jurnalistik.co.id – Southern Brave memulai kampanye The Hundred 2025 dengan kemenangan berjarak delapan run atas Welsh Fire di Southampton.
Hasil ini membuat Brave bangkit setelah sempat terlihat sulit, sekaligus menegaskan mereka mampu merebut momentum di momen-momen krusial.
Southern Brave membukukan 127-6 (100 bola). Di sisi lain, Welsh Fire mengejar 128 tetapi berhenti di 118-8 (100 bola), sehingga laga berakhir dengan kemenangan Brave lewat selisih delapan run.
Pada babak awal, Fire terlihat berada di jalur yang lebih nyaman. Mereka sudah mencapai 109-3 dalam pengejaran mereka terhadap target 128, dengan pembuka Georgia Voll berada dalam ritme permainan dan belum tersentuh kekalahan.
Voll bahkan tampil dengan kontribusi 45* dari 36 bola, memberi tekanan agar Fire bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat dari yang dibayangkan.
Runtuhnya Welsh Fire di fase akhir
Namun, perubahan besar datang setelah Tilly Corteen-Coleman—spinner kidal berusia 18 tahun—menghentikan laju Voll. Pemukul Australia itu dijatuhkan pada skor 52, dan sejak saat itu permainan Welsh Fire berubah drastis.
Brave lalu memanfaatkan celah tersebut dengan menghancurkan laju lawan: Fire kehilangan lima wicket hanya dalam rentang enam run dan 14 bola.
Setelah itu, Lauren Bell kembali menambah daya rusak Brave. Ia mencatat wicket Georgia Wareham dan Em Arlott pada rangkaian berikutnya.
Di penutup, kapten Southern Brave Sophie Molineux melengkapi perburuan wicket dengan angka 3-14. Salah satu wicket yang ia ambil adalah Sophie Devine, sosok yang menjadi lawan langsung di sisi berlawanan.
Dengan runtuhnya Fire pada fase tersebut, kemenangan Brave yang semula tampak sulit perlahan menjadi hasil yang nyata.
Lapangan sempat mengkhawatirkan
Sepanjang sebagian besar pertandingan, Brave tidak tampil tanpa masalah. Mereka sempat melakukan performa lapangan yang kurang rapi dan menjatuhkan sejumlah peluang.
Kesalahan itu termasuk kegagalan menangkap bola pada fase awal, yang terjadi pada set pembuka Georgia Voll ketika Bell melepaskan kesempatan.
Berita Terkait
Situasi tersebut membuat Brave berada dalam posisi yang tidak ideal, karena sekaligus memberi ruang bagi Fire untuk menjaga laju pengejaran mereka tetap stabil.
Meski begitu, Brave mampu mengunci hasil ketika pertandingan mulai memasuki fase yang menentukan.
Innings Southern Brave: fondasi dibangun, lalu ditekan
Sebelum Fire runtuh, Brave lebih dulu berupaya membangun fondasi pada innings mereka. Tantangan mereka terlihat saat mencoba mengembangkan posisi yang diletakkan Lizelle Lee, yang dipanggil lebih dulu untuk memukul.
Lee menyumbang 30 dari 26 bola, memberikan landasan awal agar Brave memiliki peluang menciptakan target yang memadai.
Meski demikian, laju Brave tidak berjalan mulus. Laura Wolvaardt dari Afrika Selatan menjadi penopang innings dengan 45* yang tidak kalah penting untuk menjaga Brave tetap berada di jalur aman.
Heather Graham kemudian memberi respons dari pihak Fire. Ia mencatat 4-19 dan membuat innings tuan rumah tidak benar-benar meledak, hingga Brave menutupnya pada 126-7 yang kemudian terakumulasi menjadi 127-6 pada skor akhir.
Target 128 itulah yang kemudian coba dikejar oleh Welsh Fire, dengan Voll menjadi salah satu kunci paling menonjol di awal pengejaran.
Makna hasil bagi kedua tim
Bagi Welsh Fire, kekalahan ini datang setelah perjalanan mereka di musim sebelumnya tidak berjalan sesuai harapan. Mereka mengakhiri tabel dengan hanya satu kemenangan.
Di luar performa lapangan, Fire juga melakukan investasi besar. Salah satu yang disorot adalah kesepakatan nilai £210,000 untuk Devine—yang disebut sebagai biaya tertinggi secara bersama dalam lelang—dengan harapan komposisi baru bisa memberi dampak sejak awal.
Dengan kondisi itu, Welsh Fire akan berusaha segera bangkit di pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama karena mereka sempat berada dalam posisi untuk meraih kemenangan sebelum runtuhnya lima wicket dalam tempo singkat.
Sementara itu, Southern Brave mencatat awal yang kuat dalam musim ini. Mereka berhasil mendaratkan kemenangan delapan run dan sekaligus menunjukkan kemampuan “fightback” yang dibutuhkan untuk menutup pertandingan saat lawan tampak memegang kendali.
Brave juga membawa catatan penting dalam sejarah mereka di The Hundred: mereka mencapai empat dari lima final dan pernah menjadi juara pada 2023.












