Hukum & Kriminal

Polisi Menunggu Hasil Otopsi 2 WN Nigeria yang Tewas di Apartemen Jakbar

0
×

Polisi Menunggu Hasil Otopsi 2 WN Nigeria yang Tewas di Apartemen Jakbar

Sebarkan artikel ini
Polisi Tunggu Hasil Otopsi 2 WN Nigeria yang Tewas di Apartemen Jakbar News 4 Juni 2026
Ilustrasi: Polisi Tunggu Hasil Otopsi 2 WN Nigeria yang Tewas di Apartemen Jakbar

jurnalistik.co.id – Polisi masih menunggu hasil otopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian dua warga negara (WN) Nigeria yang ditemukan tewas di Apartemen City Park, Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut polisi, kesimpulan akhir terkait penyebab kematian pria berinisial CD (27) dan II (34) masih berada dalam proses pemeriksaan medis dan forensik.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom mengatakan, proses otopsi terhadap kedua korban sedang berlangsung di RS Polri Kramat Jati.

“Itu (penyebabnya) sedang proses otopsi, belum keluar hasilnya. Tapi kalau dilihat dari situasi saat ini, dugaan sementara itu karena makanan,” ujar Gultom saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (4/6/2026).

Gultom menyampaikan bahwa dugaan sementara tersebut mengacu pada pemeriksaan medis awal yang menunjukkan adanya indikasi keracunan.

Dia menyebut tim dokter menemukan gangguan pada organ vital korban, termasuk ginjal dan otak, yang diduga berkaitan dengan kurangnya pasokan oksigen.

“Kalau hasil sementara di rumah sakit, ada gangguan ke ginjal dan kurangnya pasokan oksigen ke otak. Mungkin karena makanan, dugaan sementara seperti itu. Tapi hasil otopsi secara resmi belum keluar,” jelas Gultom.

Polisi juga menilai dugaan keracunan diperkuat oleh tidak ditemukannya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan fisik pada tubuh kedua korban.

Pemeriksaan sampel makanan di kamar apartemen

Selain menunggu hasil otopsi, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri masih meneliti sejumlah sampel makanan yang ditemukan di kamar apartemen tempat para korban berada.

Polisi menduga makanan tersebut merupakan santapan terakhir para korban sebelum mereka ditemukan tergeletak di beberapa ruangan berbeda.

Gultom menjelaskan jenis makanan yang ditemukan antara lain ayam dan ayam opor.

“Ada ayam, ayam opor. Tapi ada juga sayuran, belum tahu jenisnya sayur apa. Masih dicek di laboratorium, hasilnya belum keluar,” kata Gultom.

Ia menegaskan hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu keluarnya temuan resmi, sejalan dengan proses forensik yang dilakukan pada sampel terkait.

Memintai keterangan satu korban yang selamat

Di saat yang sama, penyidik berencana meminta keterangan dari satu-satunya korban yang selamat, yakni warga negara Nigeria berinisial OSO (39).

Polisi menyebut OSO masih menjalani perawatan di RS Buddha Tzu Chi.

Gultom menyampaikan kondisi OSO mulai membaik dan pihaknya berharap dapat segera dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan.

“Tadi kita ke rumah sakit, kondisinya sudah mulai membaik. Mudah-mudahan nanti dari hasil yang membaik ini, kita bisa gali keterangannya; makan apa dia, dan apa yang mereka lakukan,” ujar Gultom.

Menurut polisi, informasi yang bisa ditarik dari keterangan OSO diharapkan memperjelas rangkaian kejadian, termasuk terkait makanan yang dikonsumsi dan aktivitas yang dilakukan sebelum peristiwa.

Pemeriksaan awal dan keterangan Polda Metro Jaya

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal juga tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh kedua korban.

Budi Hermanto menegaskan bahwa meskipun tidak ditemukan tanda kekerasan pada tahap awal, penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban yang meninggal, namun penyelidikan masih terus dilakukan,” terang Budi.

Dengan demikian, polisi menempatkan otopsi resmi dan hasil pemeriksaan laboratorium sebagai rujukan utama untuk menentukan penyebab kematian secara pasti.

Upaya klarifikasi di lokasi

Kompas.com berupaya mendatangi Apartemen City Park pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Namun, salah satu petugas keamanan melarang pihak luar memasuki area apartemen, sehingga pihak manajemen belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melanjutkan rangkaian proses pemeriksaan dan menunggu hasil otopsi resmi untuk memastikan apakah dugaan sementara yang mengarah pada keracunan makanan dapat dibuktikan secara forensik.