Olahraga

Piala Dunia 2026: Akankah Prancis Tersingkir? Prediksi Skor Chris Sutton untuk Perempat Final

×

Piala Dunia 2026: Akankah Prancis Tersingkir? Prediksi Skor Chris Sutton untuk Perempat Final

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup 2026: France going out? Chris Sutton's score predictions for quarter-final ties

jurnalistik.co.id – Babak perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan beberapa pertanyaan besar, terutama setelah rangkaian hasil yang tidak selalu sesuai dugaan. Dalam konteks itulah Chris Sutton dari BBC Sport kembali menawarkan prediksi skornya, menyebut empat tim yang akan memainkan laga terakhir sebelum semifinal.

Bagi Sutton, penilaiannya tidak lepas dari performa fase sebelumnya. Ia menilai dirinya cukup baik saat meramal babak 16 besar, dengan kemenangan Swiss lewat adu penalti atas Kolombia sebagai satu-satunya pertandingan yang tidak ia tebak dengan tepat. Sementara itu, ia juga menyinggung bagaimana prediksi berbasis AI terasa lebih sulit: AI meleset pada Brazil yang kalah dari Norwegia dan juga pada gugurnya Amerika Serikat setelah disingkirkan Belgia.

Di saat yang sama, permainan prediktor baru dari BBC juga tidak memberi “keuntungan” berarti bagi pengguna untuk sekadar menambah sorak kemenangan. Sutton menyebut hasil bahwa para pengguna hanya mencatat 6/8 jawaban benar, tetapi tetap memimpin secara keseluruhan: dari 96 pertandingan yang sudah selesai di turnamen (dari total 104), Chris dan AI sama-sama benar sebanyak 61 kali (64%), sedangkan pengguna mengumpulkan 68 (71%).

Untuk perempat final, Sutton menyebut dua pertarungan yang menjadi sorotan: Inggris vs Norwegia serta Prancis vs Maroko. Ia juga mengingatkan bahwa prediksi AI dibuat dengan Microsoft Copilot Chat—dengan pertanyaan “predict the results of the World Cup quarter-final ties”—sehingga targetnya adalah ketepatan, bukan kejutan.

Prancis vs Maroko (9 Juli, 21:00 BST)

Pada laga Prancis melawan Maroko, Sutton menyatakan ia akan mempertahankan pilihannya sejak awal turnamen. Ia menilai skuad Prancis punya kualitas dan, menurutnya, mereka juga sudah menunjukkan ketenangan saat menghadapi provokasi dalam pertandingan terakhir melawan Paraguay.

Sutton menambahkan faktor yang menurutnya bisa menentukan: Maroko, meski mampu merepotkan, perlu bermain baik selama 90 menit penuh—sesuatu yang belum konsisten mereka lakukan. Ia menilai Maroko tampil kurang meyakinkan pada babak pertama ketika menghadapi Kanada di 16 besar, terlihat lamban, dan baru menunjukkan daya dalam fase-fase tertentu.

Ia juga menyinggung cedera Ismael Saibari yang menjadi pukulan bagi Maroko, sekaligus mempertanyakan seberapa jauh mereka bisa “melukai” Prancis tanpa kehadiran pemain kunci itu di lini depan. Ia lantas mengaitkan kekuatan Prancis dengan peran Desire Doue yang masuk dari bangku cadangan untuk mengubah jalannya pertandingan sebelumnya, lalu menyimpulkan bahwa Prancis yang akan mengambil tempat di semifinal.

Prediksi Sutton: 2-1. Prediksi AI: 2-1.

Spanyol vs Belgia (10 Juli, 20:00 BST)

Untuk Spanyol melawan Belgia, Sutton menjelaskan pijakannya lebih banyak dari penilaian atas performa Spanyol di babak 16 besar. Ia menilai Spanyol “jauh” kurang tajam di sepertiga akhir ketika menghadapi Portugal, terutama dalam konteks duel Lamine Yamal melawan Nuno Mendes.

Sutton mengakui ada peluang awal yang sempat tidak dimanfaatkan Mikel Oyarzabal, namun setelah itu Spanyol baru benar-benar menemukan ritme melalui kombinasi yang dibangun dua pemain pengganti: Ferran Torres dan Mikel Merino yang akhirnya menjadi penentu kemenangan pada fase akhir.

Ia juga menyebut rekor pertahanan Spanyol yang belum kebobolan gol sebagai sesuatu yang patut diperhatikan. Meski demikian, prediksi Sutton untuk laga ini berangkat dari keyakinan bahwa serangan Spanyol tidak akan kembali tampil seburuk itu pada pertandingan berikutnya. Di sisi Belgia, Sutton menilai absennya Amadou Onana karena cedera menjadi hambatan untuk lini tengah.

