Nasional

Wamenag Sebut Puncak Haji 2026 di Armuzna Lebih Baik dari Sebelumnya

0
×

Wamenag Sebut Puncak Haji 2026 di Armuzna Lebih Baik dari Sebelumnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wamenag Nilai Penyelenggaraan Puncak Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

jurnalistik.co.id – Wakil Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Muhammad Syafi’i menilai penyelenggaraan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Menurut dia, pelayanan dan pengaturan yang dijalankan Kementerian Haji dan Umrah RI dalam skema pergerakan jemaah Indonesia tahun ini berlangsung lebih tertata dan memberi kenyamanan yang lebih baik bagi para jemaah.

Syafi’i mengatakan, penataan Armuzna tahun ini terlihat lebih rapi, terutama pada bagian pergerakan jemaah dan pengelolaan lokasi tenda. Ia menilai, sistem yang diterapkan membuat jemaah lebih mudah mengenali titik keberadaan mereka, sekaligus mengurangi potensi kebingungan saat rangkaian ibadah puncak berlangsung.

“Saya melihat penataan Armuzna tahun ini jauh lebih baik. Jemaah lebih mudah mengenali lokasi tenda dan pergerakan jemaah juga lebih tertib,” ujar Syafi’i, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Ia juga menyoroti penempatan tenda yang telah dilengkapi identitas kloter dan nama. Menurut Syafi’i, penanda itu membantu jemaah menemukan lokasi masing-masing dengan lebih cepat dan tidak berputar-putar di tengah padatnya pergerakan di Armuzna.

“Tenda-tenda sudah tertata rapi dan jemaah bisa mengetahui lokasi mereka dengan mudah,” kata dia.

Syafi’i menambahkan, pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ia mengaku tidak banyak menemukan jemaah yang kebingungan atau telantar dalam perjalanan, sesuatu yang menurutnya menunjukkan adanya perbaikan pada pola pengaturan di lapangan.

“Pergerakan jemaah lebih teratur dan pelayanan petugas di lapangan sangat membantu,” kata dia.

Oleh karena itu, Syafi’i mengapresiasi pengaturan pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah yang dilakukan secara bertahap. Pola ini, kata dia, membuat arus keberangkatan lebih terkendali karena tidak menimbulkan penumpukan di lobi hotel. Jemaah diberangkatkan berdasarkan pemanggilan, sementara mereka yang belum dipanggil tetap menunggu di kamar sampai giliran tiba.

“Jemaah diberangkatkan berdasarkan pemanggilan. Yang belum dipanggil tetap menunggu di kamar sehingga prosesnya lebih tertib,” ujar dia.

Ia menilai, cara tersebut membantu menjaga ketertiban sejak awal proses keberangkatan menuju Arafah. Bagi Syafi’i, penanganan seperti ini penting agar jemaah tidak terdorong berkumpul dalam jumlah besar pada satu titik dan pelayanan petugas bisa berjalan lebih efektif.

Syafi’i juga memberi perhatian pada kehadiran Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di lapangan. Menurut dia, keterlibatan pimpinan secara langsung memberi dampak positif bagi semangat petugas yang bertugas melayani jemaah di tengah padatnya rangkaian haji.

“Pimpinan hadir langsung di lapangan dan itu memberikan energi positif bagi seluruh petugas untuk bekerja maksimal melayani jemaah,” ucap Syafi’i.

Dengan pengaturan yang dinilainya lebih tertib, penempatan tenda yang lebih mudah dikenali, serta pergerakan jemaah yang lebih lancar, Syafi’i menyimpulkan bahwa penyelenggaraan puncak haji tahun ini menunjukkan perbaikan yang nyata. Baginya, suasana Armuzna yang lebih rapi menjadi salah satu tanda bahwa pelayanan terhadap jemaah Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Syafi’i, rangkaian pengaturan yang lebih matang itu bukan hanya memudahkan jemaah secara teknis, tetapi juga memberi rasa tenang dalam menjalankan ibadah. Saat alur pergerakan tersusun lebih jelas dan penugasan petugas berjalan sigap, jemaah dapat lebih fokus pada prosesi haji tanpa terdistraksi oleh persoalan koordinasi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa perbaikan yang terlihat di Armuzna tahun ini patut dipertahankan dan terus disempurnakan. Dengan pola layanan yang makin tertib, identitas tenda yang jelas, serta dukungan petugas yang responsif, penyelenggaraan haji Indonesia dinilai semakin menunjukkan arah pembenahan yang konsisten dari waktu ke waktu.