jurnalistik.co.id – Peter Murrell, mantan chief executive Partai SNP, dijatuhi hukuman penjara lima tahun tiga bulan setelah mengaku melakukan penggelapan dana partai lebih dari £400.000.
Vonis itu dijatuhkan oleh hakim Lord Young. Dalam persidangan, Murrell—yang merupakan suami Nicola Sturgeon namun kini sudah berpisah—menyatakan pengakuannya atas perbuatan tersebut sebelum akhirnya dibawa pergi dengan borgol saat putusan dibacakan.
Sidang juga mencatat bahwa hukuman tersebut berlaku surut (backdated) sejak 25 Mei. Pada tanggal itu, Murrell ditahan setelah sebelumnya mengajukan pengakuan bersalah (pleading guilty). Usia Murrell disebut 61 tahun.
Penggelapan lebih dari £400.000 selama lebih dari satu dekade
Di pengadilan pada 25 Mei, Murrell mengaku menggelapkan £400.310,65 dari SNP selama periode 2010 hingga 2022. Keputusan itu berujung pada hukuman penjara lima tahun tiga bulan.
Lord Young menyebut tindakan Murrell sebagai “calculated crime of dishonesty” dan menyatakan bahwa pengadilan kesulitan menemukan alasan yang jelas mengapa ia melakukan pelanggaran tersebut. Hakim juga menilai gambaran motivasi “very difficult to get a clear picture” dan menegaskan bahwa ia tidak dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pertimbangan meringankan.
Menurut Lord Young, prospek pekerjaan Murrell setelah masa hukumannya “difficult if not impossible”, sementara permohonan pengadilan turut mempertimbangkan bahwa Murrell menunjukkan penyesalan dan dipandang berisiko minimal untuk mengulangi perbuatannya.
Hakim menambahkan, apabila Murrell tidak mengajukan pengakuan bersalah, vonis yang seharusnya dijatuhkan adalah tujuh tahun. Lord Young juga menekankan bahwa hukuman tersebut dimaksudkan sebagai efek jera bagi pemimpin senior pada organisasi besar yang mungkin tergoda melakukan tindakan serupa.
Untuk pelaksanaan hukuman, Murrell diperkirakan dapat memenuhi syarat pembebasan bersyarat setelah menjalani setengah masa hukumannya, yakni “a little over two years and seven months”. Ia juga berpotensi dibebaskan lebih cepat melalui skema home detention curfew, dengan tag serta kontrol atas pergerakannya.
Dana digunakan untuk beragam kebutuhan, termasuk pembelian bernilai tinggi
Dalam uraian persidangan, disebutkan Murrell menggunakan dana partai untuk membeli berbagai barang, mulai dari kendaraan hingga barang kebutuhan rumah tangga. Pembelian yang disebut meliputi mobil, motorhome, peralatan dapur, serta toiletries.
Polisi Skotlandia memulai investigasi pada 2021 setelah muncul pertanyaan tentang apa yang terjadi dengan £667.000 yang dikumpulkan untuk kampanye referendum kemerdekaan putaran kedua. Awalnya penyelidikan menelusuri persoalan keuangan partai, hingga akhirnya ditemukan bahwa Murrell melakukan penggelapan.
Petugas menemukan bahwa Murrell memakai berbagai cara, termasuk charge cards, transfer bank, serta penggunaan faktur palsu. Dari penelusuran tersebut, terungkap bahwa ia membeli barang-barang seperti perhiasan, kosmetik, alat tulis, hingga konsol permainan (games consoles).
Pada level pembelian, terbesar yang disebut terjadi pada 2020, yaitu motorhome mewah senilai £124.550. Pembayaran untuk motorhome tersebut seluruhnya berasal dari dana partai. Namun, ketika disita polisi tiga tahun kemudian, kendaraan itu hanya pernah dikemudikan empat mil.
Rangkaian pembelian lain yang disebut di persidangan mencakup mesin kopi seharga £3.223, mesin pemotong rumput robotik £3.000, set penggiling garam dan lada £2.600, serta liontin emas seharga £425—barang yang pernah difoto Nicola Sturgeon saat mengenakannya.
