Hukum & Kriminal

Reseller tiket StubHub: pelanggan mendapat refund £10 karena biaya tersembunyi ilegal

×

Reseller tiket StubHub: pelanggan mendapat refund £10 karena biaya tersembunyi ilegal

Sebarkan artikel ini
StubHub customers to get £10 refund over illegal hidden fees
Ilustrasi: Ticket reseller StubHub customers to get £10 refund over illegal hidden fees

jurnalistik.co.id – Competition and Markets Authority (CMA) memerintahkan StubHub UK mengembalikan dana kepada pelanggan sebagai respons atas pelanggaran terkait biaya tersembunyi yang tidak ditampilkan secara utuh sejak awal proses pembelian tiket.

CMA menyatakan lebih dari 50.000 pelanggan akan menerima pengembalian, dengan rata-rata kompensasi sekitar £10 per transaksi. Selain pengembalian dana, regulator juga menjatuhkan denda sebesar £900.000 kepada perusahaan tersebut.

Menurut CMA, masalah utamanya berawal dari cara penyajian harga yang membuat pembeli baru mengetahui harga sesungguhnya ketika masuk ke tahap akhir pembayaran. Dalam praktik tersebut, biaya tambahan diperkenalkan belakangan, sehingga total harga terlihat lebih rendah pada fase awal.

“Hitting customers with hidden fees is illegal. It’s not fair to draw people in with what looks like a good deal, only for them to find the real price is higher when they get to the checkout due to extra charges that can’t be avoided,” kata Emma Cochrane, executive director of consumer protection di CMA.

Cochrane menambahkan bahwa CMA akan memastikan StubHub UK menghubungi penggemar terkait pengembalian dana. Regulator juga menyampaikan bahwa perusahaan telah mengambil langkah untuk menghentikan praktik yang dimaksud.

“Going to a live gig or sports game is an event many people save for – and our action today means thousands of fans will get back money taken unfairly through hidden fees,” ujar Cochrane. “Our message to businesses is simple: be transparent on costs or risk CMA action.”

Biaya tambahan baru muncul saat pembayaran

CMA menjelaskan bahwa pada periode 6 April hingga 7 Desember tahun lalu, beberapa pelanggan yang membeli tiket untuk konser musik dan acara olahraga melalui StubHub UK diminta membayar biaya wajib seperti biaya pengiriman dan biaya layanan.

Regulator menilai biaya-biaya itu bersifat tidak dapat dihindari, namun baru ditambahkan pada tahap checkout terakhir. Dengan demikian, pelanggan mendapat kesan bahwa produk lebih murah dibandingkan harga sesungguhnya sebelum melihat total biaya di akhir.

CMA juga menyebut bahwa StubHub UK mengakui pelanggaran hukum dan memperoleh pengurangan 40% dari penalti finansial. Perusahaan disebut telah melakukan langkah untuk “end the conduct”, sesuai pernyataan CMA.

“Going to a live gig or sports game is an event many people save for – and our action today means thousands of fans will get back money taken unfairly through hidden fees,” kata Cochrane, menekankan dampak langsung pada konsumen yang merasa dirugikan.

Kaitannya dengan aturan “drip pricing”

Denda terhadap StubHub muncul di tengah penyelidikan CMA terhadap sejumlah perusahaan terkait praktik penetapan harga online. CMA menilai praktik tertentu, seperti drip pricing, yang dilarang tahun lalu, dapat menyesatkan pembeli karena biaya diperkenalkan belakangan dalam proses pembelian.

Dalam konteks drip pricing, biaya dan pungutan ditambahkan setelah tahap awal, bukan ditampilkan di depan. CMA menyatakan hal ini membuat pelanggan melihat harga yang tampak lebih murah, padahal total yang harus dibayar akan meningkat setelah biaya tambahan muncul di akhir.

Selain StubHub UK, CMA sebelumnya juga meluncurkan investigasi terhadap Viagogo, AA Driving School, BSM Driving School, Gold’s Gym, Wayfair, Appliances Direct, dan Marks Electrical.

Regulator sedang meninjau sejumlah praktik, termasuk pressure selling, drip pricing, serta misleading countdown clocks sebagai bagian dari investigasi tersebut. Di bawah Digital Markets, Competition and Consumers Act yang mulai berlaku tahun lalu, CMA memiliki kewenangan untuk menangani perilaku yang tidak kompetitif dan tindakan merugikan konsumen.

CMA menyatakan regulator kini dapat memutuskan apakah hukum konsumen dilanggar tanpa harus menempuh jalur pengadilan, serta dapat memerintahkan perusahaan membayar kompensasi kepada konsumen yang terdampak. CMA juga menyebut denda bisa mencapai hingga 10% dari omset global.

Seiring pengumuman denda untuk StubHub UK, CMA juga menyampaikan bahwa investigasi terhadap Viagogo masih berlangsung dan pembaruan dijadwalkan pada akhir musim panas ini. Sementara itu, pada bulan Maret, CMA memerintahkan pemilik AA dan BSM driving schools membayar pengembalian kepada lebih dari 80.000 peserta didik.

Cochrane menegaskan langkah-langkah CMA membawa sinyal peringatan bagi pelaku usaha agar transparan pada biaya. “The law is clear: hitting customers with hidden, extra fees that aren’t clearly disclosed from the start is completely unacceptable, so it’s good to see the CMA using its new powers to secure hard-earned money back for consumers and issue a significant fine,” kata Rocio Concha, policy director di Which?.