Politik & Parlemen

Rachel Reeves Dukung Andy Burnham Jadi PM, Meski Ada Laporan Bisa Diturunkan

×

Rachel Reeves Dukung Andy Burnham Jadi PM, Meski Ada Laporan Bisa Diturunkan

Sebarkan artikel ini
Reeves backs Burnham to become next prime minister
Ilustrasi: Rachel Reeves backs Andy Burnham for prime minister

jurnalistik.co.id – Rachel Reeves menyatakan dukungannya kepada Andy Burnham untuk menjadi perdana menteri berikutnya, meski beredar kabar Burnham akan menempatkannya pada posisi kabinet yang lebih junior apabila memimpin Partai Buruh.

Dalam pernyataan kepada BBC, Reeves mengatakan, “I’m supporting Andy to be prime minister.” Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah politik Burnham, namun menyerahkan keputusan susunan pemerintahan kepada perdana menteri yang nantinya terpilih.

Burnham, yang baru dilantik sebagai anggota parlemen untuk Makerfield pada awal pekan ini, diperkirakan akan menggantikan Reeves sebagai kanselir bila ia berhasil naik menjadi perdana menteri. Saat ini, Reeves menilai Burnham adalah satu-satunya kandidat yang “put their hand up for the Labour leadership.”

Reeves mengakui bahwa keberlanjutan perannya sebagai kanselir bergantung pada pilihan Burnham. Ia mengatakan siap memberikan bantuan yang bersifat terarah dan sementara untuk tagihan energi pada musim gugur, sambil menempatkan keputusan jabatan dalam kerangka yang akan ditetapkan perdana menteri baru.

Ketika ditanya soal laporan yang menyebut Burnham berpotensi menawarkan peran lebih junior kepada Reeves di kabinetnya, Reeves kembali menegaskan dukungannya kepada anggota parlemen termuda tersebut. Ia menyatakan, “I’m not going to pre-empt the decisions that the new prime minister will make. I’m backing Andy. I think he’d be a great prime minister, but those are his decisions, not mine to make.”

Di lingkungan Partai Buruh, Burnham dipandang sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Sir Keir Starmer. Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri setelah gelombang pengunduran diri sejumlah anggota kabinet senior. Jika Burnham tidak menghadapi lawan dalam pemilihan internal, ia disebut bisa menjadi perdana menteri paling cepat pada 17 Juli.

Aturan fiskal jadi sorotan

Dalam kesempatan terpisah, Reeves menekankan pentingnya pemimpin berikutnya tetap berpegang pada aturan fiskal. Aturan tersebut mencakup target agar pengeluaran harian dibiayai melalui penerimaan pajak pada akhir masa parlemen, serta upaya menurunkan utang sebagai proporsi produk domestik bruto (PDB).

Reeves menyatakan bahwa Burnham juga sebelumnya telah berkomitmen untuk mempertahankan aturan pinjaman dan belanja pemerintah yang berlaku saat ini. Dalam pandangannya, arah kebijakan fiskal tidak boleh lepas kendali.

Ia mengingatkan, “The last government lost control of the public finances.” Menurut Reeves, konsekuensinya terlihat pada kondisi ekonomi yang memburuk, termasuk inflasi dan suku bunga yang melonjak. Ia menambahkan, “It sent inflation through the roof and interest rates through the roof. So control of the public finances has a real impact on families today.”

Reeves juga menyebut bahwa ia telah meningkatkan fleksibilitas dalam anggaran pemerintah dengan menambah ruang fiskal. Meski begitu, ia menegaskan masyarakat harus mendapat kepastian bahwa partai yang memimpin tetap akan menjaga disiplin fiskal.

Ia menegaskan, “Because if you lose control of the public finances, it is ordinary working people and businesses who pay the price with higher inflation, higher taxes and indeed higher interest rates.”

Soal ketidakhadiran saat pengumuman Starmer

Reeves tidak hadir di kerumunan di luar 10 Downing Street pada Senin ketika Sir Keir mengumumkan langkah mundurnya sebagai perdana menteri. Namun, ia disebut hadir dalam sesi foto bersama kelompok dengan Burnham setelah pelantikan Burnham di Westminster pada hari yang sama.

Ketika ditanya mengapa tidak hadir pada pidato pengunduran diri Starmer, Reeves tidak menjelaskan alasan ketidakhadirannya. Ia mengatakan bahwa publik tidak perlu meragukan komitmennya.

Reeves menegaskan, “I don’t think anyone can doubt my commitment to the prime minister. I’ve been by his side for six years now as shadow chancellor and then as chancellor of the exchequer.”

Dalam refleksinya selama masa menjabat, Reeves menyebut ada hal yang seharusnya bisa ia lakukan lebih baik. Meski demikian, ia menyatakan kebanggaannya atas catatan yang telah dicapainya.

Menurutnya, rekam jejak tersebut mencakup upaya meningkatkan national living wage dan national minimum wage. Ia juga menyinggung bahwa ekonomi tumbuh dan inflasi kemudian merata, sehingga terdapat perbaikan dalam dinamika ekonomi yang ia sebut terjadi sepanjang periode kepemimpinannya.

Reeves menambahkan bahwa setiap pemimpin berikutnya—baik yang memegang jabatan perdana menteri maupun kanselir—akan mewarisi kondisi ekonomi yang lebih kuat dibanding yang ia terima dua tahun lalu. Ia menyampaikan, “I know that whoever is prime minister and chancellor in the future will inherit a stronger economy than the one I inherited two years ago,”

Dengan dukungan tersebut, Reeves menempatkan posisinya sebagai bagian dari transisi internal Partai Buruh, sembari memastikan diskusi tentang jabatan kabinet tidak mengaburkan komitmen kebijakan fiskal yang ia anggap menjadi fondasi stabilitas pemerintahan ke depan.