Olahraga

Kritik soal tribun kosong di Birmingham: Ribuan kursi tak terisi pada Kejuaraan Atletik Eropa

×

Kritik soal tribun kosong di Birmingham: Ribuan kursi tak terisi pada Kejuaraan Atletik Eropa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: European Athletics Championships: Criticism as thousands of empty seats in Birmingham

jurnalistik.co.id – Ribuan kursi kosong mewarnai penyelenggaraan Kejuaraan Atletik Eropa di Alexander Stadium, Birmingham. Pada Senin malam, hampir 10.000 kursi tidak terisi saat perlombaan berlangsung, meski jumlah penonton yang tercatat mencapai 13.623 orang.

Acara itu menjadi sorotan setelah atlet Britania Raya, Amy Hunt (usia 24 tahun), meraih gelar senior internasional pertamanya di nomor 100 meter putri. Stadium Alexander memiliki kapasitas 23.000, namun visual di lapangan menunjukkan keterisian yang jauh dari penuh.

Pada momen yang sama, kritik diarahkan pada harga tiket. Sejumlah pendukung menilai tarif yang diberlakukan terlalu mahal. Komentator BBC, Steve Cram, juga menyebut angka penonton sebagai “a little disappointing”.

Harga tiket dan pertanyaan tentang keterjangkauan

Untuk sesi Senin malam, data keterisian yang disebut penyelenggara menunjukkan kondisi berbeda di waktu tertentu: stadion tercatat 55% penuh pada Senin pagi dan 59% penuh pada sore hingga malam, lalu kembali 56% pada Selasa pagi. Meski begitu, kritik tetap mengemuka karena ribuan kursi terlihat kosong di beberapa area.

Steve Cram menyoroti bagian tribun di belakang lintasan (“particularly down the back straight”), dengan mengatakan: “There’s not many people at all in those stands.” Ia menambahkan bahwa Birmingham diperkirakan akan “get to grips with these champs pretty quickly”.

Di sisi lain, penyelenggara Birmingham 2026 menyatakan pihaknya “delighted” dengan penjualan tiket. Mereka menyebut angka penjualan “far surpassed” target, dengan sesi Jumat, Sabtu, dan Minggu malam mendekati sold out, sementara beberapa sesi lainnya berada dekat kapasitas penuh.

Namun, struktur harga tetap memicu perdebatan. Untuk kategori “Category A” di lintasan utama, tiket seharga £150 diberlakukan tanpa skema potongan untuk junior. Pada final 100 meter putra yang berlangsung Selasa, kursi untuk kategori yang sama dipatok £110, juga tanpa konsesi. Perbandingan lain yang disebut dalam laporan menunjukkan bahwa tiket untuk nomor final yang setara di Roma dua tahun lalu hanya 88 euro (£75).

“It is Britain’s first time hosting the championships in their 92-year history,” demikian keterangan penyelenggaraan, tetapi kritik tetap menilai peluang penonton lokal untuk hadir belum optimal.

Keluhan dari penonton dan respons penyelenggara

Jenny Meadows, co-coach Keely Hodgkinson, menuliskan di media sosial, “Believe it’s full for some final evenings but a shame we couldn’t fill the stadium for the duration.” Pendapat serupa muncul dari Sharron Davies, yang menulis bahwa panitia perlu “bid for more events but we must make it affordable, so we get to enjoy it first hand, fill stadiums, support our athletes, promote our country & inspire generations to come to love sport.”

Davies juga mengkritik harga makanan di lokasi. Ia menyebut vendor resmi menjual pork rolls seharga ÂŁ18.50 dan hot dogs seharga ÂŁ15. Kritik terhadap pengalaman di arena ikut menambah tekanan publik pada penyelenggara.

