Hukum & Kriminal

Polisi Membawa 4 Koper Berisi Uang dan Dokumen serta 3 Saksi setelah Geledah Restoran di Cipete

×

Polisi Membawa 4 Koper Berisi Uang dan Dokumen serta 3 Saksi setelah Geledah Restoran di Cipete

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polisi Angkut 4 Koper Isi Uang dan Dokumen serta 3 Saksi Usai Geledah Restoran di Cipete

jurnalistik.co.id – Polisi membawa empat koper berisi uang dan dokumen serta tiga saksi dari restoran “de Clan” di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang digeledah sejak Rabu (8/7/2026) siang.

Proses pengangkutan dilakukan bertahap. Para penyidik memindahkan barang temuan ke dalam mobil Hiace bertuliskan “Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya”.

Tiga koper berwarna merah berukuran kecil dibawa bersamaan dengan dua koper lain berwarna hitam dan biru berukuran medium. Pengangkutan dilakukan oleh dua penyidik secara bersamaan agar proses di lokasi berjalan cepat dan terkontrol.

Setelah rangkaian koper berukuran kecil hingga medium selesai dipindahkan, satu koper berukuran cukup besar kemudian dibawa oleh tiga orang. Tahapan itu menunjukkan pengamanan barang bukti dilakukan secara bertingkat sebelum seluruhnya dibawa keluar dari lokasi.

Selain koper, penyidik juga mengamankan perangkat pendukung. Di antaranya satu mesin penghitung uang dan dua brankas yang turut dibawa dari restoran tersebut.

Polisi juga membawa tiga saksi yang berada di restoran “de Clan”. Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyatakan isi koper yang dibawa merupakan gabungan uang dan dokumen terkait hasil penggeledahan.

Totok mengatakan, “Kami konversi dalam bentuk rupiah kira-kira (jumlahnya) hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de Clan ya,” kata Totok saat ditemui di lokasi, Rabu.

Di luar temuan di dalam restoran, penyidik juga menyita uang dari money changer yang berada di samping lokasi. Polisi menyebut penyitaan tersebut bernilai Rp 7,2 miliar.

Selain uang, polisi turut mengamankan sejumlah ponsel dari restoran. Totok menyampaikan, pihaknya belum merinci pemilik ponsel-ponsel yang disita tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan penggeledahan ini berkaitan dengan penanganan perkara dugaan korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Menurutnya, kegiatan di lokasi merupakan bagian dari proses penyidikan untuk memenuhi kebutuhan pembuktian.

Budi menyebut, “Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi ditemui di lokasi, Rabu.

Dalam pelaksanaannya, penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Personel dikerahkan sebagai bagian dari prosedur standar penggeledahan yang lazim dilakukan dalam proses penanganan perkara.

Dengan demikian, rangkaian pengangkutan koper, perangkat pendukung, serta pengamanan saksi dan sejumlah barang bukti menjadi salah satu langkah lanjutan dari penyidikan di lokasi restoran. Proses tersebut diarahkan untuk memperkuat pengumpulan bukti terkait dugaan tindak pidana yang sedang ditangani.

Penggeledahan dilakukan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dan berlangsung sejak siang pada Rabu (8/7/2026). Di lokasi itu, polisi menyiapkan pengamanan barang bukti dengan mengatur pergerakan temuan dari ruang atau titik penggeledahan menuju kendaraan operasional, sehingga seluruh proses tetap berada dalam pengawasan personel.

Pada rangkaian pemindahan, koper-koper yang memiliki ukuran berbeda diangkat dengan pembagian peran yang jelas. Setelah koper kecil hingga medium dipindahkan lebih dahulu oleh dua penyidik secara bersamaan, barulah koper berukuran lebih besar dibawa dengan keterlibatan beberapa orang, menandai tahapan berikutnya dalam pengamanan berlapis.

Selain uang dan dokumen, polisi juga membawa perangkat pendukung yang dapat memperjelas pemeriksaan, termasuk mesin penghitung uang serta dua brankas yang ikut ditemukan di restoran tersebut. Di sisi lain, penyitaan tidak hanya berhenti pada koper, karena penyidik juga mengambil uang dari money changer di samping lokasi dan mengamankan sejumlah ponsel sebagai kelengkapan proses penyidikan.