jurnalistik.co.id – Warga Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan tanpa identitas yang tergeletak di area perkebunan jagung, pada Kamis (4/6/2026).
Perempuan paruh baya tersebut pertama kali ditemukan oleh Idrus Yunus (56), seorang petani asal Desa Pilohayanga Barat, saat hendak menuju kebunnya sekitar pukul 05.30 Wita.
Sebelum menemukan perempuan itu, Idrus terlebih dahulu melihat sepasang sandal perempuan di sekitar lokasi kejadian.
Melihat kondisi tersebut, Idrus merasa curiga lalu menelusuri area kebun jagung di sekitar tempat sandal berada.
Hingga akhirnya, ia menemukan seorang perempuan yang mengenakan pakaian merah dalam kondisi tergeletak di area perkebunan.
Setelah menemukan korban, Idrus segera melaporkan temuannya kepada Kepala Desa Pilohayanga, kemudian diteruskan ke Polsek Telaga.
Mendapat laporan dari warga, anggota piket Polsek Telaga langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan saksi.
Ketika petugas tiba di lokasi, perempuan tersebut masih dalam keadaan hidup.
Namun, saat petugas mencoba menanyakan identitas maupun asal-usul perempuan itu, korban tidak memberikan jawaban.
Setelah berkoordinasi dengan aparat desa, petugas kemudian mengevakuasi perempuan tersebut ke Puskesmas Telaga untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Telaga, Iptu. Fredy Yasin, S.H. menyampaikan bahwa hingga saat ini identitas perempuan tersebut masih belum diketahui.
Berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan, perempuan itu diduga mengalami gangguan kejiwaan.
“Perempuan tersebut saat ini masih berada di Puskesmas Telaga untuk mendapatkan penangan. Kami juga terus berupaya mencari informasi terkait identitas dan keluarga yang bersangkutan,” ujar Kapolsek Telaga.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa mengenali ciri-ciri perempuan tersebut agar segera menghubungi Polsek Telaga atau pemerintah desa setempat.
Imbauan itu disampaikan agar informasi yang dihimpun dapat membantu proses identifikasi serta mempertemukan korban dengan keluarga yang bersangkutan.
Hingga laporan ini disampaikan, fokus penanganan berada pada upaya medis di Puskesmas Telaga sekaligus upaya lanjutan dari kepolisian untuk menelusuri asal-usul korban.
Dengan adanya peran aktif warga sekitar, proses penyelidikan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat, khususnya dalam memastikan identitas serta memastikan keselamatan korban.
Peristiwa ini bermula saat Idrus berangkat dari Desa Pilohayanga Barat untuk melakukan aktivitas di kebun jagung. Saat melintas di sekitar lokasi, ia melihat sepasang sandal yang menarik perhatian karena tidak berada pada posisi yang wajar. Kejanggalan itu mendorongnya melanjutkan penelusuran di area sekitar sandal, hingga akhirnya menemukan sosok perempuan.
Sesampainya di tempat kejadian, petugas piket Polsek Telaga melakukan pengecekan langsung serta mencatat keterangan awal yang berhasil dihimpun dari saksi di lokasi. Di saat yang sama, perempuan tersebut dinyatakan masih dalam keadaan hidup. Akan tetapi, ketika ditanya mengenai identitas atau asal-usulnya, korban tidak memberikan respons yang dapat dipahami, sehingga penanganan diarahkan pada langkah medis dan upaya identifikasi.
Setelah berkoordinasi dengan aparat desa, korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Telaga. Di fasilitas kesehatan tersebut, penanganan difokuskan pada pemeriksaan dan kebutuhan medis guna memastikan kondisi korban lebih stabil. Kapolsek Telaga juga menegaskan bahwa hingga saat ini identitas perempuan tersebut masih belum diketahui, dan berdasarkan temuan di lapangan korban diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Selain menjalankan pemeriksaan medis, pihak kepolisian tetap membuka ruang informasi dari masyarakat. Warga yang merasa mengenali ciri-ciri korban diimbau untuk segera menyampaikan kabar kepada Polsek Telaga atau pemerintah desa setempat. Informasi yang dihimpun diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi, membantu menelusuri keluarga yang bersangkutan, serta memastikan bahwa korban mendapatkan pendampingan yang sesuai setelah perawatan awal selesai.










