jurnalistik.co.id – JAKARTA — PT PLN (Persero) memastikan tidak akan ada lagi pemadaman listrik di wilayah Pulau Sumatra setelah sejumlah pembangkit listrik kembali beroperasi normal. Kepastian itu disampaikan usai PLN sempat memadamkan kembali listrik di beberapa wilayah Sumatra pada Ahad sore (24/05/2026) sebagai langkah antisipasi saat beban listrik meningkat menjelang Magrib.
Saat pemadaman susulan itu dilakukan, PLN menyebut masih ada sejumlah pembangkit yang belum beroperasi atau belum memasok listrik. Kondisi tersebut memunculkan kekurangan pasokan sekitar 200-300 mV, sehingga sistem harus dijaga agar tetap aman. Langkah itu diambil di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung bertahap setelah gangguan sebelumnya.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha, menegaskan situasi kelistrikan di Sumatra sudah berangsur normal. Ia memastikan tidak ada lagi pemadaman susulan di wilayah tersebut karena seluruh pembangkit kini telah beroperasi sebagaimana mestinya.
“Insyaallah pada hari ini pembangkit-pembangkit besar sudah masuk seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk. Insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatra,” ujar dia dikutip, Senin (25/05/2026).
Edwin menjelaskan, pemulihan pasokan listrik memang tidak bisa berlangsung serentak karena setiap pembangkit memiliki waktu pemulihan yang berbeda. Karena itu, proses pengembalian sistem ke kondisi normal berjalan bertahap, mengikuti kesiapan masing-masing unit pembangkit untuk kembali menyuplai daya ke jaringan.
Masuknya pembangkit-pembangkit besar, termasuk yang berada di Pangkalan Susu dan sejumlah lokasi lain, menjadi penanda bahwa sistem kelistrikan Sumatra telah kembali ditopang oleh sumber daya yang memadai. Dengan kondisi itu, PLN menilai kebutuhan listrik masyarakat bisa dipenuhi tanpa harus melakukan pemadaman tambahan seperti yang sempat terjadi sebelumnya.
Adapun pemadaman yang dilakukan pada Ahad sore tersebut merupakan langkah pencegahan ketika beban listrik mulai naik pada waktu Magrib. Dalam situasi seperti itu, PLN memilih menyesuaikan suplai agar sistem tidak terganggu lebih jauh di tengah masih adanya pembangkit yang belum masuk operasi. Setelah kondisi pasokan membaik, perusahaan memastikan sistem kembali berjalan normal.
Dengan pernyataan terbaru ini, PLN menegaskan tidak ada lagi pemadaman listrik susulan di Sumatra. Seluruh pembangkit listrik disebut telah beroperasi normal, dan pemulihan sistem yang sempat terganggu kini sudah masuk tahap akhir sehingga pasokan listrik ke masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.
Dalam penjelasannya, kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan jaringan listrik tidak hanya soal menyalakan kembali pembangkit, tetapi juga memastikan aliran daya kembali stabil di seluruh sistem. Karena itu, setiap tahap pemulihan harus dijalankan hati-hati agar pasokan yang masuk benar-benar cukup dan tidak memicu gangguan lanjutan. Bagi PLN, menjaga keseimbangan sistem menjadi bagian penting sebelum bisa menyatakan pemadaman susulan tak lagi diperlukan.
PLN juga menempatkan normalisasi itu sebagai tanda bahwa suplai listrik ke masyarakat sudah berada pada jalur yang lebih aman dibandingkan saat kekurangan pasokan masih terjadi. Saat pembangkit besar kembali masuk, tekanan terhadap sistem ikut berkurang dan ruang untuk memenuhi kebutuhan warga menjadi lebih terbuka. Dengan demikian, proses yang semula harus dijalankan secara terbatas kini dapat diarahkan ke kondisi operasi yang lebih wajar.
Pada tahap akhir pemulihan ini, fokus utama PLN adalah memastikan seluruh unit yang sempat belum beroperasi bisa kembali tersambung tanpa mengganggu kestabilan jaringan. Ketika kondisi itu tercapai, pemadaman tambahan tidak lagi diperlukan karena sistem sudah memiliki dukungan yang memadai. Situasi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa gangguan sebelumnya telah berada dalam fase pemulihan yang semakin mendekati normal penuh.