Chris Brown, warga yang mengambil foto barisan kursi kosong pada Senin malam, menyampaikan penilaiannya kepada BBC. Ia mengatakan, “I think they have the pricing for the weekdays a little off.” Brown menyebut tiket termurah seharga £26 dinilai masih masuk akal dan sebagian besar penonton membelinya, sementara kursi baris belakang terisi. Ia juga menilai ada ketidaksesuaian antara tampilan visual dan distribusi harga, menyatakan, “Maybe they should invite everyone down to the lower seats to at least make it look good on TV.”

Brown menambahkan bahwa perbedaan antara kategori tiket £40 dan £26 terasa tidak signifikan dari sudut pandang: “The view from the £40 to £26 tickets is pretty much the same, so that price category has become rather redundant.” Ia menilai tarif £110 untuk kursi terbaik masuk akal untuk sesi akhir pekan malam, tetapi tidak untuk hari kerja (“not mid-week”).

Menurut Brown, faktor lain juga mungkin berpengaruh: “But also, the Commonwealth Games may have had an impact,” karena tidak semua orang mengikuti dua acara besar, sementara keduanya berada di Inggris dalam periode yang sama (“within the same fortnight”).

Adam Hilton menceritakan pengalamannya langsung dari Manchester ke Birmingham untuk sesi Senin malam. Ia membayar £120 untuk dua tiket bersama pasangannya, namun menyatakan tidak merasa itu bernilai. Hilton mengatakan: “Seeing the opening day [Monday] felt very disappointing to see the empty seats, especially in the evening session,” dan menambahkan, “In summer, with the good weather, you’d like to see it full-ish.” Ia juga menyebut kekhawatiran tren di banyak cabang olahraga: “where fans are seemingly being priced out of events that should be way more accessible.”

Hilton mengungkapkan harapannya soal dampak jangka panjang: “For the first European Championships in the UK ever, you’d except to get bums on seats – and a lot of kids who could then learn to love the sport and take it up going forward.” Ia menyinggung pula faktor keterjangkauan untuk menarik penonton baru.

Selain soal tiket, Hilton juga bergabung dalam kritik terkait akses transportasi menuju stadion. Ia menyebut stasiun kereta terdekat berjarak sekitar satu mil untuk berjalan kaki, dengan bus shuttle yang mengangkut penonton dari pusat kota, serta layanan park and ride. Namun karena ia membawa kendaraan, Hilton mengatakan hanya menemukan tempat parkir sekitar dua mil (3km) dari lokasi.

Kenaikan penonton yang diharapkan seiring rangkaian lomba

Di media sosial, ada seruan agar penyelenggara “fill the place” dengan “cheap door tickets.” Ada pula yang menyatakan batal membeli karena biaya total bagi keluarga dianggap setara liburan, ketika ongkos perjalanan dan akomodasi untuk satu malam ikut diperhitungkan.

Sebagai tanggapan, penyelenggara menyebut sebuah keluarga berisi empat orang dapat menghadiri acara dengan total £30. Culture Secretary Lisa Nandy juga menyampaikan harapannya bahwa kehadiran penonton akan meningkat seiring turnamen berlanjut. Ia mengatakan: “It is true that over the past few days we haven’t sold out the stadiums but we are seeing those numbers rising steadily,” serta menambahkan ada acara-acara besar yang akan datang, termasuk final 100 meter putra, dan adanya Keely Hodgkinson yang akan bertanding. Nandy juga menilai penyelenggara bekerja cukup baik dalam kebijakan harga, dengan menyatakan “half of all the tickets for the events here in Birmingham are under £30”.

Juru bicara Birmingham 2026 menegaskan kembali bahwa penjualan tiket berada di atas target. Mereka menyampaikan bahwa sesi Jumat, Sabtu, dan Minggu malam “are approaching sell-out,” sementara beberapa sesi lain “close to capacity.” Pihak panitia juga menyatakan masih ada kesempatan bagi lebih banyak penonton untuk hadir dengan nilai yang dinilai sangat baik, seraya menutup dengan harapan menyambut banyak penonton tambahan di Alexander Stadium sepanjang pekan.