Barang-barang lain yang juga masuk daftar pembelian ilegal termasuk konsol game, set sumpit (chopstick set) seharga £100, loafers pria £100, serta hand cream senilai £2,50. Selain itu, produk Le Creuset—yang disebut mencakup mug, ramekin, wine carafe, dan bottle stopper—dipahami menjadi pemicu awal yang membuat petugas curiga terjadi penggelapan.
Disebutkan bahwa pada masa keuangan partai lebih rendah dari kondisi normal, produk-produk masak mewah itu justru menonjol. Petugas kemudian menemukan barang-barang tersebut diberi kode yang keliru (mis-coded) dalam pembukuan partai.
Pengakuan tanggung jawab, pembelaan, dan respons Nicola Sturgeon
Dalam sidang, pengacara Murrell, John Scullion KC, menyatakan bahwa satu-satunya hukuman yang “appropriate” adalah penjara. Ia menyampaikan bahwa kliennya “behaved dishonestly” dan melakukan berbagai upaya untuk menyembunyikan kejahatan serta menghindari terdeteksi.
Scullion juga menuturkan bahwa Murrell menerima tanggung jawab penuh, menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan, serta menyadari “psychological and financial harm” yang ditimbulkannya bagi SNP dan pihak lain. Ia menggambarkan Murrell merasa “overwhelmed by feelings of embarrassment and shame”, dan setelah penangkapan ia menjalani “almost total isolation” selama berbulan-bulan—“at times to the detriment of his health”.
Menurut pengacara, Murrell juga mengalami penghinaan di depan publik dan menghadapi masa depan yang “bleak and solitary”.
Di pihak lain, Nicola Sturgeon membantah mengetahui perbuatan tersebut. Ia menyatakan ia “deceived”. Melalui pengacara Aamer Anwar, Sturgeon dikatakan tetap “angry, hurt and distressed” dan merasa dikhianati oleh suami yang ia percayai. Anwar menegaskan bahwa tindakan Murrell “beyond her comprehension”.
Anwar juga mengulang bahwa mantan pemimpin SNP itu tidak didakwa setelah penyelidikan polisi yang dinilai “robust”. Sturgeon, yang telah mengundurkan diri sebagai first minister pada Maret 2023, menyatakan tidak ada pengetahuan tentang banyak pembelian bernilai tinggi yang tercantum dalam dokumen pengadilan. Ia juga menyebut tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa barang-barang yang dibelinya untuknya tidak menggunakan uang pribadi Murrell.
Sturgeon disebut sempat ditangkap pada Juni 2023, namun kemudian diberi tahu bahwa ia tidak lagi berada dalam penyelidikan. Ia juga mengumumkan tahun lalu bahwa pasangan tersebut mengakhiri pernikahan.
Reaksi pimpinan SNP dan rencana pengembalian dana
First Minister John Swinney—yang pernah menunjuk Murrell pada 2001 saat periode pertamanya memimpin SNP—menyampaikan permintaan maaf kepada anggota partai. Meski demikian, Swinney menolak klaim bahwa ia berupaya menutup kekhawatiran publik mengenai keuangan partai.
Swinney menyatakan ia “horrified” atas perilaku Murrell dan menggambarkannya sebagai “overwhelming betrayal”. Ia juga menolak seruan adanya penyelidikan tambahan, dengan alasan investigasi kepolisian selama empat tahun diperkirakan sudah memberikan jawaban yang mencukupi.
Pengacara Murrell menyebut Murrell berniat membayar kembali jumlah yang digelapkan, sementara sidang terkait proceeds of crime dijadwalkan pada 14 September. Besaran yang diminta jaksa disebut belum diumumkan dan akan disesuaikan dengan inflasi. Dana tersebut akan dikembalikan kepada negara, yang telah menghabiskan jutaan pound untuk proses penyelidikan.
Secara terpisah, SNP juga berharap dapat memulihkan £400.000 dari Murrell melalui compensation order.
Setelah vonis dibacakan, Swinney menyatakan ia tidak akan mengunjungi Murrell di penjara. Swinney mengaku masih belum memahami alasan Murrell mencuri £400.000 dari partai. Saat ditanya apakah ia bisa memaafkan Murrell, Swinney menjawab bahwa menurut keyakinannya, orang tidak seharusnya diminta menanggung pembayaran atas kejahatan selamanya.












