Peristiwa

Setahun Dipelihara, Monyet Abu-Abu di Situbondo Beringas Ancam Keselamatan Pemiliknya

1
×

Setahun Dipelihara, Monyet Abu-Abu di Situbondo Beringas Ancam Keselamatan Pemiliknya

Sebarkan artikel ini
Dipelihara Setahun, Monyet Abu-Abu di Situbondo Beringas Ancam Keselamatan Pemiliknya Regional 4 Juni 2026
Ilustrasi: Dipelihara Setahun, Monyet Abu-Abu di Situbondo Beringas Ancam Keselamatan Pemiliknya

jurnalistik.co.id – Pemadam Kebakaran Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur mengevakuasi monyet abu-abu (Cercopithecidae) yang beringas dan mengancam keselamatan pemiliknya. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (4/6/2026).

Kasubag Umum Damkar Situbondo, Dayat, mengatakan monyet tersebut dipelihara oleh Ena (40) warga Desa Selongo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, selama satu tahun. Menurut Dayat, hewan primata itu awalnya tampak jinak, tetapi kemudian berubah perilakunya.

Dayat menyebut monyet yang dipelihara tersebut masih berusia muda, namun tubuhnya sudah besar sehingga pemiliknya kaget ketika hewan itu tiba-tiba beringas. Ia mengatakan, “Monyet ini usianya masih muda namun tubuhnya sudah besar dan tiba-tiba beringas pemiliknya takut,” katanya Kamis (4/6/2026).

Dayat juga menyampaikan bahwa laporan evakuasi diajukan pada pukul 13.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas Damkar Sektor Besuki bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan pada pukul 13.37 WIB.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu karena jarak dari markas ke rumah pemilik sekitar 15 kilometer. Dayat menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung cepat, tetapi faktor letak lokasi membuat waktu respons keseluruhan terasa lebih panjang.

Ia menyatakan, “Evakuasinya sekitar 15 menit namun lokasi dari markas ke rumahnya yang cukup jauh,” katanya. Dengan demikian, tim mengevakuasi monyet dalam waktu singkat setelah sampai di lokasi.

Pada pukul 14.20 WIB, monyet berhasil diselamatkan dan kemudian dibawa ke hutan Banyuglugur untuk dilepasliarkan. Penanganan ini dilakukan agar hewan tidak lagi berada di lingkungan pemukiman yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pemiliknya.

Rute pelepasliaran ke Banyuglugur

Dayat menuturkan hutan Banyuglugur merupakan lokasi pelepasliaran yang berada berdekatan dengan destinasi wisata Pantai Tampora. Di wilayah itu, katanya, terdapat banyak monyet sejenis sehingga pelepasliaran dapat dilakukan dengan pertimbangan kesesuaian habitat.

Ia juga menyampaikan, “Kami lepas di Banyuglugur di sana banyak juga monyet jenis monyet abu-abu ,” katanya. Pernyataan tersebut menjadi dasar bahwa monyet dilepas pada area yang memang juga dihuni oleh monyet abu-abu.

Selain menjelaskan lokasi pelepasliaran, Dayat menekankan bahwa keberadaan monyet abu-abu di area hutan tersebut tidak hanya sesekali, melainkan cukup banyak. Karena itu, pelepasliaran dilakukan pada tempat yang dianggap memungkinkan hewan beradaptasi.

Imbauan agar pemeliharaan lebih hati-hati

Lebih jauh, Dayat mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati ketika memelihara monyet abu-abu. Ia mengingatkan bahwa perubahan perilaku bisa terjadi seiring perkembangan hewan itu.

Menurut Dayat, pada saat masih kecil monyet biasanya terlihat lucu sehingga sering membuat pemilik merasa aman. Namun, ketika sudah dewasa, hewan dapat menjadi agresif dengan sendirinya meski telah diberi makan cukup.

Imbauan itu disampaikan sebagai pelajaran dari kejadian di Situbondo, di mana monyet abu-abu yang dipelihara selama satu tahun akhirnya beringas dan mengancam keselamatan pemiliknya. Penanganan Damkar pada Kamis (4/6/2026) menjadi upaya memastikan keselamatan sebelum hewan dilepas kembali ke habitatnya.

Dengan kronologi sejak laporan pada pukul 13.00 WIB, kedatangan petugas pukul 13.37 WIB, evakuasi sekitar 15 menit, hingga pelepasliaran yang dilakukan setelah pukul 14.20 WIB, proses penanganan diarahkan untuk mengurangi risiko di lingkungan pemukiman. Setelah diselamatkan, monyet dibawa ke hutan Banyuglugur yang berada di sekitar Pantai Tampora untuk dilepasliarkan.

Kasus ini berawal dari kebiasaan hewan yang sempat dinilai tidak mengganggu, karena monyet abu-abu itu dipelihara selama setahun. Seiring waktu, perubahan perilaku membuat pemilik merasa tidak lagi aman, terutama ketika ukuran tubuhnya sudah terlihat besar tetapi sifatnya tiba-tiba menjadi tidak terkendali.

Petugas kemudian menata proses penanganan berdasarkan kronologi laporan yang masuk pada pukul 13.00 WIB dan mulai bergerak pada 13.37 WIB. Meski waktu evakuasi di lokasi berlangsung sekitar 15 menit, jarak sekitar 15 kilometer dari markas ikut memengaruhi keseluruhan waktu respons hingga penanganan selesai pada pukul 14.20 WIB.

Setelah diselamatkan, monyet dilepasliarkan ke hutan Banyuglugur yang berdekatan dengan destinasi wisata Pantai Tampora. Di lokasi itu, Dayat menyebut monyet sejenis jumlahnya cukup banyak, sehingga pelepasliaran dilakukan dengan pertimbangan tempat yang memungkinkan hewan kembali beradaptasi dan tidak berada di lingkungan pemukiman yang berpotensi menimbulkan risiko.