Bisnis & Ekonomi

HGII Bagikan Dividen Rp 4,3 per Saham dan Siapkan Ekspansi Proyek EBT pada 2026

0
×

HGII Bagikan Dividen Rp 4,3 per Saham dan Siapkan Ekspansi Proyek EBT pada 2026

Sebarkan artikel ini
HGII Bagikan Dividen Rp 4,3 per Saham, Siapkan Ekspansi Proyek EBT pada 2026 Money 15 Juni 2026
Ilustrasi: HGII Bagikan Dividen Rp 4,3 per Saham, Siapkan Ekspansi Proyek EBT pada 2026

jurnalistik.co.id – PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menyetujui pembagian dividen tunai yang ditetapkan sebesar Rp 4,3 per lembar saham. Keputusan itu diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh mata acara yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Persetujuan juga mencakup penggunaan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

RUPST dan pembagian dividen

Perseroan akan membagikan dividen tunai dengan nilai total Rp 2,795 miliar. Nilai tersebut setara dengan 16% dari laba bersih tahun buku 2025.

Sisa laba bersih kemudian akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan. Perusahaan juga menyiapkan dana tersebut untuk mendukung pengembangan usaha pada masa mendatang.

Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto, menyampaikan bahwa pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham. Menurutnya, keputusan tersebut juga mencerminkan kinerja perseroan.

Robin mengatakan, “Perseroan mengapresiasi kepercayaan dan dukungan seluruh pemegang saham. Persetujuan pembagian dividen pada tahun ini merupakan cerminan kinerja Perseroan yang solid serta keyakinan terhadap prospek usaha ke depan,” ujar Robin dalam siaran pers, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan, perseroan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Perseroan juga berkomitmen meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Agenda pengembangan energi terbarukan 2026

Di sisi lain, HGII menyiapkan agenda strategis pada 2026 untuk memperkuat posisi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Perseroan menyatakan masih mengandalkan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.

Saat ini, HGII mengoperasikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). PLTM Parmonangan-1 berkapasitas 9 megawatt (MW) dan PLTM Parmonangan-2 berkapasitas 10 MW berlokasi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Kedua pembangkit tersebut telah beroperasi penuh melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). Perseroan juga memiliki kepemilikan saham minoritas pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu di Riau dengan kapasitas 3 MW.

Robin menyampaikan, “Energi hidro adalah segmen yang kami kuasai secara mendalam, dari sisi teknis, operasional, hingga kemitraan dengan PLN. RUPTL 2025-2034 membuka ruang yang sangat besar bagi HGII untuk tumbuh bersama kebutuhan energi bersih nasional,” katanya.

Partisipasi lelang proyek dan penguatan pipeline

Perseroan saat ini turut berpartisipasi dalam proses lelang proyek pembangkit listrik tenaga minihidro di Sumatera Utara. HGII juga disebut mengikuti lelang pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat.

Manajemen menilai, kedua proyek tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas portofolio investasi di sektor EBT. Perluasan investasi itu juga diarahkan untuk mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, HGII menyatakan terus membangun pipeline proyek secara disiplin dan selektif. Perseroan menyebut setiap peluang investasi maupun lelang yang diikuti akan dievaluasi secara menyeluruh.

Proses evaluasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan arah strategis perusahaan. Perusahaan juga menilai kemampuan masing-masing peluang dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Model bisnis dan kemitraan jangka panjang

HGII merupakan perusahaan induk penyedia energi baru terbarukan yang beroperasi sebagai Independent Power Producer (IPP). Melalui kemitraan jangka panjang dengan PLN berdasarkan skema PPA, perseroan menyatakan berkomitmen menghasilkan energi bersih yang andal bagi masyarakat.

Dengan langkah tersebut, perusahaan memadukan kebijakan pembagian dividen dengan rencana pengembangan usaha pada tahun berikutnya. HGII menempatkan penguatan kapasitas pembangkit dan perluasan investasi di EBT sebagai fondasi untuk kelanjutan pertumbuhan.