jurnalistik.co.id – Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan komitmennya untuk mentransformasi pendidikan sekolah negeri. Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah SD negeri di Kota Solo dinilai sepi pendaftar.
Menurut Respati, langkah transformasi dilakukan agar sekolah negeri kembali mendapat kepercayaan masyarakat. Ia juga menyebut pemerintah kota akan menyiapkan peningkatan sumber daya manusia serta fasilitas di lingkungan sekolah.
“Dan saya komitmen, saya komitmen untuk mentransformasi pendidikan negeri,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Respati mengatakan Pemkot Solo akan memperkuat kapasitas tenaga pendidik. Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana dinilai perlu ditingkatkan agar kondisi sekolah negeri mampu bersaing dengan pilihan pendidikan lainnya.
“Percayakan kepada kami di pendidikan negeri, sekolah negeri. Ayo kembali lagi ke sekolah negeri. Saya akan komit untuk meningkatkan kapasitas guru, fasilitas untuk bisa jadi sekolah negeri lagi,” ungkap dia.
Ia mengakui ada SD negeri tertentu dengan jumlah murid yang masih kurang. Meski begitu, Respati menyatakan fokus utama programnya adalah membenahi pendidikan negeri secara berkelanjutan agar kembali diminati.
“Beberapa ya minim (murid). Tapi intinya kami akan fokus ke depan untuk transformasi pendidikan negeri. Jadi pendidikan negeri bisa diminati lagi oleh masyarakat,” kata Respati.
Dalam penjelasannya, transformasi pendidikan menjadi bagian dari upaya Pemkot Solo untuk mengubah persepsi publik tentang sekolah negeri. Respati ingin dorongan kepercayaan itu muncul karena perbaikan yang nyata di lapangan.
“Ya kita lihat mekanismenya, ketentuannya. Tapi yang jelas fokus saya hari ini merubah, mentransformasi pendidikan negeri agar mendapatkan kepercayaan kembali terhadap masyarakat,” tambah Respati terkait kemungkinan regrouping pada SD negeri yang jumlah muridnya menurun.
Respati juga menyebut pemerintah tetap akan mempertimbangkan kondisi aktual di tiap sekolah. Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak dilakukan secara seragam tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Berita Terkait
Sebelumnya, sejumlah sekolah dasar (SD) negeri di Kota Solo mengalami kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Fenomena sepi pendaftar ini juga terlihat pada jalur penerimaan yang sudah ditutup pada Kamis (2/7/2026).
Salah satu contohnya adalah SDN Tegalayu yang berada di Jalan Sinuwun Nomor 24, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo. Pada SPMB 2026, sekolah tersebut hanya mendapatkan lima calon siswa baru.
Ketua SPMB SDN Tegalayu, Arie Wibowo, menjelaskan lima calon siswa baru itu terdiri dari dua siswa melalui jalur afirmasi. Sementara tiga siswa lainnya masuk dari jalur zonasi atau domisili.
“Kalau sama tahun lalu, jelas penurunan. Karena tahun lalu kita dapat 18 siswa baru, kemudian tahun ini baru 5 anak,” kata Arie saat ditemui di SDN Tegalayu, Jumat (3/7/2026).
Arie menyebut penurunan jumlah pendaftar tersebut terjadi dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, sekolah masih memperoleh 18 siswa baru, sedangkan pada tahun ini jumlahnya turun menjadi lima.
Menurut Arie, minimnya minat pendaftar dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perubahan lingkungan sekitar sekolah. Salah satunya, letak SDN Tegalayu yang dulunya dikenal sebagai perkampungan padat kini berkembang menjadi kawasan usaha.
Ia menyampaikan wilayah tersebut bertambah ramai dengan hadirnya pertokoan, hotel, serta area komersil. “Kemudian kampung sini juga sebenarnya mengecil karena perluasan tempat usaha. Jadi, sebagian itu kan tanah warga dialihfungsi, dibeli sama pemilik usaha yang besar di samping sekolah. Kemudian warganya banyak yang pindah itu,” terangnya.
Arie menilai perubahan itu membuat sebagian warga beralih lokasi. Ketika kepadatan permukiman menyusut, jumlah keluarga yang berada dalam lingkungan sekitar sekolah turut berkurang.
Dari sudut pandang itu, Respati menempatkan transformasi pendidikan negeri sebagai jawaban untuk mengembalikan minat masyarakat. Ia menekankan bahwa perbaikan tidak hanya berbicara pada jumlah pendaftar, tetapi juga kualitas layanan sekolah negeri melalui penguatan guru dan fasilitas.
Di sisi lain, kebijakan terkait regrouping disebut akan tetap mempertimbangkan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Respati menyatakan fokusnya adalah menghadirkan pendidikan negeri yang layak dan meyakinkan agar kepercayaan publik dapat kembali tumbuh.
Dengan adanya komitmen tersebut, Pemkot Solo menargetkan transformasi pendidikan negeri bisa berujung pada sekolah yang kembali diminati. Harapannya, SD negeri yang saat ini kekurangan murid dapat memperoleh dukungan yang lebih besar dari masyarakat ke depan.












