Bisnis & Ekonomi

Rupiah Sentuh Rp14.000 per Dolar Singapura, Terlemah Sepanjang Masa

5
×

Rupiah Sentuh Rp14.000 per Dolar Singapura, Terlemah Sepanjang Masa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rp14.000/SG$, Rupiah Rekor Terlemah di Hadapan Dolar Singapura - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Tekanan ganda menghantam rupiah pada Jumat (29/5/2026). Di hadapan dolar Amerika Serikat, nilai tukar rupiah bergerak mendekati Rp17.900 per dolar AS, level yang disebut sebagai posisi terlemah sepanjang sejarah. Pada saat yang sama, rupiah terhadap dolar Singapura juga menembus Rp14.000 per SG$, yang kembali menandai rekor terlemah sepanjang masa.

Pergerakan dua pasangan mata uang itu menunjukkan betapa rapuhnya posisi rupiah pada perdagangan hari ini. Bukan hanya melemah terhadap dolar AS, rupiah juga terseret ke titik terendahnya terhadap dolar Singapura. Dua angka tersebut menjadi sorotan utama karena sama-sama berada di wilayah yang belum pernah tersentuh rupiah sebelumnya.

Di pasar kawasan, pergerakan mata uang Asia sebenarnya tidak berjalan seragam terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang justru bergerak menguat dan berada di zona hijau. Baht Thailand, ringgit Malaysia, rupee India, dolar Taiwan, peso Filipina, yuan China, dan yuan offshore tercatat menguat dalam perdagangan hari ini.

Namun, di sisi lain, ada mata uang yang bergerak melemah dan menjadi penekan tambahan bagi sentimen kawasan. Won Korea Selatan dan rupiah Indonesia tercatat melemah paling tajam dibanding mata uang Asia lain yang dipantau. Won turun 0,69%, sedangkan rupiah melemah 0,51%.

Pergerakan itu membuat rupiah terlihat tertinggal dibanding beberapa mata uang regional yang justru mampu bertahan atau menguat. Ketika mata uang lain masih berada di zona hijau, rupiah justru masuk ke kelompok pelemah. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan pada rupiah bukan hanya muncul dalam satu pasangan mata uang, melainkan juga terasa dalam konteks kawasan yang lebih luas.

Sementara itu, dolar Singapura tidak bergerak jauh dari posisinya terhadap dolar AS. Mata uang tersebut hanya menyusut tipis 0,07%. Yen Jepang turun 0,04%, sedangkan dolar Hong Kong melemah 0,01%. Walau pelemahan tiga mata uang itu tergolong kecil, pergerakannya tetap cukup untuk memperlihatkan arah pasar yang berbeda-beda di masing-masing negara.

Jika dibandingkan langsung, rupiah tampak jauh lebih tertekan daripada dolar Singapura. Dalam perdagangan hari ini, rupiah melemah 0,51% terhadap dolar AS, sedangkan dolar Singapura hanya turun 0,07%. Selisih pelemahan yang cukup lebar itu membuat jarak persepsi investor terhadap risiko Indonesia dan Singapura terlihat semakin melebar.

Jarak persepsi risiko

Pelemahan dolar Singapura yang hanya tipis, berhadapan dengan rupiah yang turun lebih dalam, menjadi salah satu penanda penting perdagangan hari ini. Kondisi tersebut membuat rupiah bukan hanya sekadar melemah, tetapi juga kehilangan pijakan relatif terhadap mata uang tetangga yang pergerakannya masih lebih stabil.

Situasi ini juga menegaskan kembali bahwa rupiah sedang berada di bawah tekanan besar. Terhadap dolar AS, rupiah mendekati Rp17.900 per dolar. Terhadap dolar Singapura, rupiah bahkan sudah menyentuh Rp14.000 per SG$. Dua level ini bukan sekadar angka psikologis, melainkan rekor terlemah yang tercatat untuk masing-masing pasangan mata uang tersebut.

Dalam pergerakan hari ini, fakta yang paling menonjol adalah bahwa rupiah melemah di dua sisi sekaligus. Sisi pertama adalah hadapan dolar AS, yang membawa rupiah nyaris ke Rp17.900 per dolar. Sisi kedua adalah hadapan dolar Singapura, yang mendorong rupiah ke Rp14.000 per SG$. Keduanya sama-sama menempatkan rupiah pada posisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di tengah pergerakan mata uang kawasan yang bercampur antara hijau dan merah, rupiah justru berada di barisan yang paling tertekan. Pelemahan itu berjalan seiring dengan melemahnya won Korea Selatan, tetapi laju rupiah tetap mencolok karena menembus dua rekor sekaligus. Bagi pasar, kondisi ini menjadi gambaran bahwa tekanan terhadap rupiah masih sangat kuat pada perdagangan Jumat ini.

Dengan demikian, hari ini menjadi salah satu momen paling berat bagi rupiah dalam sejarah perdagangannya. Angka Rp17.900 per dolar AS dan Rp14.000 per dolar Singapura mencatatkan dua rekor terlemah yang sama-sama muncul pada waktu yang berdekatan. Sementara mata uang kawasan lain masih bergerak campuran, rupiah kembali menjadi pusat perhatian karena pelemahannya yang paling dalam dan paling nyata.