Olahraga

Rangers Ajukan Banding Hukuman McInnes: Sebutan ‘disgusting’ Terkait Penalti Akhir Celtic

×

Rangers Ajukan Banding Hukuman McInnes: Sebutan ‘disgusting’ Terkait Penalti Akhir Celtic

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rangers to fight McInnes ban for 'disgusting' penalty remark

jurnalistik.co.id – Rangers memastikan akan melawan larangan mendampingi pertandingan dari pinggir lapangan yang dijatuhkan kepada manajer Derek McInnes. Langkah banding itu muncul setelah McInnes menilai keputusan penalti telat yang diberikan untuk Celtic pada laga kontra Motherwell sebagai “disgusting”.

Larangan tersebut terkait insiden penalti di masa tambahan waktu yang berawal dari dugaan handball. Penalti itu kemudian dieksekusi dan berbuah gol setelah Kelechi Iheanacho menyelesaikannya, dalam pertandingan Motherwell vs Celtic yang berakhir 3-2 pada 13 Mei.

Kemenangan Celtic di Fir Park membuat mereka hanya terpaut satu poin dari Hearts. Tak lama kemudian, Hearts memastikan gelar usai mengalahkan lawan pada laga penentuan di hari terakhir musim.

Menurut keputusan Skotlandia FA, McInnes menerima larangan langsung untuk tiga pertandingan, dengan satu laga sisanya ditangguhkan hingga akhir musim. Walau demikian, Rangers menyebut dampaknya tetap berupa larangan empat pertandingan di area teknis atau touchline, sehingga mereka mempersiapkan proses banding.

Dalam responsnya, Rangers menegaskan bahwa komentar McInnes diarahkan pada keputusan wasit, bukan sebagai kritik menyeluruh terhadap pihak resmi. Poin itu menjadi fondasi utama pembelaan yang disampaikan klub kepada otoritas kompetisi.

McInnes sendiri menyampaikan penilaiannya setelah laga saat ia berbicara kepada Sky Sports. Ia mengatakan bahwa ketika mendengar Celtic mendapat penalti pada menit ke-96 dan VAR memeriksa insiden tersebut, orang akan mengira penalti memang diberikan. Setelah melihat tayangan ulang, McInnes menyebutnya “disgusting” (“disgusting”).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengemukakan keraguannya: ia tidak yakin itu pantas disebut tendangan penalti (“I don’t think it’s a penalty kick.”). Ia menambahkan bahwa situasi mereka seakan menghadapi tekanan dari segala arah, dengan kalimat: “But we’re up against it. We’re up against everybody.”

Terkait jadwal, McInnes diperkirakan menyaksikan laga dari tribun saat Rangers membuka kompetisi Scottish Premiership tandang ke Dundee United pada 31 Juli. Larangan yang sama juga berlaku untuk laga berikutnya di kandang melawan Hibernian, serta untuk pertandingan Piala Liga pada akhir pekan 15/16 Agustus.

Namun, larangan touchline itu tidak mencakup kualifikasi Europa League melawan klub asal Polandia, Jagiellonia Bialystok. Rangers akan tetap memiliki manajer mereka berada di area yang diizinkan saat menghadapi fase tersebut.

Rangers juga menambahkan bahwa kekhawatiran McInnes “banyak dibagikan oleh komentator lain” di berbagai tempat di Inggris. Klub berpendapat bahwa bahasa serupa pernah digunakan dalam sepak bola Skotlandia oleh pihak lain, dengan sanksi yang lebih ringan—bahkan ada yang tidak menerima tindakan disipliner sama sekali.

Di luar ruang sidang disiplin, insiden pasca pertandingan Fir Park juga memunculkan konsekuensi lain. Setelah drama di akhir laga, rincian kontak wasit John Beaton dilaporkan sempat diposting secara daring, sementara polisi menjaga rumahnya dalam pemantauan. Setelah itu, seorang remaja kemudian didakwa “dalam kaitan dengan pelanggaran perlindungan data”.

Ketua wasit SFA, Willie Collum, menyatakan dukungannya terhadap keputusan tersebut. Ia merujuk adanya “clear evidence” dengan menyebut tangan dan lengan Sam Nicholson berada dalam posisi yang “in an unnatural position”, sehingga kontak yang terjadi dinilai sebagai “a punishable handball”.

Sanksi juga menyasar pihak lain yang terlibat dalam pusaran reaksi atas keputusan VAR. Motherwell serta mantan pemain tengah mereka, Elliott Watt, telah mendapatkan hukuman. Watt yang kini memperkuat klub Turki Samsunspor menerima skors empat pertandingan setelah menyebut insiden itu sebagai “the worst VAR decision in history”.

Sementara itu, Motherwell dikenai denda sebesar £5.000 karena merilis video dengan caption: “As the world of football mocks our game, we simply have to draw a line in the sand and shift the focus.”

Di sisi proses administrasi, petugas kepatuhan Scottish FA mengajukan keluhan kepada ketiga pihak berdasarkan aturan disipliner 72. Dalam inti aturan tersebut, tertulis larangan bagi siapa pun yang berada di bawah yurisdiksi SFA untuk, dalam wawancara maupun tulisan di internet serta media sosial, membuat pernyataan yang dapat mengarah pada publikasi seperti mengkritik keputusan atau penampilan pengadil sedemikian rupa hingga menunjukkan dugaan bias atau ketidakmampuan, atau membuat komentar yang menyinggung karakter pejabat pertandingan.

Melalui pernyataan penutup, Rangers menekankan bahwa penghormatan kepada wasit dan penelaahan yang sah tidak seharusnya dipertentangkan. Klub menyatakan para manajer, pemain, dan klub harus bisa berbicara secara jujur mengenai keputusan besar jika sepak bola Skotlandia ingin meningkatkan standar dan menjaga kepercayaan. Mereka juga menambahkan bahwa “Scrutiny, transparency and accountability” harus dipandang sebagai bagian dari perbaikan kualitas, bukan ancaman terhadap standar tersebut.