jurnalistik.co.id – BOALEMO — Jajaran Polsek Tilamuta bersama Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Gorontalo bergerak cepat melakukan pencarian dua warga yang tenggelam di Sungai Mangulipa, Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Senin (25/05/2026).
Peristiwa itu menimpa Hamid Lahabi (70) dan putranya, Lisman Lahabi (31), warga Dusun IV Desa Lahumbo. Keduanya diduga terseret arus sungai saat berupaya mengambil buah kelapa yang hanyut sekitar pukul 11.00 WITA.
Insiden tersebut langsung memicu pencarian di sekitar lokasi kejadian. Aparat Polsek Tilamuta bersama unsur terkait kemudian mendatangi titik sungai untuk membantu penanganan awal dan menindaklanjuti laporan warga.
Sekitar pukul 13.00 WITA, seorang warga bernama Milan Moliju yang berada di sekitar lokasi menemukan tubuh Lisman Lahabi dalam kondisi mengapung. Temuan itu segera dilaporkan kepada aparat desa, lalu diteruskan kepada pihak Kepolisian Sektor Tilamuta.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tilamuta langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi bersama masyarakat setempat. Langkah cepat itu dilakukan agar penanganan korban bisa segera dipastikan dan area sungai dapat disisir lebih lanjut.
Pada sekitar pukul 13.30 WITA, korban Lisman Lahabi berhasil dievakuasi dari sungai. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Setelah proses evakuasi selesai, petugas membantu pengantaran jenazah ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Kehadiran petugas di lapangan juga menjadi bagian dari penanganan awal atas peristiwa yang menyisakan duka bagi keluarga korban tersebut.
Sementara itu, pencarian terhadap Hamid Lahabi yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan secara intensif. Operasi itu melibatkan personel Polsek Tilamuta, Ditpolairud Polda Gorontalo, Basarnas, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Kapolsek Tilamuta, Iptu Kisran Mile, S.W., M.M., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga menegaskan komitmen seluruh unsur yang terlibat untuk terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan.
“Kami bersama personel Ditpolairud Polda Gorontalo dan unsur terkait terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Mangulipa hingga ke wilayah muara. Sinergi seluruh pihak sangat penting dalam mempercepat proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” ujarnya.
Kehadiran personel Ditpolairud Polda Gorontalo dalam operasi kemanusiaan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pencarian di wilayah perairan. Dengan dukungan personel dan peralatan yang dimiliki, proses penyisiran dilakukan secara maksimal guna memperluas area pencarian korban.
Upaya yang dilakukan itu juga disebut sebagai wujud nyata komitmen Polri Presisi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan respons dan kerja sama lintas unsur menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian.
Polri juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi cuaca dan arus air sedang tidak bersahabat. Hingga saat ini, proses pencarian terhadap Hamid Lahabi masih terus berlangsung dengan melibatkan seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang bekerja tanpa kenal lelah demi menemukan korban dan memberikan kepastian kepada pihak keluarga.
Di tengah proses pencarian yang masih berjalan, suasana duka di rumah keluarga korban disebut terus menyelimuti warga sekitar. Aparat dan unsur SAR gabungan pun berupaya menjaga agar pencarian tetap terkoordinasi, tertib, dan aman, mengingat kondisi aliran sungai yang tidak bisa dipandang ringan. Fokus utama saat ini adalah memperluas penyisiran tanpa mengurangi kewaspadaan di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di bantaran sungai memerlukan perhatian ekstra, terlebih saat arus air berubah cepat dan jarak pandang tidak selalu mendukung. Karena itu, sinergi antara kepolisian, Basarnas, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai penting agar proses pencarian dapat terus berlangsung sampai ada kepastian penuh bagi keluarga yang menunggu kabar.












