jurnalistik.co.id – Korban kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan. Sejumlah korban diketahui mengalami sesak napas berdasarkan keterangan dokter yang menangani mereka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, para korban yang terdampak insiden pada Jumat (7/8/2026) malam tetap dalam perawatan. Ia menyebut kondisi tersebut masih terus dipantau oleh pihak terkait.
“Kita juga mendoakan bersama para korban dalam kondisi sekarang masih dalam perawatan, khususnya bagi yang masih sesak napas,” ujar Budi di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Budi menjelaskan bahwa informasi mengenai keluhan sesak napas itu disampaikan melalui dokter yang menangani korban. Ia tidak merinci secara lebih lanjut bentuk penanganan medis yang diberikan, namun menegaskan bahwa korban masih berada dalam fase perawatan.
Sampai saat pernyataan itu disampaikan, Budi mengatakan kepolisian belum dapat memastikan jumlah korban dalam kebakaran tersebut. Polda Metro Jaya, menurutnya, masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi para korban.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan pihaknya akan memperbarui informasi bila terdapat perkembangan terbaru. Fokus pemantauan, kata dia, berada pada kondisi korban setelah kejadian yang melibatkan gedung di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat.
Selain urusan perawatan korban, polisi juga masih menyelidiki penyebab kebakaran Gedung Bapenda. Upaya penyelidikan dilakukan untuk mencari titik awal api dan menentukan arah kejadian.
Puslabfor Bareskrim Polri telah diterjunkan ke lokasi. Langkah tersebut diambil untuk mencari asal api sesuai proses penyelidikan yang dilakukan aparat.
“Kejadian tadi malam kita menyampaikan simpati kepada Bapenda yang kejadian kebakaran. Dengan hadirnya Puslabfor Bareskrim Polri untuk menentukan penyebab dari asal api, di mana titik api,” kata Budi.
Berita Terkait
Polda Metro Jaya juga menyebutkan bahwa kepolisian akan mengumpulkan keterangan serta melakukan proses analisis berdasarkan temuan di lapangan. Penyelidikan diarahkan pada penyebab awal kebakaran dan aspek-aspek yang relevan dengan asal mula api.
Sebelumnya, polisi menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta. Informasi itu menjadi bagian dari pembaruan awal yang disampaikan terkait dampak insiden.
Meski tidak ada korban jiwa, satu pekerja sempat terjebak di dalam gedung. Pekerja tersebut bernama Goodwin (30) dan dievakuasi oleh petugas dari lantai 15.
Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin menjelaskan bahwa Goodwin kemudian dibawa ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan perawatan. Ia menyampaikan proses evakuasi dilakukan melalui penanganan di lokasi setelah kebakaran terjadi.
Menurut Syarifudin, proses penanganan korban yang berhasil dievakuasi secara manual berasal dari lantai 15. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di lokasi pada Sabtu (8/8/2026).
“Korban sementara masih dirawat di rumah sakit (Tarakan). Memang satu doang yang kita evakuasi secara manual dari lantai 15,” ujar Syarifudin saat ditemui di lokasi, Sabtu.
Proses penanganan kebakaran juga mengikuti tahapan respons dinas pemadam. Berdasarkan data Command Center Damkar, laporan kebakaran diterima pada pukul 21.30 WIB melalui layanan Jakarta Siaga 112.
Petugas Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB. Setelah itu, pemadaman dimulai pada pukul 21.41 WIB.
Pada tahap awal, dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi bersama 100 personel. Penempatan personel dan peralatan tersebut dilakukan untuk menangani kobaran api dan mencegah perambatan lebih luas.
Hingga pernyataan disampaikan, polisi tetap memantau situasi korban dan perkembangan penyelidikan penyebab kebakaran. Sementara itu, informasi mengenai kondisi korban, termasuk keluhan sesak napas, menjadi bagian dari pembaruan yang disampaikan berdasarkan keterangan dokter.












