Daerah

Pendaftar Padat Karya DKI Jakarta Tembus 100.000 Orang, Kuota Hanya 2.843

×

Pendaftar Padat Karya DKI Jakarta Tembus 100.000 Orang, Kuota Hanya 2.843

Sebarkan artikel ini
Pelamar Lowongan Padat Karya DKI Tembus 100.000 Orang, Kuotanya Cuma 2.843 News 21 Juni 2026
Ilustrasi: Pelamar Lowongan Padat Karya DKI Tembus 100.000 Orang, Kuotanya Cuma 2.843

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat jumlah pendaftar program padat karya telah menembus 100.000 orang hingga Minggu (21/6/2026). Angka itu dinyatakan jauh melampaui kuota yang disiapkan untuk program tersebut.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kuota padat karya hanya untuk 2.843 peserta. Ia menekankan bahwa tingginya minat pendaftar harus diimbangi dengan mekanisme seleksi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pramono mengatakan kekhawatiran adanya “orang dalam” tidak boleh terjadi. Ia meminta seluruh proses seleksi berjalan transparan dan terbuka, karena program ini ditujukan untuk masyarakat Jakarta.

“Jadi untuk padat karya sekali lagi jumlahnya 2.843 dan kekhawatiran untuk orang dalam main-main, saya sudah sampaikan, enggak boleh ada. Harus transparan, terbuka, karena ini dijaga, ditunggu oleh masyarakat Jakarta,” ujarnya di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu.

Dalam penjelasannya, Pramono menempatkan program padat karya sebagai bantalan sosial bagi warga di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung. Ia menyebut kondisi ekonomi global yang menghadapi berbagai tantangan juga ikut berdampak pada kehidupan masyarakat.

“Kenapa dilakukan ini? Untuk membuat bantalan sosial. Kalau kemudian memang ekonomi dunia kan tekanannya sekarang ini makin keras,” kata Pramono.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi Mutiara menyampaikan bahwa hingga saat ini program padat karya menyediakan 37 jenis lowongan pekerjaan. Dengan demikian, pendaftar yang masuk akan diarahkan ke pilihan pekerjaan yang tersedia dalam skema program.

Marulina menjelaskan tahapan pendaftaran program padat karya berjalan dalam gelombang. Pendaftaran gelombang pertama dijadwalkan ditutup pada 25–26 Juni 2026.

Setelah proses pendaftaran berakhir, hasil seleksi akan diumumkan pada 27 Juni 2026. Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan program harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk terkait transparansi proses seleksi di tengah antusiasme pendaftar.

Dengan lonjakan pendaftar hingga 100.000 orang, Pemprov DKI menempatkan transparansi sebagai faktor penting agar masyarakat dapat memahami alur dan dasar penentuan penerima program. Di saat yang sama, kuota 2.843 peserta tetap menjadi rujukan utama agar seleksi berlangsung terukur dan sesuai target program.

Program padat karya ini juga diharapkan menjadi respons yang lebih langsung terhadap kebutuhan pekerjaan masyarakat. Pemerintah memandang program tersebut sebagai langkah untuk membantu warga memperoleh pekerjaan sambil menjaga efektivitas seleksi agar tepat sasaran.

Selain menegaskan jumlah kuota, Pramono juga menekankan bahwa program ini tidak sekadar menampung minat pendaftar dalam jumlah besar, melainkan mengerjakan penyeleksian dengan standar yang jelas. Dengan begitu, proses penentuan peserta tetap berada pada jalur yang dapat dipahami publik, sekaligus menjaga agar hasilnya sesuai tujuan program.

Dalam pelaksanaan tahap awal, pemerintah mengarahkan pendaftar yang telah masuk ke pilihan kerja yang tersedia dalam skema program. Diskominfotik menyebut terdapat 37 jenis lowongan yang disiapkan, sehingga penetapan posisi tidak dilakukan secara acak, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang memang dibuka dalam padat karya.

Pemerintah juga menilai transparansi menjadi bagian dari legitimasi program karena banyaknya antrean pendaftar. Di tengah perhatian masyarakat, mekanisme seleksi perlu berjalan terbuka agar kekhawatiran seperti adanya “orang dalam” tidak berkembang, sementara masyarakat dapat melihat bahwa kuota 2.843 tetap menjadi acuan utama hingga penetapan peserta dilakukan secara terukur.

Ia menegaskan, tingginya antusiasme warga seharusnya direspons dengan penjelasan yang mudah diikuti, bukan sekadar angka pendaftar. Pemerintah ingin publik memahami bahwa kuota 2.843 bukan hanya ditetapkan sebagai target, melainkan juga menjadi dasar untuk menjalankan proses yang bisa dicek dan dinilai bersama, terutama di tengah antrean yang terus meningkat.

Dalam konteks pelaksanaan program, pemerintah juga menempatkan tahapan sebagai bagian dari mekanisme yang tertib. Pendaftaran berjalan melalui gelombang, lalu setelah periode gelombang pertama berakhir pada 25–26 Juni 2026, hasil seleksi dipersiapkan untuk diumumkan pada 27 Juni 2026. Dengan jadwal tersebut, proses diharapkan tetap terukur dan tidak berubah-ubah ketika memasuki tahap penetapan penerima.

Pada sisi kebutuhan pekerjaan, pemerintah menyebut bahwa program padat karya diarahkan untuk menjembatani warga yang membutuhkan penghasilan dan kesempatan kerja. Penetapan jenis lowongan sebanyak 37 pilihan dimaksudkan agar penempatan tidak dilakukan secara serampangan, melainkan diselaraskan dengan skema yang telah disiapkan, sehingga tujuan program sebagai bantalan sosial dapat berjalan sambil menjaga ketepatan sasaran.