Bisnis & Ekonomi

Rupiah Lanjut Menguat, Tertahan di Bawah Rp 18.100 per Dolar AS

×

Rupiah Lanjut Menguat, Tertahan di Bawah Rp 18.100 per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rupiah Pagi Menguat di Bawah Level Rp 18.100 per Dollar AS

jurnalistik.co.id – Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi Selasa bergerak fluktuatif, namun pada akhirnya kembali menguat dan bertahan di bawah Rp 18.100 per dollar AS.

Rupiah dibuka melemah terlebih dahulu pada level Rp 18.116 per dollar AS. Posisi awal ini membuat rupiah terkoreksi tipis 0,04 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 18.109 per dollar AS.

Setelah pembukaan, pergerakan rupiah menunjukkan arah pemulihan. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.28 WIB, rupiah menguat 0,13 persen menjadi Rp 18.085 per dollar AS.

Meski begitu, mata uang Garuda tetap belum kembali menembus kembali zona di atas level psikologis Rp 18.100. Dengan demikian, sepanjang awal perdagangan rupiah lebih banyak berayun di sekitar area tersebut.

Di pasar valuta kawasan, sejumlah mata uang Asia bergerak variatif. Ringgit Malaysia tercatat mengalami pelemahan terdalam setelah anjlok 0,34 persen pada perdagangan pagi ini.

Peso Filipina turut melemah sebesar 0,18 persen. Baht Thailand terkoreksi 0,07 persen, sementara yuan China tertekan 0,05 persen terhadap dollar AS.

Dari kawasan lain, dollar Singapura juga melemah 0,02 persen. Dollar Hong Kong terkoreksi tipis 0,003 persen terhadap the greenback, sedangkan won Korea Selatan justru menjadi yang menguat terbesar di Asia dengan kenaikan 0,2 persen.

Perdagangan pagi ini turut mencatat penguatan untuk yen Jepang yang naik 0,02 persen. Adapun dollar Taiwan bergerak lebih tinggi tipis 0,003 persen pada sesi yang sama.

Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau. Hingga pukul 09.28 WIB, indeks menguat 11,173 poin atau 0,19 persen ke area 6.049,016.

IHSG dibuka pada level 6.057,761 dan sempat menyentuh angka tertinggi di 6.065,399. Setelah itu, indeks juga pernah tertekan hingga ke area terendah 6.002,901, sebelum akhirnya kembali berbalik menguat.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai pada pagi hari ini. Volume transaksi mencapai 8,764 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,620 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 768.197 kali.

Dari pergerakan seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 344 saham menguat, 192 saham melemah, dan 191 saham bergerak stagnan. Kombinasi pergerakan rupiah yang menguat kembali serta IHSG yang berada di jalur kenaikan menggambarkan masih adanya minat pelaku pasar pada awal sesi.

Meski awal sesi belum sepenuhnya mendukung rupiah, laju perubahannya tetap terkendali. Setelah sempat berada di Rp 18.116 per dollar AS dan terkoreksi tipis 0,04 persen dari penutupan sebelumnya, rupiah kemudian bergerak mengarah ke pemulihan hingga tercatat berada di bawah Rp 18.100.

Pada saat yang sama, sentimen di kawasan tampak tidak seragam. Ringgit Malaysia menjadi yang terdalam melemah setelah turun 0,34 persen, disusul peso Filipina yang turun 0,18 persen. Baht Thailand terkoreksi 0,07 persen, sementara yuan China melemah 0,05 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan justru menguat 0,2 persen, sedangkan beberapa mata uang lain bergerak tipis seperti dollar Singapura yang melemah 0,02 persen dan yen Jepang yang menguat 0,02 persen.

Di pasar modal, IHSG berada dalam fase menguat sejak awal perdagangan. Indeks dibuka di 6.057,761, sempat mencapai puncak 6.065,399, lalu terkoreksi hingga ke area terendah 6.002,901 sebelum kembali berbalik menguat. Hingga pukul 09.28 WIB, indeks naik 11,173 poin atau 0,19 persen ke 6.049,016, dengan aktivitas yang ramai: volume transaksi 8,764 miliar saham, nilai transaksi Rp4,620 triliun, serta frekuensi 768.197 kali.

Lebih lanjut, komposisi pergerakan saham menunjukkan dominasi pergerakan positif. Sebanyak 344 saham menguat, 192 saham melemah, dan 191 saham stagnan. Kombinasi dinamika rupiah yang menguat namun masih bertahan di bawah area Rp 18.100, serta IHSG yang tetap berada di jalur kenaikan, mencerminkan minat pelaku pasar yang belum sepenuhnya melemah di sepanjang awal sesi.