jurnalistik.co.id – Kejuaraan Atletik Eropa yang berlangsung di Alexander Stadium, Birmingham, Senin malam menyisakan pemandangan yang menimbulkan banyak sorotan: hampir 10.000 kursi kosong. Kritik pun mengarah langsung pada harga tiket, setelah jumlah penonton dianggap jauh dari kapasitas stadion.
Dalam pertandingan yang menjadi sorotan awal, 13.623 penonton menyaksikan Amy Hunt—sprinter putri Inggris berusia 24 tahun—merebut gelar internasional senior pertamanya di nomor 100 meter putri. Namun, ajang itu berlangsung di stadion yang memiliki kapasitas 23.000, sehingga jarak antara hasil di layar dan kondisi tribun terasa mencolok.
Sejumlah pendukung atletik menilai biaya tiket tidak sebanding dengan minat yang ingin dibangun. Ada yang menyebut harga sebagai “extortionate”, sementara komentator BBC, Steve Cram, menyampaikan jumlah penonton terasa “a little disappointing”.
Meski demikian, penyelenggara Birmingham 2026 menyatakan pihaknya justru “delighted” dengan penjualan tiket. Mereka menuturkan penjualan tersebut “far surpassed” target, dengan jadwal sesi Jumat, Sabtu, dan Minggu malam yang “approaching sell-out”, sementara beberapa sesi lain berada dekat kapasitas.
Untuk sesi Senin malam, angka yang beredar di ruang publik menunjukkan perbedaan persepsi yang tajam. Pada bagian home straight, tiket Kategori A dibanderol ÂŁ150 tanpa potongan untuk junior. Sementara itu, untuk final nomor 100 meter putra pada Selasa, kursi dengan kategori yang sama dipatok ÂŁ110, lagi-lagi tanpa skema potongan untuk kelompok usia muda.
Perbandingan harga juga menjadi bagian dari kritik. Untuk final nomor 100 meter yang sama di Roma dua tahun silam, tiket serupa tercatat 88 euro atau setara ÂŁ75, sehingga sebagian penonton merasa ada lonjakan biaya yang sulit diterima.
Ini merupakan kali pertama Inggris menjadi tuan rumah Kejuaraan Atletik Eropa dalam sejarah penyelenggaraan 92 tahun. Situasi yang terjadi di lapangan justru membuat sebagian orang mempertanyakan bagaimana ajang besar itu bisa memikat lebih banyak penonton sejak hari pertama.
“Believe” harapan terisi, tetapi tribun tetap tidak penuh
Menurut data penyelenggara, Alexander Stadium berada pada angka 55% penuh pada Senin pagi, naik menjadi 59% pada sore hingga malam, lalu turun kembali menjadi 56% pada Selasa pagi. Meski ada variasi harian, kondisi itu tetap mempertegas keluhan tentang kursi-kursi yang tidak terisi dalam rentang waktu kunci.
Jenny Meadows, ko-coach Keely Hodgkinson, menyampaikan kekecewaan melalui media sosial. Ia menulis: “Believe it’s full for some final evenings but a shame we couldn’t fill the stadium for the duration.”
Sharron Davies—mantan atlet Olimpiade Inggris—juga ikut mengkritik dengan menekankan aksesibilitas acara. Ia menulis: “We must bid for more events but we must make it affordable, so we get to enjoy it first hand, fill stadiums, support our athletes, promote our country & inspire generations to come to love sport.”
Davies menyorot isu lain yang muncul di sekitar fasilitas stadion, yaitu harga makanan resmi. Ia mengkritik penjualan “pork rolls” seharga £18.50 dan hot dogs seharga £15.
Dalam liputan final 100 meter putri pada Senin malam, Steve Cram menambahkan catatan yang menekankan sisi visual di tribun. Ia mengatakan: “Little disappointing in terms of spectators I have to say that, particularly down the back straight there. There’s not many people at all in those stands. I’m sure Birmingham is going to get to grips with these champs pretty quickly.”
Sejalan dengan itu, Chris Brown—warga yang memotret barisan kursi kosong—berbicara kepada BBC tentang alasan yang menurutnya memengaruhi persepsi penonton terhadap nilai tiket. Ia mengatakan: “I think they have the pricing for the weekdays a little off. The cheapest tickets are £26, which is reasonable and most people have bought those and the back rows are full.”
Brown juga menyarankan agar pihak penyelenggara mempertimbangkan distribusi penonton ke area yang lebih terlihat dari kamera. Ia menambahkan: “Maybe they should invite everyone down to the lower seats to at least make it look good on TV.”