Ia memperkirakan Spanyol akan lebih banyak menguasai bola dan Belgia harus bermain pada skema serangan balik. Sutton kemudian menutup penilaiannya dengan jawaban tegas: Belgia mungkin tidak akan menciptakan gol, dan Spanyol cenderung mampu mengeksekusi peluang lebih baik.

Prediksi Sutton: 3-0. Prediksi AI: 2-0.

Norwegia vs Inggris (11 Juli, 22:00 BST)

Bagian Inggris vs Norwegia bagi Sutton terasa seperti ujian dengan pola yang berbeda. Ia menunjuk kemenangan Inggris 3-2 atas Meksiko sebagai laga terbaik turnamen sejauh ini, menyebut ketahanan mereka saat bermain dengan 10 orang: pemain cadangan masuk, John Stones melakukan pemblokiran-pemblokiran penting, Dan Burn membersihkan bola-bola lewat sundulan, serta Djed Spence membuat sejumlah tekel krusial.

Sutton menilai Norwegia akan menghadirkan tantangan yang lebih serius dari sisi ketahanan. Ia memuji Orjan Nyland yang membuat penyelamatan bagus untuk mengantarkan Norwegia menyingkirkan Brazil, lalu menegaskan bahwa ia sudah melihat performa seperti itu cukup sering pada Norwegia.

Menurut Sutton, nama besar tetap menjadi pertimbangan utama. Ia menyoroti kualitas Martin Odegaard dan Erling Haaland, termasuk momentum Haaland setelah menembak jatuh Brazil. Sutton juga mengurai detail momen gol pertama Haaland: pergerakannya ia nilai “tidak biasa”, duel melawan Gabriel berjalan sesuai harapannya karena Haaland memenangkan duel tersebut, dan ketika bola silang dimainkan, ia memperkirakan arah datangnya sehingga bek tidak mendapatkan jarak yang memadai.

Ia menambahkan bahwa ia mengantisipasi lebih banyak gol dalam pertandingan itu, bahkan jika Haaland mampu mencetak lebih dari satu gol. Dari sisi Inggris, Sutton mengatakan mereka tidak mengendalikan laga sebagaimana sebagian orang mungkin berharap; Inggris, menurutnya, kerap datang dalam “momen” yang tepat di waktu yang benar untuk memastikan lolos.

Namun ia tidak melihat pertahanan Norwegia bisa benar-benar membungkam Harry Kane dan Jude Bellingham. Jika permainan terbuka, Sutton menyatakan Inggris tidak akan keberatan karena justru itu membuka ruang bagi pemain depan mereka.

Prediksi Sutton: 2-3. Prediksi AI: 1-2.

Argentina vs Swiss (12 Juli, 02:00 BST)

Sutton menggambarkan keraguan awalnya terhadap skenario Argentina tersingkir saat menghadapi Mesir. Ia menyebut ia tidak pernah benar-benar mengira pemegang gelar itu akan pulang, meski tertinggal hingga 2-0, karena menurutnya Argentina adalah tim yang “streetwise” dan bisa menemukan jalan keluar dari tekanan.

Ia juga menyebut Lionel Messi mungkin melewatkan penalti lain, tetapi “tetap melakukan bagiannya”. Sutton kemudian mengungkit bahwa selain Argentina, tim-tim dari Amerika Selatan menghadapi kekecewaan besar sepanjang turnamen. Ia menegaskan bahwa Messi dan kawan-kawan adalah satu-satunya tim yang masih terus melaju untuk menjaga bendera kawasan itu.

Ia menilai Argentina sempat dibuat sulit pada dua laga knockout yang sudah mereka lalui: setelah bergumul saat melawan Cape Verde di 32 besar, lalu kembali mengatasi ujian berat ketika menghadapi Mesir. Karena itu, Sutton melihat pertandingan melawan Swiss juga akan berjalan rumit.

Dari kubu Swiss, Sutton menilai mereka tidak menawarkan banyak dalam menyerang saat menghadapi Kolombia. Ia menyebut Johan Manzambi absen karena cedera, sedangkan Ruben Vargas hanya cukup bugar untuk masuk pada tambahan waktu. Meski demikian, Sutton tetap memperhitungkan soliditas pertahanan Swiss: menurutnya, kekuatan pertahanan tersebut akan membuat laga lebih dekat ketimbang yang mungkin diperkirakan banyak orang.

Dalam penutup, Sutton mengaku memilih dengan emosi sekaligus insting—ia ingin melihat semifinal Argentina vs Inggris. Namun ia kembali mengunci pilihannya dengan keyakinan bahwa Messi akan memiliki momen lain untuk membawa timnya melaju.

Prediksi Sutton: 2-1. Prediksi AI: 2-0.

Di tengah semua prediksi, muncul respons yang menurut Sutton menekankan perbedaan pendekatan. Saat Sutton mengatakan AI hanya memilih skor yang “terlihat jelas”, balasan yang dikutipnya adalah: “The aim isn’t to be surprising, Chris. The aim is to be right.”