Internasional

Putin: Rusia Siap Berkompromi Demi Perdamaian dengan Ukraina

4
×

Putin: Rusia Siap Berkompromi Demi Perdamaian dengan Ukraina

Sebarkan artikel ini
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Ilustrasi: Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina

jurnalistik.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta Moskow membuat beberapa kompromi demi kesepakatan perdamaian Ukraina. Menurut Putin, Rusia siap melakukannya, dengan syarat Ukraina juga melakukan hal yang sama.

Putin menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Saint Petersburg pada Kamis (4/6/2026). Ia mengatakan Rusia memiliki semua sumber daya untuk mencapai tujuan militernya, sambil menegaskan pasukannya sedang maju di Ukraina.

Dalam kesempatan itu, Putin tetap menyatakan kesiapan Rusia untuk membuat kesepakatan dengan Ukraina melalui cara damai. “Kami benar-benar siap dan bersedia untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina melalui cara damai,” kata Putin, sebagaimana dilansir TRT World.

Putin menggambarkan bahwa proses menuju perdamaian tidak hanya bergantung pada posisi Rusia, melainkan juga pada langkah yang diambil pihak Ukraina. Ia menyebut Rusia bersedia menempuh jalur diplomasi secara damai selama ada kesesuaian sikap dari Ukraina.

Penguatan pertahanan udara di tengah eskalasi

Selain berbicara soal kompromi perdamaian, Putin juga menyinggung kebutuhan Rusia untuk memperkuat pertahanan udara. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah drone Ukraina menyerang terminal minyak dan pangkalan angkatan laut di Saint Petersburg.

Di Saint Petersburg, forum ekonomi penting turut berlangsung di lokasi yang sama. Menurut Putin, serangan tersebut menjadi konteks yang mendorong penekanan pada penguatan sistem pertahanan.

“Rusia memiliki sistem pertahanan udara. Ya, kita harus memperbaikinya. Ya, kita akan melakukannya,” kata pemimpin Rusia itu. Ia menyatakan bahwa perbaikan dan penguatan menjadi bagian dari langkah yang akan dijalankan Rusia.

Putin juga menegaskan bahwa upaya tersebut terkait dengan memastikan kemampuan pertahanan tetap bekerja efektif. Ia tidak menguraikan detail teknis dalam pernyataannya, namun menekankan perlunya pembenahan dan penguatan yang segera dilakukan.

Rusia mempertimbangkan perluasan penggunaan Oreshnik

Dalam pernyataannya, Putin mengatakan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan untuk memperluas penggunaan rudal hipersonik Oreshnik terhadap kota-kota di Ukraina. Ia menambahkan bahwa senjata tersebut belum digunakan dalam “arti kata yang sebenarnya”.

Putin juga menyebutkan klaim terkait kemampuan rudal tersebut, termasuk bahwa Oreshnik bergerak 10 kali lipat kecepatan suara. Menurut pernyataan Putin, rudal itu mampu membawa hulu ledak nuklir.

Dengan menyatakan masih mempertimbangkan perluasan penggunaan Oreshnik, Putin menempatkan isu persenjataan sebagai bagian dari strategi yang dinilainya belum sepenuhnya diterapkan. Ia sekaligus mengaitkan narasinya dengan kemampuan Rusia dalam menghadapi situasi di Ukraina.

Rusia maju di sepanjang garis kontak

Putin ditanya apakah serangan Rusia terhadap Ukraina telah menjadi “bencana strategis”. Ia menjawab dengan sudut pandang yang berbeda terhadap penilaian tersebut, dengan menyatakan bahwa Rusia justru “maju di sepanjang garis kontak”.

Putin mengaitkan pernyataannya dengan perkembangan di lapangan. Ia menyebut bahwa Rusia sedang melanjutkan gerakannya sekaligus mempertahankan arah tujuan militernya.

Dalam penjelasan yang disampaikan, Putin mengklaim bahwa Rusia telah menguasai sepenuhnya seluruh wilayah Luhansk di Ukraina. Ia juga menyatakan bahwa Rusia menguasai lebih dari 85 persen wilayah Donetsk.

Selain Donetsk, Putin menyebut penguasaan atas wilayah Zaporizhzhia dengan angka sekitar 80 persen. Klaim itu disampaikan sebagai bagian dari upaya menggambarkan situasi kontrol wilayah di berbagai area konflik.

Putin juga menegaskan bahwa kemajuan tersebut terjadi ketika Rusia bersiap untuk membuka ruang negosiasi. Ia menyatakan kesiapan Rusia untuk mencapai kesepakatan damai, seraya menyebut kondisi militer sebagai fakta yang sedang berjalan.

Dalam narasi yang sama, Putin menempatkan permintaan kompromi yang disebut berasal dari Trump sebagai pemantik pembicaraan perdamaian. Namun, ia menekankan bahwa kesepakatan tidak dapat dilakukan satu pihak saja, sehingga Ukraina perlu menunjukkan langkah yang sepadan.

Secara keseluruhan, pernyataan Putin memadukan tiga benang utama: upaya menuju kesepakatan perdamaian dengan syarat timbal balik, urgensi penguatan pertahanan udara setelah serangan menggunakan drone, serta indikasi rencana perluasan penggunaan rudal hipersonik Oreshnik. Di saat yang sama, Putin juga menyebut klaim kemajuan di sepanjang garis kontak sebagai landasan penilaiannya terhadap situasi yang sedang berlangsung.

Dengan merujuk pada kontrol wilayah Luhansk, Donetsk, dan Zaporizhzhia, Putin menyampaikan bahwa Rusia tetap berorientasi pada tujuan militernya. Ia menyertakan pula posisi bahwa langkah damai dapat ditempuh, selama Ukraina melakukan hal yang sama dalam kerangka kompromi yang dimaksud.