Olahraga

Penjelasan FIFA tentang Kursi Kosong pada Laga Korea Selatan vs Ceko

0
×

Penjelasan FIFA tentang Kursi Kosong pada Laga Korea Selatan vs Ceko

Sebarkan artikel ini
Penjelasan FIFA soal Kursi Kosong di Laga Korea Selatan Vs Ceko Bola 13 Juni 2026
Ilustrasi: Penjelasan FIFA soal Kursi Kosong di Laga Korea Selatan Vs Ceko

jurnalistik.co.id – FIFA merilis penjelasan terkait kursi kosong yang terlihat pada laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan dan Ceko di Stadion Guadalajara, Guadalajara.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada 11 Juni 2026, Korea Selatan bertanding di bawah tekanan sejak awal. Laga ini berjalan menegangkan sebelum akhirnya berujung kemenangan 2-1 untuk Taeguk Warriors.

Korea Selatan sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Ladislav Krejci pada menit ke-59. Setelah itu, permainan tuan rumah bergeser dan berhasil berbalik unggul lewat dua gol berikutnya.

Hwang In-beom mencatatkan gol pada menit ke-67, lalu Oh Hyeon-gyu menambah keunggulan di menit ke-80. Dengan hasil tersebut, Korea Selatan mengunci tiga angka untuk menjaga momentum di fase Grup A.

Menurut FIFA, laga Korea Selatan vs Ceko disaksikan oleh 44.985 orang di Stadion Guadalajara yang berkapasitas 46.000 kursi. Angka ini menjadi sorotan setelah muncul tudingan bahwa FIFA merekayasa jumlah penonton.

Keraguan tersebut muncul dari beredarnya foto-foto yang memperlihatkan sebagian tribune tampak tidak terisi penuh. Di tengah itu, FIFA menegaskan bahwa angka kehadiran resmi dihitung melalui mekanisme verifikasi operasional, bukan penilaian visual dari kondisi kursi sesaat.

“Angka kehadiran resmi mencerminkan jumlah tiket yang dipindai dan penonton yang hadir di dalam area stadion,” demikian keterangan resmi dari FIFA. “Bukan berdasarkan penilaian visual terhadap keterisian kursi pada momen tertentu selama pertandingan,” kata FIFA.

Penjelasan FIFA mengemuka ketika turnamen Piala Dunia 2026 juga mendapat sorotan terkait harga tiket untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Sehari jelang kompetisi dimulai, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat ditanya mengenai penetapan harga tiket yang dinilai kurang bersahabat bagi para penggemar.

Dalam konferensi pers tersebut, Infantino menyebut tiket pertandingan Piala Dunia 2026 telah terjual lebih dari enam juta lembar. Pernyataan itu kemudian memunculkan pertanyaan lanjutan saat terlihat ada bagian-bagian tribune yang tidak terisi penuh dalam laga di Guadalajara.

FIFA pun merespons dengan menekankan kerja sama bersama pihak terkait di stadion dan tim penjualan tiket. FIFA menyatakan bahwa angka yang dipublikasikan dipastikan bersandar pada data operasional yang telah diverifikasi.

“FIFA bekerja sama erat dengan otoritas stadion dan tim penjualan tiket untuk memastikan semua angka yang dipublikasikan didasarkan pada data operasional yang telah diverifikasi.”

Selain itu, FIFA juga menyampaikan alasan spesifik yang berhubungan dengan perilaku penonton pada saat pertandingan berlangsung. FIFA menyoroti bahwa sebagian pemegang tiket tidak selalu berada di kursi yang ditetapkan, melainkan berada di area lain di dalam stadion.

“Harap dicatat bahwa, selama pertandingan tadi malam di Guadalajara, beberapa pemegang tiket terlihat berdiri di area concourse (lorong-lorong stadion) alih-alih tetap berada di kursi yang telah ditentukan sepanjang pertandingan,” demikian penjelasan dari FIFA.

Pernyataan resmi FIFA ini disertai gambar Stadion Guadalajara yang disebut dalam kondisi terisi penuh jelang duel Korea Selatan vs Ceko. Laporan tersebut menempatkan isu kursi kosong dalam konteks mekanisme verifikasi kehadiran yang dianggap FIFA lebih akurat dibanding pengamatan visual saat momen tertentu pertandingan.

FIFA juga menyinggung perbandingan dengan laga pembuka turnamen. Sebelumnya, partai pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca mampu menyedot 80.824 penonton.

Dalam laga itu, Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan berkat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez. Perbandingan tersebut menjadi bagian dari penekanan bahwa angka kunjungan penonton yang dipublikasikan mengikuti pola verifikasi operasional yang digunakan FIFA pada penyelenggaraan pertandingan.