Politik & Parlemen

Kemi Badenoch Tak Akan Minta Maaf Soal Bahasa di Sidang Commons yang Memanas

×

Kemi Badenoch Tak Akan Minta Maaf Soal Bahasa di Sidang Commons yang Memanas

Sebarkan artikel ini
Badenoch won't say sorry for language at fiery Commons session
Ilustrasi: Badenoch won't say sorry for language at fiery Commons session

jurnalistik.co.id – Partai Konservatif menyatakan Kemi Badenoch tidak akan meminta maaf atas kata-katanya setelah sesi Prime Minister’s Questions (PMQs) yang berlangsung panas. Dalam sidang Commons itu, Badenoch berulang kali menyerang menteri-menteri pemerintahan.

Di ruang sidang, Badenoch menyebut anggota parlemen dari Labour sedang “cheering on Sir Keir Starmer”, meski menurutnya “400 knives stuck in his back”. Speaker Commons, Sir Lindsay Hoyle, kemudian meminta agar suasana dijaga dengan “a little bit more decorum and respect”.

Selain itu, Badenoch juga mengatakan banyak anggota Labour adalah “traitors and deserters”. Ia juga menuding Education Secretary Bridget Phillipson sebagai “spiteful class warrior”.

Pernyataan-pernyataan tersebut memicu pertukaran kata yang ketat antara Badenoch dan Phillipson pada momen-momen setelah PMQs. Keduanya terlibat dalam adu argumen sebelum suasana kembali mereda.

PMQs kali ini menjadi pertemuan pertama setelah Sir Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Labour. Badenoch mengatakan anggota Labour telah “abandoned” Starmer untuk “a pair of eyelashes and a black t-shirt”, sebuah rujukan terhadap kandidat terdepan kepemimpinan, Andy Burnham.

Starmer mundur sebagai pemimpin Labour pada Senin, membuka jalan bagi perdana menteri baru menggantikannya paling cepat bulan depan. Burnham, yang merupakan anggota parlemen baru untuk Makerfield, dipandang sebagai favorit utama untuk posisi tersebut.

Badenoch juga menuduh Chancellor Rachel Reeves “killing jobs”, serta menuduh Energy Secretary Ed Miliband “killing industry”. Saat intervensi berlangsung, Sir Lindsay Hoyle menekankan pentingnya memikirkan bahasa yang digunakan di Commons.

Hoyle menyampaikan bahwa ketika mereka meninggalkan ruang sidang, “don’t be surprised when constituents feel they can use the same language”. Ketika ditanya apakah Badenoch akan meminta maaf, juru bicara Badenoch menjawab “absolutely not”.

Masih belum jelas bahasa spesifik yang membuat Hoyle turun tangan. Seorang sumber Konservatif mengklaim Speaker tidak senang ketika Badenoch mengatakan anggota Labour “don’t like it up them”, sebuah rujukan ke Dad’s Army.

Namun, sumber dari pihak Labour menyatakan komentar Hoyle berkaitan dengan kritik Badenoch terhadap Phillipson. Setelah PMQs, keduanya bertukar kata lagi di division lobbies, dengan klaim sumber Labour bahwa Badenoch mengatakan kepada Phillipson: “You are spiteful, I’m never going to stop talking about how spiteful you are.”

Phillipson, menurut sumber Labour, kemudian menjawab: “The public are going to find out who you really are.” Sementara itu, seorang sumber Konservatif menyebut Badenoch juga mengatakan “I will fight you all the way, you’re destroying children’s lives”, meski klaim tersebut kemudian dibantah oleh sumber dekat Phillipson.

Di media sosial, Phillipson kemudian menulis bahwa “Kemi lost her head at PMQs – and afterwards too”. Ia juga mengklaim Badenoch sebelumnya membandingkannya “to a Gestapo officer”, lalu menambahkan: “I wonder what it is about a working class woman driving record investment in state schools by ending private schools’ tax breaks that the Tories hate so much.”

Sebelumnya di Commons, Sir Keir Starmer membela Phillipson dan “incredible story of social mobility and success” setelah tumbuh dalam kemiskinan. Ia mengatakan: “She knows that for poor children education is absolutely vital and that is why it drives every single priority and value that she has.”

Menanggapi hal itu, Badenoch menjawab: “The fact is if she knew so much about poor children she wouldn’t have given them fewer teachers.” Starmer juga membela menteri-menteri lain, termasuk Reeves, yang menurutnya “ended austerity” dan membawa “the right economic plan” untuk membantu “weather the global storms”, termasuk konflik Iran.

Dalam penutup rangkaian pernyataannya, Sir Keir Starmer menyebut ia yakin akan menyerahkan negara dalam “better shape” dibanding saat ia menemukannya. Meski demikian, posisi Konservatif jelas: Badenoch tidak akan meminta maaf terkait bahasa yang dipakai dalam sidang yang memanas itu.