jurnalistik.co.id – Rangkaian perjalanan kereta di Inggris bagian utara terganggu setelah terjadi kegagalan listrik di pusat kendali persinyalan di Manchester, memicu penundaan dan pembatalan dalam skala besar. Sejumlah penumpang menggambarkan pengalaman mereka sebagai “nightmare” karena harus menunggu jauh lebih lama dari rencana.
Gangguan bermula ketika listrik gagal di Manchester Rail Operating Centre tepat sebelum pukul 14:00 BST pada Kamis. Kegagalan itu juga menjadi bagian dari pemadaman listrik yang lebih luas di area Ardwick.
Transport Secretary Heidi Alexander menyatakan gangguan diperkirakan berlanjut untuk sisa hari itu dan meminta penumpang mengecek perjalanan sebelum berangkat. National Rail menyebut pada Kamis malam setidaknya ada delapan operator yang terdampak.
Menurut BBC Transport correspondent Katy Austin, gangguan memunculkan “ripple effect” hingga memengaruhi perjalanan di luar zona utama, termasuk wilayah Midlands. Beberapa kereta yang menuju utara dari stasiun seperti Birmingham New Street dan London Euston menghadapi penundaan maupun pembatalan.
Network Rail juga mengaitkan situasi makin rumit dengan insiden lain di jalur rel. Jaringan menyebut “a wartime bomb” di dekat rel antara Tamworth dan Burton-on-Trent sempat membuat semua jalur di antara kedua stasiun itu terblokir untuk sementara waktu pada Kamis.
Network Rail kemudian menyatakan insiden dan gangguan tersebut sudah berakhir. Namun, dampaknya terhadap jadwal dan proses perjalanan masih terasa karena banyak perjalanan terhenti atau harus berubah rute.
Sarah Nelson, penumpang yang mengalami kesulitan menuju tempat kerja di Manchester, mengatakan ia menjalani perjalanan pulang-pergi lima jam dengan rasa “nightmare” agar bisa kembali ke rumahnya di Blackpool. Ia termasuk penumpang yang menyampaikan kondisi itu lewat BBC Your Voice.
Seorang terapis pijat remedial juga melaporkan keretanya tertahan di Horwich Parkway lebih dari 90 menit. Sementara itu, Chris, konsultan teknologi yang tiba dari Skotlandia ke Manchester pada Rabu untuk urusan bisnis, mengatakan ia kemungkinan harus memesan hotel meski mahal.
Chris menggambarkan penundaan sebagai “costly, inconvenient… frustrating”. Ia juga menyampaikan bahwa informasi yang ia terima menyatakan tidak ada listrik untuk kereta apa pun dan tidak ada jadwal operasional hingga akhir hari.
Ia mengutip penjelasan yang ia dengar, “We’re still being told there is no power to any of the trains, no electricity – and they don’t expect anything to run today until the end of the day.” Chris menambahkan, “I will have to get a hotel here and see if I can get home tomorrow.”
Gangguan ini turut mengubah rencana perjalanan pasangan yang baru kembali dari Gibraltar. Matt dan Sarah menargetkan kereta menuju Clitheroe, Lancashire, setelah mendarat di Manchester Airport, tetapi akhirnya harus menggunakan Uber untuk pulang karena layanan kereta tidak sesuai rencana.
Matt dan Sarah menyebut kondisi tersebut menelan biaya besar dengan ungkapan “costing a fortune”.
Berita Terkait
Evakuasi ketika persinyalan gagal
Stacey termasuk penumpang yang dievakuasi dari sebuah kereta yang berhenti lebih awal di Manchester saat persinyalan bermasalah. Perempuan berusia 38 tahun itu saat itu berada dalam perjalanan dari Deansgate menuju Leyland, Lancashire.
Stacey menyatakan, “The train stopped when the signals went,” lalu memuji petugas atas respons yang dinilai “phenomenal”. Ia menilai upaya para staf berlangsung “calm and professional” dalam mengatur evakuasi terkontrol dari area viaduct.
Untuk kembali ke rumah, Stacey membayar £60 untuk taksi. Berdasarkan situasi itu, banyak penumpang menghadapi biaya tambahan, terutama ketika harus beralih ke moda transportasi lain.
National Rail menyampaikan bahwa penumpang yang perjalanan keretanya tertunda atau dibatalkan akibat gangguan berpotensi memperoleh pengembalian uang sebagian. Skemanya berbeda antarperusahaan, tetapi National Rail menegaskan “they all offer compensation”.
Nominal kompensasi bergantung pada jenis tiket dan lamanya keterlambatan. Setiap perusahaan kereta menetapkan batas kompensasi masing-masing, dan klaim bisa diajukan online atau melalui pos menggunakan formulir yang bisa diunduh dari situs perusahaan kereta atau didapatkan di stasiun yang dilayani staf.
National Rail juga menyebut klaim dapat dibuat melalui skema nasional Delay Repay. Dengan demikian, meski jadwal terganggu, tersedia jalur administratif untuk mengajukan kompensasi sesuai ketentuan operator.
Menurut pembaruan hingga pukul 20:00 BST, beberapa operator merinci langkah mereka. Avanti West Coast menyatakan layanan antara London Euston dan Manchester Piccadilly dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, atau dialihkan.
CrossCountry menyampaikan layanan kini bisa beroperasi dari Manchester, tetapi masih ada potensi “knock-on delays”. East Midlands Railway juga meminta penumpang tidak bepergian antara Sheffield dan Liverpool Lime Street, sembari menyatakan gangguan berlanjut di antara Liverpool dan Nottingham/Norwich.
London Northwestern Railway melaporkan bus pengganti beroperasi antara Liverpool Lime Street dan Crewe, serta antara Crewe dan Birmingham New Street. Lumo menyebut kereta pukul 13:19 dari London Euston ke Stirling berjalan 42 menit terlambat setelah tertahan di Preston.
Northern menyarankan “do not travel” karena layanan tidak dapat berjalan di semua rute di wilayah Inggris barat laut dan Greater Manchester. TransPennine Express juga mengimbau penumpang untuk tidak melakukan perjalanan karena ada pembatalan di semua rute.
Transport for Wales menyatakan layanan menuju Manchester Picadilly, termasuk antara Liverpool Lime Street, dapat dibatalkan atau mengalami keterlambatan.
Manchester Rail Operating Centre sendiri dibuka pada Juli 2014 dan menampung seluruh pengendali untuk mengoperasikan jalur kereta di kawasan tersebut, termasuk sistem persinyalan. Network Rail menjelaskan batas kontrol operasional membentang dari Crewe di selatan hingga Carlisle di utara, serta dari Todmorden di timur hingga perbatasan Wales di barat.