Bagi Brown, perbedaan harga di kategori tertentu tidak selalu menghasilkan perbedaan pengalaman yang dirasakan. Ia menyebut: “The view from the £40 to £26 tickets is pretty much the same, so that price category has become rather redundant.”
Berita Terkait
Ia menilai £110 untuk sesi akhir pekan malam sebagai angka yang masih masuk akal, tetapi tidak tepat untuk hari kerja. “£110 for the best seats I think is reasonable for a weekend evening session, but not mid-week,” ujarnya, sebelum mengaitkannya dengan dinamika minat publik di sekitar ajang yang berdekatan.
Menurut Brown, Commonwealth Games turut berperan karena jadwal dan lokasi ajang tersebut sama-sama berada di Inggris dalam rentang dua pekan. Ia mengatakan: “But also, the Commonwealth Games may have had an impact, as not many will attend both and both are in the UK within the same fortnight.”
Brown juga menyoroti keberadaan pendukung internasional yang hadir di Birmingham, tetapi ia tetap menyatakan kekecewaan atas minimnya partisipasi dari penonton lokal. “There are many fans in attendance in Birmingham who are international, which is great to see, but it’s disappointing that many Brits haven’t bothered.”
“Doesn’t feel [it was] value for money” dan keluhan akses
Adam Hilton, yang melakukan perjalanan dari Manchester ke Birmingham untuk sesi Sabtu malam, mengungkap pengalaman pembelian tiket yang tidak terasa menguntungkan. Ia menyatakan telah membayar ÂŁ120 untuk dua tiket bersama pasangannya, namun “doesn’t feel [it was] value for money”.
Hilton menambahkan bahwa ia akan mempertimbangkan untuk tidak membeli lagi jika opsi pengembalian dana tersedia. Ia mengaitkan pengamatannya sejak hari pembukaan dengan pemandangan kursi kosong, khususnya pada sesi sore hingga malam.
Ia menjelaskan: “Seeing the opening day [Monday] felt very disappointing to see the empty seats, especially in the evening session.” Ia juga menuturkan ekspektasinya bahwa pada musim panas, dengan cuaca yang baik, stadion seharusnya terisi lebih penuh.
Menurut Hilton, kondisi ini terlihat sebagai tren di banyak cabang olahraga: penggemar merasa “priced out of events” yang semestinya dapat diakses lebih luas. “It’s a shame, as it seems to be a trend across most sports where fans are seemingly being priced out of events that should be way more accessible,” katanya.
Ia menambahkan argumen dari sisi momentum ajang: “For the first European Championships in the UK ever, you’d except to get bums on seats – and a lot of kids who could then learn to love the sport and take it up going forward, especially when there’s a major event outside of London.”
Selain soal harga, Hilton juga mengkritik infrastruktur transportasi menuju stadion. Ia bergabung dengan kritik serupa dari sejumlah pihak yang menilai akses belum memadai, terutama karena stasiun kereta terdekat berjarak sekitar satu mil untuk berjalan kaki, sementara bus antar-jemput melayani penonton dari pusat kota.
Hilton, yang menyatakan dirinya membawa mobil, mengaku hanya menemukan tempat parkir sekitar dua mil (3km) dari area stadion. Ia menyebut perjalanan yang ia lakukan tidak sepenuhnya mudah karena ketersediaan parkir yang terbatas.
Respon penyelenggara: peluang tetap ada, sesi akhir pekan mendekati penuh
Di kanal media sosial, ada penonton yang secara langsung meminta agar Alexander Stadium lebih ramai. Salah satunya mendorong penyelenggara untuk “fill the place” dengan “cheap door tickets”. Sementara komentar lain menyebut mereka memutuskan tidak membeli tiket karena total biaya untuk keluarga menjadi lebih mahal dibanding liburan, saat perjalanan dan akomodasi satu malam diperhitungkan.
Meski begitu, juru bicara Birmingham 2026 menyatakan pihaknya tetap “delighted” atas penjualan tiket yang menurut mereka melampaui target. Mereka menegaskan: “Friday, Saturday and Sunday evening sessions are approaching sell-out, with several other sessions close to capacity.”
Pihak penyelenggara juga menyatakan masih ada kesempatan bagi publik untuk ikut merasakan kejuaraan dengan nilai yang dianggap baik. Mereka menambahkan: “There are still opportunities to be part of the championships at incredibly good value.”
Di penutup pernyataannya, Birmingham 2026 mengacu pada antusiasme usai hari pembuka kompetisi. “After a fantastic opening day of competition, we’re looking forward to welcoming many more spectators to Alexander Stadium throughout the week and sharing more memorable moments of world-class athletics,” kata juru bicara tersebut.












