jurnalistik.co.id – Format start balapan MotoGP akan mengalami perubahan pada musim mendatang. Para tim kontestan, kabarnya, telah sepakat untuk menambah jarak antar-baris pada grid start yang mulai diterapkan pada GP Jerman 2026.
Keputusan ini diambil setelah rangkaian kecelakaan yang melibatkan sejumlah pebalap terjadi saat fase restart pertama di GP Catalunya. Insiden tersebut berlangsung di Tikungan 1 Sirkuit Barcelona-Catalunya, tepat ketika balapan kembali berjalan.
Dalam kecelakaan beruntun itu, pebalap LCR Honda Johann Zarco mengalami cedera serius. Zarco juga disebut belum pulih hingga saat berita ini disusun.
Perubahan dianggap sebagai langkah tegas agar kepadatan motor saat rombongan pebalap memasuki tikungan pertama dapat berkurang. Area tersebut dinilai selama ini menjadi titik paling rawan kecelakaan setelah lampu start padam.
Setelah insiden di pertengahan Mei, promotor MotoGP Sports Entertainment Group (MGPSEG) langsung bergerak cepat. Mereka menggelar serangkaian pertemuan intensif dengan Asosiasi Produsen Olahraga Sepeda Motor (MSMA) serta perwakilan tim.
Fokus utama diskusi diarahkan pada perumusan strategi untuk menekan risiko saat start. Dalam pembicaraan tersebut, para pihak menelaah bagaimana pengaturan grid dapat memengaruhi ruang gerak pada momen krusial.
Prosesnya berlangsung bertahap dan melibatkan berbagai elemen di paddock. Setelah diskusi yang cukup panjang, semua pihak akhirnya mencapai kesepakatan final pada sesi pertemuan Sabtu sore.
Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam sebuah cetak biru (roadmap) keselamatan. Roadmap tersebut dibagi menjadi dua fase agar implementasi tidak dilakukan sekaligus pada satu waktu.
Fase pertama: jarak antar-baris diperlebar 3 meter
Fase pertama dijadwalkan mulai pada seri Sachsenring, Jerman. Acara balapan pada fase ini disebut berlangsung pada 12 Juli.
Pada balapan tersebut, jarak antar-baris di grid start akan diperlebar sejauh 3 meter. Perubahan ini diharapkan memberi ruang gerak yang lebih aman bagi para pebalap.
Dengan tambahan jarak tersebut, konfigurasi posisi pada grid diharapkan tidak membuat rombongan langsung terlalu rapat begitu lampu start padam. Ruang tambahan ditujukan untuk membantu pebalap mengatur kecepatan dan garis saat memasuki tikungan pertama.
Fase kedua: holeshot device dilarang total
Untuk fase kedua, otoritas MotoGP berencana melarang total penggunaan alat pengatur ketinggian motor alias holeshot device saat start. Rencana ini diarahkan agar kontrol pada saat start tidak lagi memicu pola percepatan yang berisiko di awal lintasan.
Menurut informasi yang disebut dalam artikel, aturan pelarangan tersebut sedianya digulirkan mulai GP Inggris di Sirkuit Silverstone. Waktunya dipatok pada pertengahan Agustus, sebagai seri pembuka paruh kedua musim setelah jeda musim panas.
Sebagai langkah awal, para tim sepakat melakukan uji coba prosedur baru pada seri berikutnya di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Uji coba ini akan digelar dua pekan ke depan dari jadwal yang disebutkan dalam pembahasan.
Jika proses simulasi berjalan mulus, proposal aturan tersebut akan langsung diserahkan ke Komisi Grand Prix. Proposal itu kemudian diharapkan disahkan menjadi regulasi resmi untuk musim berikutnya.
Melihat besarnya dukungan serta konsensus dari seluruh elemen di paddock, pengesahan aturan baru tampaknya tinggal menunggu urusan formalitas. Dengan kata lain, perhatian utama dipusatkan pada tahapan persiapan dan pengujian sebelum regulasi diberlakukan secara penuh.
Penjelasan direktur olahraga MotoGP
Direktur olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta memberikan penjelasan terkait evaluasi langkah-langkah yang sedang dipersiapkan. Ia berbicara di Mugello pada pekan lalu dan menyebut MGPSEG mengevaluasi sejumlah langkah bersama tim dan MSMA.
Ezpeleta menyatakan perubahan grid adalah keputusan yang berdampak besar terhadap kejuaraan. Pernyataannya dikutip dari Motorsport.com pada Selasa (9/6/2026).
Dalam kutipan itu, Ezpeleta mengatakan, “Mengubah grid adalah modifikasi yang sangat, sangat signifikan untuk kejuaraan dan, tergantung pada ruang yang tersedia antara garis start dan tikungan terakhir, hal itu dapat memerlukan perubahan substansial di beberapa sirkuit.”
Kutipan tersebut menegaskan bahwa perubahan format start tidak hanya berdampak pada satu aspek saja. Penyesuaian juga dapat memengaruhi cara sirkuit tertentu menata jarak menuju tikungan terakhir.
Percepatan implementasi setelah insiden Zarco
Artikel juga menyebut pelarangan holeshot device sejatinya sudah masuk ke dalam draf regulasi teknis baru MotoGP untuk musim 2027. Namun, insiden horor yang menimpa Zarco di Barcelona disebut membuat pemangku kebijakan mempercepat implementasi kebijakan tersebut.
Artinya, perubahan yang direncanakan bukan hanya respons jangka pendek, melainkan bagian dari arah regulasi yang sebelumnya telah dipersiapkan. Perbedaan terletak pada percepatan timing setelah kecelakaan yang terjadi dalam konteks restart di GP Catalunya.
Dengan roadmap dua fase, peningkatan keselamatan ditata melalui dua jalur sekaligus. Fase awal difokuskan pada jarak grid yang diperlebar, sementara fase berikutnya menargetkan pembatasan holeshot device saat start.
Pada akhirnya, tujuan perubahan ini konsisten dengan latar belakang kejadian. Semua langkah diarahkan untuk mengurangi risiko kepadatan motor saat memasuki tikungan pertama, terutama pada momen setelah lampu start padam.
Mulainya fase pertama di Sachsenring pada 12 Juli menjadi titik awal penerapan perubahan grid. Setelah itu, rencana fase kedua mengikuti jalur uji coba di Brno dan kemudian implementasi di GP Inggris pada pertengahan Agustus, sesuai skema yang disebut dalam roadmap keselamatan.












