Olahraga

Spanyol Vs Argentina 0-0: Supersub Mikel Merino Dicadangkan, Romero-De Paul Diganti

×

Spanyol Vs Argentina 0-0: Supersub Mikel Merino Dicadangkan, Romero-De Paul Diganti

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: LIVE Spanyol Vs Argentina 0-0: Supersub Mikel Merino Diturunkan, Romero-De Paul Diganti

jurnalistik.co.id – Laga Spanyol kontra Argentina di Stadion MetLife, New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, masih berakhir di skor 0-0 saat pertandingan memasuki menit ke-75. Di fase ini, kedua tim kembali mengubah susunan pemain untuk mencari peluang memecah kebuntuan.

Spanyol melakukan dua pergantian pada menit ke-75. Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Mikel Merino dan Nico Williams untuk menggantikan Alex Baena serta Dani Olmo.

Merino turun sebagai sosok yang selama ini menjadi andalan sebagai “supersub” Spanyol. Gelandang Arsenal itu sebelumnya tampil menentukan ketika La Furia Roja menyingkirkan Portugal dan Belgia dalam perjalanan menuju final.

Masuknya Merino diharapkan memberi tambahan energi di lini tengah dan lini serang Spanyol. Sementara itu, Nico Williams diturunkan untuk menambah kecepatan serangan dari sektor sayap.

Argentina juga menempuh rotasi, namun lebih awal, tepat pada menit ke-70. Lionel Scaloni menarik Cristian Romero dan Rodrigo De Paul, lalu memasukkan Facundo Medina serta Giuliano Simeone.

Perubahan tersebut membuat komposisi Argentina bergeser, terutama di lini belakang dan sektor tengah. Simeone kemudian diharapkan dapat menambah energi dalam menekan pertahanan Spanyol.

Dari sisi formasi, Spanyol bermain dengan skema 4-1-4-1. Unai Simon berada di bawah mistar, sementara Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella mengisi lini pertahanan.

Di tengah, Rodri berperan sebagai gelandang bertahan. Lamine Yamal, Pedri, Mikel Merino, dan Nico Williams menopang permainan, sedangkan Ferran Torres menjadi ujung serangan.

Argentina tampil dengan pola 4-1-3-2. Emiliano Martinez mengawal gawang, dengan Nahuel Molina, Nicolas Otamendi, Facundo Medina, dan Nicolas Tagliafico menjaga area pertahanan.

Leandro Paredes menjadi jangkar di lini tengah. Giuliano Simeone, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Lionel Messi, dan Julian Alvarez menjalankan peran sebagai tumpuan serangan tim.

Hingga menit ke-75, kedua tim masih kesulitan menciptakan peluang bersih. Spanyol lebih sering menguasai bola, sedangkan Argentina masih mengandalkan serangan balik untuk mengancam pertahanan lawan.

Dengan kedua pergantian yang dilakukan pada menit-menit tersebut, permainan memasuki fase baru dengan harapan setiap perubahan pemain mampu memberi celah pada pertahanan masing-masing tim. Namun sampai waktu yang berjalan, skor tetap sama: 0-0.

Di sisa waktu pertandingan, perubahan yang dilakukan kedua pelatih membuat ritme permainan ikut bergeser. Spanyol berusaha memaksimalkan penguasaan bola dengan menata ulang pergerakan di tengah, sementara Argentina mencoba menjaga jarak antarlini agar ruang di belakang tidak mudah dibuka.

Masuknya Merino menambah opsi bagi Spanyol ketika laga mulai memasuki fase yang lebih rapat. Di area tengah, perannya selaras dengan kebutuhan tim untuk menghidupkan tempo serangan, terutama saat Rodri berperan sebagai poros bertahan dan lini berikutnya mencari celah di antara pengawalan pemain Argentina.

Perubahan di sayap juga ikut terasa. Dengan Nico Williams diturunkan, Spanyol memperoleh tambahan tenaga untuk mempercepat transisi dari sisi lapangan, sehingga serangan bisa lebih sering diarahkan ke momen-momen ketika bola bergerak dari tengah menuju ruang kosong di area lebar.

Sementara itu, penyesuaian yang lebih awal dilakukan Scaloni memberi dampak pada cara Argentina merespons tekanan. Dengan Facundo Medina dan Giuliano Simeone menggantikan Cristian Romero dan Rodrigo De Paul, komposisi lini belakang serta sektor tengah berubah, dan Simeone kemudian diharapkan meningkatkan intensitas penekanan ketika Spanyol mencoba membangun serangan lagi.

Setelah pergantian pemain, fokus pertandingan bergeser ke perebutan bola di area tengah. Spanyol berupaya mengatur ritme dari sirkulasi penguasaan, sementara Argentina mencoba merapatkan ruang agar jalur umpan yang menuju lini belakang tidak mudah terbuka.

Perubahan komposisi tersebut turut mengubah intensitas duel di kedua sisi lapangan. Dengan Nico Williams berada di lapangan, Spanyol lebih sering menggerakkan bola untuk memancing ruang, sedangkan Argentina menjaga kedalaman supaya serangan balik yang muncul tetap dapat mengancam pertahanan lawan.