Teknologi

SAG Siapkan Peluncuran Bus REEV di Indonesia, Klaim Jangkau 1.600 Km

×

SAG Siapkan Peluncuran Bus REEV di Indonesia, Klaim Jangkau 1.600 Km

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: SAG Siap Luncurkan Bus REEV di Indonesia, Bisa Tempuh Jarak 1.600 Km

jurnalistik.co.id – PT Sinar Armada Globalindo (SAG) tengah menyiapkan bus berteknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) untuk beroperasi di Indonesia. Perusahaan menyebut kendaraan ini sebagai bus pertama di Tanah Air yang mengadopsi sistem penggerak REEV.

Teknologi REEV pada dasarnya menggabungkan penggerak listrik dengan mesin pembakaran internal yang berperan sebagai generator. Dengan skema tersebut, bus tetap bisa melaju saat perjalanan tidak bertemu fasilitas pengisian daya.

Technical Director Aletra dan SAG, Djoko Purwanto, mengatakan peluncuran bus sempat mengalami penundaan. Menurutnya, unit yang disiapkan dijadwalkan tiba di Indonesia pada pekan pertama Juli 2026.

Djoko menuturkan, proses kedatangan tersebut bukan tanpa kendala hingga akhirnya masuk pada awal Juli. Ia menyampaikan langsung perihal keterlambatan jadwal saat ditemui di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (30/6/2026).

“Bus ini adalah bus pertama yang masuk kategori REEV , mungkin di passenger sudah ada. Harusnya bulan lalu sudah masuk, tetapi karena satu dan lain hal, akhirnya baru akan datang kira-kira minggu pertama bulan Juli,” ujar Djoko.

Ia juga menjelaskan perbedaan REEV dengan kendaraan hybrid konvensional. Pada bus ini, motor listrik tetap menjadi penggerak utama, sedangkan mesin pembakaran internal berfungsi untuk menghasilkan listrik guna mengisi daya baterai ketika kapasitas mulai menipis.

Penggerak motor listrik dan dukungan generator

Djoko menyebut REEV sudah lebih dulu diterapkan di beberapa negara. Ia menekankan bahwa keberadaan generator membuat bus tetap dapat beroperasi meski tidak menemukan charger selama perjalanan.

“REEV ini sudah ada di Filipina, Jamaika, dan beberapa lokasi. Digerakkan dengan motor listrik. Tetapi apabila, katakanlah dalam perjalanan tidak ketemu charger, bus bisa jalan terus sampai 1.600 km dengan ada generatornya. Jadi istilahnya sekali isi bisa 1.600 km,” kata Djoko.

Untuk jarak dalam mode listrik murni, ia menyebut kapasitas baterai bus mencapai 142 kWh. Dengan kapasitas tersebut, bus diklaim mampu menempuh sekitar 120 kilometer ketika menggunakan penggerak listrik sepenuhnya.

“Baterainya itu 142 kWh, kurang lebih bisa jalan 120 km,” ujarnya.

Dengan konfigurasi tersebut, pendekatan REEV diharapkan memberi fleksibilitas operasional bagi operator yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pengisian. Perusahaan menempatkan bus ini untuk kebutuhan perjalanan antarkota maupun sektor pariwisata yang menuntut jarak tempuh panjang.

Dimensi, kapasitas penumpang, dan konfigurasi kabin

Bus yang akan dibawa SAG merupakan 12 M REEV Coach yang dirancang untuk kebutuhan angkutan pariwisata. Dari sisi ukuran, kendaraan disebut memiliki panjang 12.000 mm, lebar 2.500 mm, dan tinggi 3.700 mm dengan wheelbase 6.300 mm.

Kabin dirancang untuk membawa 28 penumpang. Selain itu, terdapat satu kursi pengemudi dan satu kursi kru, dengan konfigurasi lantai High-Low-High.

Spesifikasi motor listrik dan generator diesel

Untuk penggerak, bus memakai motor listrik PSMS produksi Golden Dragon. Komponen ini diklaim mampu menghasilkan tenaga 200 kW dengan torsi 1.800 Nm.

Di sisi lain, untuk memperpanjang jarak tempuh, kendaraan dibekali mesin generator Yuchai YCRE100 berstandar emisi Euro V. Mesin generator tersebut memiliki kapasitas 4.295 cc.

Generator ini disebut sanggup menghasilkan tenaga 162 kW dengan torsi 860 Nm. Tenaga tersebut digunakan untuk memasok energi ke baterai ketika dibutuhkan selama perjalanan.

Untuk penyimpanan energi, bus menggunakan baterai LFP produksi CALB berkapasitas 142 kWh. Pengisian baterai menggunakan konektor CCS2, dengan waktu pengisian dari 20 persen hingga 100 persen sekitar 30 menit.

Dari paparan perusahaan, kombinasi motor listrik utama, baterai berkapasitas 142 kWh, serta generator diesel sebagai penopang menjadi kunci konsep REEV pada bus ini. Dengan rancangan tersebut, operasional dapat tetap berjalan saat pengisian tidak tersedia di sepanjang rute, dengan target jarak hingga 1.600 km sekali isi.

Secara keseluruhan, SAG menempatkan bus REEV ini sebagai alternatif bagi operator yang masih terkendala ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Bus diharapkan memberi dukungan untuk layanan jarak menengah hingga panjang, khususnya pada kebutuhan pariwisata dan rute antarkota.