jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB di Stadion New York New Jersey. Duel ini juga menjadi momen pembacaan strategi dari dua pelatih menjelang pertandingan puncak.
Luis de la Fuente memilih mempertahankan komposisi yang dipakai saat semifinal melawan Prancis. Sementara itu, Lionel Scaloni melakukan tiga perubahan pada susunan pemain yang menjadi starter pada laga semifinal kontra Inggris.
Perubahan Scaloni terjadi di tiga posisi yang membuat tiga nama harus memulai dari bangku cadangan. Nahuel Molina, Giuliano Simeone, dan Leandro Paredes menepi, sedangkan Gonzalo Montiel, Rodrigo De Paul, dan Nico Gonzalez tampil sejak awal.
Susunan pemain Spanyol (4-2-3-1)
Spanyol menurunkan Unai Simon sebagai kiper. Di lini belakang, Pedro Porro, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella mengisi formasi empat bek.
Untuk poros tengah, Fabian Ruiz dan Rodri tampil sebagai pasangan di dua posisi gelandang bertahan/penyeimbang. Rodri juga menjadi kapten tim pada laga ini.
Sebagai penyangga serangan dari sisi kanan-kiri dan ruang antara, Lamine Yamal, Alex Baena, dan Dani Olmo menempati tiga tempat di belakang striker. Ketiganya menjadi penghubung dari lini tengah menuju Mikel Oyarzabal.
Mikel Oyarzabal dipercaya menjadi ujung tombak pada skema 4-2-3-1. Pelatih Spanyol adalah Luis de la Fuente.
Susunan pemain Argentina (4-4-2)
Berita Terkait
Argentina mengawali pertandingan dengan Emiliano Martinez sebagai penjaga gawang. Pertahanan empat orang diisi Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinez, Cristian Romero, serta Gonzalo Montiel yang masuk dari salah satu perubahan starter Scaloni.
Di lini tengah, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, Nico Gonzalez, dan Alexis Mac Allister diturunkan dalam formasi empat gelandang. Rodrigo De Paul dan Nico Gonzalez merupakan dua dari tiga pemain yang kembali menjadi starter setelah sebelumnya tidak memulai saat semifinal.
Argentina menempatkan Julian Alvarez dan Lionel Messi (C) sebagai dua penyerang pada skema 4-4-2. Messi ditetapkan sebagai kapten tim untuk pertandingan final ini.
Pelatih Argentina adalah Lionel Scaloni. Dengan perubahan tiga starter, susunan Albiceleste tetap dibangun dalam kerangka 4-4-2, namun kombinasi pemain di lini tengah dan penempatan Montiel memberi dinamika sejak awal pertandingan.
Untuk Spanyol, keputusan de la Fuente mempertahankan tim dari semifinal membuat match-up berjalan dengan komposisi yang sudah teruji pada laga sebelumnya. Sementara itu, keputusan Scaloni melakukan tiga pergantian starter menandai bahwa pergantian pilihan tidak hanya bersifat pergantian pemain, melainkan juga pergeseran peta peran di lapangan sejak menit pertama.
Pada akhirnya, pertemuan final ini akan ditentukan oleh bagaimana masing-masing tim menjalankan formasi dan menjalankan tugas di area yang ditunjuk pelatih sejak awal. Spanyol memulai dengan 4-2-3-1 melalui Unai Simon, lini belakang Pedro Porro-Aymeric Laporte-Pau Cubarsi-Marc Cucurella, serta pasangan Fabian Ruiz dan Rodri, sementara Argentina memulai dengan 4-4-2 melalui kombinasi Enzo Fernandez-Rodrigo De Paul-Nico Gonzalez-Alexis Mac Allister dan duet Julian Alvarez serta Lionel Messi (C).
Menjelang kick-off di Stadion New York New Jersey pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB, laga ini sudah menampilkan perbedaan filosofi sejak keputusan lineup diumumkan. Spanyol memulai dengan pendekatan 4-2-3-1 yang menekankan kontrol poros tengah dan penyaluran bola dari ruang antar-lini, sementara Argentina sejak awal menyiapkan 4-4-2 dengan rapatnya empat gelandang di tengah untuk menjaga keseimbangan serangan dan penekanan.
Di kerangka Spanyol, Rodri yang membawa status kapten diposisikan sebagai jangkar untuk mengatur ritme, dibantu Fabian Ruiz di area penyeimbang. Dua gelandang tersebut lalu disambungkan oleh Lamine Yamal, Alex Baena, dan Dani Olmo yang bekerja sebagai penghubung dari sisi kanan-kiri maupun area yang terbentuk di belakang garis gelandang.
Argentina juga menata dinamika yang berbeda melalui empat gelandang yang saling menutup jalur. Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, Nico Gonzalez, dan Alexis Mac Allister diturunkan dalam satu paket yang menjaga jarak antarpemain, sedangkan duet Julian Alvarez dan Lionel Messi (C) menjadi poros akhir. Dengan perubahan starter Scaloni, Montiel hadir sejak awal di lini belakang dan membuat susunan Albiceleste tetap punya stabilitas saat transisi berjalan dari bertahan menuju membangun serangan.












