Daerah

Pemkab Kebumen Siapkan Rp 5,2 Miliar untuk Perbaikan Tiga Ruas Jalan Karangsambung

×

Pemkab Kebumen Siapkan Rp 5,2 Miliar untuk Perbaikan Tiga Ruas Jalan Karangsambung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pemkab Kebumen Kucurkan Rp 5,2 Miliar untuk Perbaikan Tiga Ruas Jalan di Karangsambung

jurnalistik.co.id – Pemerintah Kabupaten Kebumen menegaskan perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Karangsambung tetap menjadi salah satu prioritas utama. Langkah ini ditempuh sebagai tindak lanjut hibah Jalan dan Jembatan Siti Sudar yang diserahkan keluarga besar H. Sudar di Desa Plumbon.

Dalam keterangannya, Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5,2 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan kabupaten yang menjadi akses penting warga setempat. Tiga ruas itu adalah Langse–Pujegan, Kalikudu–Plumbon, serta Wadasmalang–Sadang Kulon.

Ketiga ruas tersebut selama ini dinilai memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, hingga membuka akses menuju pusat pendidikan dan layanan publik. Pemkab berharap perbaikan yang dilakukan bisa memperkuat konektivitas antarwilayah di Karangsambung.

Tahap awal tahun ini dimulai dari Langse–Pujegan

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur di kawasan Karangsambung akan dikerjakan secara bertahap. Ia menilai semangat gotong royong masyarakat yang mampu membangun secara swadaya dapat menjadi pemantik positif bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan.

“Kami sangat menyambut baik bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Semangat kebersamaan seperti inilah yang perlu terus kita pelihara. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas jalan kabupaten yang menjadi wewenang kami demi memperlancar aktivitas masyarakat luas,” kata Lilis dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).

Menurut bupati, tahap pertama pembangunan fisik akan dimulai pada tahun ini dengan fokus pada ruas Jalan Langse–Pujegan. Lilis menjelaskan pelaksanaan proyek ditargetkan dimulai pada bulan Agustus.

Ia mengatakan, “Alhamdulillah, pada tahun ini ruas Jalan Langse–Pujegan telah kami programkan untuk diperbaiki. Insyaallah pelaksanaannya dimulai pada bulan Agustus dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,7 miliar,” ujarnya.

Ruas lain diprioritaskan pada tahun anggaran berikutnya

Sementara itu, dua ruas jalan lainnya dijadwalkan menjadi prioritas pada tahun anggaran berikutnya. Pemkab Kebumen telah menyiapkan anggaran lanjutan sekitar Rp 3,5 miliar untuk proyek peningkatan Jalan Kalikudu–Plumbon dan Jalan Wadasmalang–Sadang Kulon.

Lilis menyebut peningkatan kualitas jalan di dua ruas tersebut diharapkan mampu mempercepat arus transportasi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Kabupaten Kebumen secara lebih luas. “Pada tahun depan, kami juga telah merencanakan peningkatan ruas Jalan Kalikudu–Plumbon serta Jalan Wadasmalang–Sadang Kulon dengan total anggaran sekitar Rp 3,5 miliar. Kami berharap pembangunan ini dapat semakin memperlancar akses transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara makro,” tutur Lilis.

Bupati juga menekankan bahwa penataan yang dilakukan masyarakat dan pemerintah memiliki fokus yang saling melengkapi di lapangan. Jika masyarakat bergotong royong membuka dan memperkuat akses jalan lingkungan maupun jalur pertanian, pemerintah daerah akan mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membenahi jalan kabupaten yang menjadi penghubung antardesa maupun antarkecamatan.

Karangsambung sendiri disebut memiliki potensi besar di sektor pertanian, pendidikan, dan pariwisata geologi. Karena itu, ketersediaan akses jalan yang layak dipandang sebagai faktor penentu untuk memperlancar distribusi hasil bumi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung efektivitas aktivitas keseharian warga.

Dengan total investasi infrastruktur senilai Rp 5,2 miliar, Pemkab menargetkan pemerataan pembangunan di Karangsambung dapat berjalan lebih cepat. Kehadiran Jalan dan Jembatan Siti Sudar yang lahir dari swadaya masyarakat, kemudian dipadukan dengan pembangunan jalan kabupaten yang dibiayai APBD, diharapkan membentuk konektivitas yang lebih terintegrasi.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut menjadi contoh bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga dapat tumbuh dari kepedulian warga,” kata Lilis.