Internasional

Trump Ditelepon Netanyahu, Israel Langsung Menghentikan Serangan ke Iran

0
×

Trump Ditelepon Netanyahu, Israel Langsung Menghentikan Serangan ke Iran

Sebarkan artikel ini
Netanyahu Ditelepon Trump, Israel Langsung Setop Serangan ke Iran Global 8 Juni 2026
Ilustrasi: Netanyahu Ditelepon Trump, Israel Langsung Setop Serangan ke Iran

jurnalistik.co.id – Israel disebut menghentikan serangan ke Iran setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta kedua pihak untuk menghentikan pertempuran.

Laporan itu muncul setelah Israel dan Iran kembali saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diberlakukan pada April lalu.

Media Israel Channel 12, seperti dikutip Al Jazeera, melaporkan bahwa seorang pejabat senior Israel menyebut Tel Aviv menghentikan serangan ke Iran atas permintaan Trump.

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Namun, laporan lain juga menyebut adanya komunikasi antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan Anadolu, Netanyahu dan Trump berbicara melalui telepon pada Senin (8/6/2026).

Pembicaraan itu disebut berlangsung tidak lama sebelum Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel.

Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel mengirim pesan kepada Iran bahwa tidak akan ada serangan lanjutan terhadap Iran jika Teheran setuju untuk tidak kembali melanjutkan pertempuran.

Sementara itu, pihak berwenang Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pembicaraan Netanyahu dan Trump maupun penghentian permusuhan dengan Iran.

Dalam keterangan yang beredar, Trump sebelumnya menyerukan agar Israel dan Iran segera menghentikan pertempuran melalui platform Truth Social.

“Israel dan Iran harus segera berhenti ‘menembak.’ Presiden DONALD J TRUMP,” tulis Trump.

Tak lama setelah itu, Trump kembali menulis bahwa “negosiasi akhir” menuju perdamaian sedang berlangsung.

Trump menambahkan syarat tidak ada “kebodohan atau ketidaktahuan” yang menghalanginya.

AFP melaporkan bahwa Iran mengakhiri operasi militernya terhadap Israel setelah terjadi pertukaran serangan pertama sejak gencatan senjata dimulai.

Komando militer Iran menyatakan penghentian operasi setelah memberikan “respons yang menyakitkan”, tetapi memperingatkan bahwa tindakan agresi lebih lanjut akan dibalas dengan langkah yang lebih besar.

Iran juga mengingatkan bahwa jika “tindakan agresi dan permusuhan berlanjut, termasuk di Lebanon selatan, langkah yang jauh lebih berat dan menghancurkan daripada sebelumnya akan dilakukan.”

Sebelumnya, Iran meluncurkan puluhan rudal ke arah Israel setelah Israel menyerang target kelompok Hezbollah yang didukung Iran di wilayah selatan Beirut.

Israel kemudian membalas dengan beberapa gelombang serangan udara ke Iran.

Meski serangan dihentikan sementara, situasi di kawasan masih belum stabil.

AFP melaporkan militer Israel menyatakan telah menyerang dan menghancurkan sistem pertahanan Iran di beberapa wilayah.

Dengan latar pertukaran serangan tersebut, penghentian yang dilaporkan kini bergantung pada dinamika komunikasi dan langkah lanjutan yang tidak disertai pernyataan resmi dari pihak Israel, setidaknya berdasarkan keterangan yang beredar dalam laporan media.

Serangkaian kabar tersebut muncul di tengah rangkaian pertempuran yang sempat meningkat sejak Israel dan Iran kembali saling menyerang setelah jeda yang diberlakukan pada April. Dalam periode itu, fokus perhatian tidak hanya pada aksi militer, tetapi juga pada upaya meredakan eskalasi melalui jalur komunikasi tingkat tinggi.

Selain pembahasan yang disebut melibatkan Trump dan Netanyahu, beberapa laporan juga mengangkat informasi bahwa Amerika Serikat serta Israel menyampaikan pesan kepada Iran terkait kemungkinan penghentian serangan lanjutan. Namun, hingga saat ini, detail respons masing-masing pihak masih tidak disertai pengumuman resmi dari otoritas Israel.

Dari sisi Iran, penghentian operasi disebut diambil setelah adanya pertukaran serangan yang pertama kali terjadi sejak gencatan senjata. Meski demikian, komando militer Iran menegaskan bahwa respons agresi berikutnya akan lebih besar apabila permusuhan tetap berlanjut, termasuk peringatan atas kemungkinan langkah yang lebih berat di wilayah lain.

Dengan latar itu, sinyal mereda yang dilaporkan masih bergantung pada perkembangan lanjutan dan keselarasan langkah antarnegara. Ketidakpastian juga terlihat dari pernyataan bahwa meski serangan dihentikan sementara, kondisi di kawasan disebut belum stabil dan klaim penghancuran pertahanan Iran oleh Israel tetap menjadi bagian dari dinamika yang memengaruhi jalannya situasi.