Internasional

Feri membawa 116 penumpang tenggelam di lepas pantai Guyana, menurut otoritas

×

Feri membawa 116 penumpang tenggelam di lepas pantai Guyana, menurut otoritas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ferry carrying 116 passengers sinks off Guyana coast, authorities say

jurnalistik.co.id – Sebuah feri yang membawa 116 penumpang dilaporkan tenggelam di lepas pantai Guyana. Delapan orang sejauh ini telah berhasil diselamatkan, menurut keterangan otoritas setempat.

Kapal MV Barima disebut mengalami insiden ketika berada dekat Iron Punt. Insiden itu terjadi saat kapal beroperasi pada rute dari Georgetown menuju Port Kaituma.

Pihak berwenang menerima panggilan darurat pada pukul 23:01 waktu setempat (03:01 +1 BST). Menurut Menteri Pekerjaan Umum Juan Edghill, panggilan tersebut langsung memicu operasi pencarian yang bersifat mendesak.

Operasi pencarian melibatkan kapal milik negara dan pihak swasta. Edghill menyampaikan detail tersebut melalui sebuah pernyataan yang diposting di media sosial.

Hingga saat ini, status operasi pencarian masih belum jelas. Otoritas juga belum memastikan apakah mereka menargetkan penyelamatan penumpang lainnya dalam kejadian tersebut.

Di luar upaya pencarian, respons pemerintah juga disebut telah dimulai. Perdana Menteri Mark Phillips dikabarkan memimpin penanganan di tingkat pemerintah atas insiden tersebut.

Menurut data yang dirujuk dari VesselFinder, MV Barima dibangun pada tahun 1939. Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 40 meter (131 kaki).

Edghill juga menyebutkan perlengkapan keselamatan yang tersedia di kapal. Kapal dilengkapi 250 jaket pelampung, dua life craft yang bersifat kaku (rigid), serta enam life craft berbentuk inflatable.

Dengan adanya perlengkapan tersebut, pihak berwenang melakukan penilaian sambil menjalankan pencarian. Meski begitu, informasi lanjutan mengenai kondisi penumpang lain belum diumumkan secara terperinci.

Otoritas menegaskan bahwa tahap pencarian saat ini merupakan bagian dari upaya darurat yang sedang berjalan. Operasi melibatkan berbagai unsur agar proses pencarian bisa menjangkau area perairan sekitar lokasi insiden.

Lokasi kejadian disebut berada di pesisir Guyana, di wilayah yang berdekatan dengan Iron Punt. Dari informasi rute yang disebutkan, kapal sedang berada dalam perjalanan antara kota pelabuhan di Georgetown dan tujuan di Port Kaituma.

Dalam situasi seperti ini, keputusan berikutnya biasanya dipengaruhi oleh perkembangan di lapangan. Namun, keterangan yang tersedia saat laporan dimuat masih menunjukkan ketidakpastian mengenai kelanjutan target penyelamatan bagi penumpang lainnya.

Insiden ini menjadi perhatian karena melibatkan jumlah penumpang yang besar, yakni 116 orang. Sementara delapan orang telah berhasil diselamatkan, sisa penumpang masih menjadi bagian yang dicari dalam operasi tersebut.

Dengan waktu panggilan darurat yang tercatat pada 23:01 waktu setempat, pencarian segera dilakukan setelah sinyal bahaya diterima. Jaringan kapal negara dan swasta dikerahkan untuk membantu proses pencarian di perairan sekitar lokasi kapal terbalik.

Edghill menyampaikan bahwa operasi pencarian berlangsung sebagai respons cepat terhadap panggilan darurat tersebut. Hingga laporan ini, pemerintah menyatakan operasi masih berjalan, namun detail statusnya belum dapat dipastikan.

Di sisi lain, keterlibatan Perdana Menteri Mark Phillips memperlihatkan bahwa insiden ini ditangani sebagai urusan respons nasional. Pemerintah melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan berjalan sekaligus menyediakan dukungan bagi pihak terdampak.

Seiring berjalannya waktu, informasi terbaru dari otoritas diharapkan dapat menjelaskan perkembangan jumlah korban yang ditemukan maupun kemungkinan penyelamatan penumpang lain. Untuk saat ini, keterangan yang sudah terkonfirmasi baru mencakup data jumlah penumpang, jumlah yang berhasil diselamatkan, lokasi dekat Iron Punt, serta rincian panggilan darurat dan perlengkapan keselamatan kapal.

Sejak panggilan darurat diterima pada 23:01 waktu setempat, respons tidak hanya berfokus pada koordinasi awal, tetapi juga pada penentuan langkah pencarian yang dapat menjangkau area perairan di sekitar lokasi insiden dekat Iron Punt.

Otoritas terus menjalankan penilaian sambil memperhitungkan informasi keselamatan yang tersedia di kapal. Meski jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan sudah dikonfirmasi sebesar delapan orang, rincian kondisi penumpang lain masih belum diumumkan, sehingga status target penyelamatan tetap menjadi bagian dari proses yang sedang berlangsung.

Di tengah upaya tersebut, pemerintah juga menghadirkan dukungan tingkat nasional melalui keterlibatan Perdana Menteri Mark Phillips. Koordinasi ini dimaksudkan agar operasi pencarian dan penanganan dampak kepada pihak terdampak dapat berjalan beriringan, termasuk penggunaan fasilitas keselamatan yang disebut tersedia di MV Barima.