung di lingkungan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dengan rangkaian upacara yang mempertemukan unsur pimpinan dan perwakilan satuan. Proses yang berlangsung Kamis (9/7/2026) juga diikuti oleh penyampaian keterangan yang dimuat pada Jumat (10/7/2026) terkait penerimaan kenaikan pangkat tersebut.
Dalam kesempatan itu, penjelasan Kapuspen TNI menegaskan bahwa kenaikan pangkat bagi 105 pati TNI diposisikan sebagai kelanjutan pembinaan karier yang berjalan melalui mekanisme resmi. Kenaikan pangkat dipahami sebagai apresiasi sekaligus mandat yang harus dijalankan secara bertanggung jawab, sekaligus menjadi penguat agar para perwira tinggi terus menjaga profesionalisme, mempererat soliditas, dan melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.












