jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina berakhir tanpa gol setelah 90 menit waktu normal, sehingga laga harus dilanjutkan ke extra time. Pertandingan itu berkesudahan 0-0, dengan Argentina menanggung tambahan beban setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah.
Laga dimainkan di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Spanyol datang dengan kendali permainan sejak awal, sementara Argentina lebih sering bertahan menahan laju serangan.
Spanyol menjadi tim yang lebih dominan dalam penguasaan bola. Dalam jalannya pertandingan, La Furia Roja mencatat penguasaan hingga lebih dari 65 persen, lalu sempat tercatat mencapai 63 persen pada fase setelah melewati lebih dari setengah jam laga.
Dari sisi peluang, Spanyol juga tampil jauh lebih produktif dibanding lawannya. Tim Matador mencatat 15 tembakan, dengan 10 di antaranya mengarah tepat ke sasaran, sementara Argentina tidak menghasilkan tembakan sama sekali, termasuk saat jeda babak pertama.
Memasuki menit-menit awal, duel berjalan ketat dan belum membuka banyak ruang berarti. Pada rentang 25 menit pertama, pertandingan baru menghasilkan satu tembakan, dan tempo permainan belum benar-benar memunculkan peluang besar secara beruntun.
Spanyol kemudian mulai memperlihatkan intensitas serangan. Salah satu momen datang ketika umpan Dani Olmo kepada Lamine Yamal terjadi di dalam kotak penalti, membuat pemain itu berhadapan satu lawan satu dengan kiper Emiliano Martinez. Dari sisi kanan, penyelesaian Yamal masih bisa digagalkan penjaga gawang.
Argentina sempat mencoba merespons melalui serangan cepat, namun upaya tersebut tidak sampai membuahkan peluang yang mengancam. Kiper Spanyol Unai Simon sigap keluar dari area gawang untuk mengamankan bola sebelum bisa dimanfaatkan oleh pemain Argentina.
Berita Terkait
Bahkan ketika laga mulai membuka ritme, kontribusi Messi belum tampak dominan di fase awal. Sebelum jeda hidrasi, ia hanya membukukan dua sentuhan bola dalam 20 menit pertama, ketika pertandingan masih didominasi pertukaran bola dan upaya mencari celah.
Sesudah menginjak menit-menit berikutnya, ancaman terus bergulir dari pihak Spanyol. Pada menit ke-36, Mikel Oyarzabal menerima bola di depan kotak penalti Argentina dan menciptakan momen yang menambah tekanan bagi pertahanan Albiceleste.
Petaka justru datang bagi Argentina pada injury time babak kedua. Enzo Fernandez harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah, sehingga timnya harus bermain dengan 10 orang saat laga final memasuki extra time.
Dengan kondisi skor tetap 0-0, lanjutan pertandingan akhirnya ditentukan melalui extra time. Dominasi Spanyol dalam penguasaan bola dan tembakan berusaha diterjemahkan menjadi gol, tetapi hingga akhir waktu normal tidak ada satu pun yang mampu menembus gawang, membuat pertandingan berlanjut meski Argentina sudah bermain tidak lengkap.
Seiring laga berjalan, Spanyol berulang kali mencoba memecah rapatnya pertahanan Argentina lewat kombinasi umpan dan tekanan di area berbahaya. Namun, sampai fase awal benar-benar lewat, peluang-peluang itu masih belum menjadi rentetan yang berujung langsung pada peluang besar. Dominasi bola yang mereka bangun pada akhirnya lebih terlihat sebagai upaya menguasai tempo, sementara Argentina menjaga supaya ruang-ruang sempit tetap sulit dimasuki penyerang.
Ketika permainan mulai lebih terbuka, ancaman Spanyol datang dari situasi-situasi yang memaksa duel satu lawan satu. Contohnya, umpan Dani Olmo kepada Lamine Yamal di dalam kotak penalti sempat menghadirkan kesempatan untuk melepaskan penyelesaian dari sisi kanan, meski masih bisa dibendung oleh Emiliano Martinez. Di sisi lain, upaya Argentina untuk bangkit juga berulang, tetapi Unai Simon tetap sigap keluar dari area gawang saat bola bisa dimanfaatkan, sehingga serangan cepat lawan tidak berubah menjadi peluang berbahaya.
Di tengah dominasi tersebut, kontribusi Messi pada fase awal pertandingan masih terbatas, tercermin dari minimnya sentuhan pada rentang waktu sebelum jeda. Tekanan Spanyol kemudian semakin menumpuk, termasuk ketika Mikel Oyarzabal menerima bola di depan kotak penalti pada menit ke-36 dan menambah ketatnya pertahanan Albiceleste. Saat pertandingan masuk extra time, kartu merah Enzo Fernandez membuat Argentina harus bermain dengan 10 orang, tetapi skor tetap 0-0 hingga akhir, karena usaha Spanyol tidak berhasil menembus gawang sekaligus memastikan laga selesai tanpa gol di tambahan waktu.












