jurnalistik.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar kegiatan taaruf “Golek Garwo” dalam rangkaian Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo 2026 di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta, pada Minggu (28/6/2026). Acara ini menjadi ruang bagi para lajang untuk saling mengenal dan mencari pasangan hidup.
Ajang taaruf yang diberi nama “Golek Garwo” diikuti ratusan peserta yang telah melakukan konfirmasi kehadiran. Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Bimas Islam, Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), serta Komunitas Golek Garwo.
Abu Rokhmad menjelaskan bahwa forum perkenalan tersebut dirancang agar peserta bisa mengarah pada tujuan pernikahan. Ia mengatakan, “Mereka saling berkenalan dalam forum ini untuk mendapatkan apa namanya pasangan yang diharapkan oleh teman-teman yang hadir.” Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut Abu Rokhmad, sampai tahap pelaksanaan, sebanyak 400 peserta telah mengonfirmasi kehadiran. Ia menekankan bahwa komposisi peserta juga menunjukkan adanya perbedaan jumlah antara laki-laki dan perempuan, dengan laki-laki sekitar 30 persen dari keseluruhan peserta yang terkonfirmasi.
Dalam keterangannya, Abu Rokhmad menyebut, “Hari ini yang terkonfirmasi hadir ada 400 orang. Memang lebih banyak perempuan daripada laki-laki, yang laki-laki tadi sekitar 30 persen ya, sisanya perempuan.” Ia juga menambahkan bahwa angka tersebut masih berpeluang bertambah karena panitia tetap membuka pendaftaran langsung di lokasi.
Abu Rokhmad menilai kemungkinan penambahan peserta cukup terbuka, mengingat mekanisme pendaftaran yang masih berjalan pada hari yang sama. Ia mengatakan, “Nah, kelihatannya ini masih mungkin bisa lebih banyak lagi dari 400 karena ini masih ada pendaftaran yang dilakukan secara on the spot di lokasi ini.” Dengan demikian, jumlah peserta yang hadir pada akhirnya bisa melampaui angka konfirmasi awal.
Perkenalan difasilitasi, harapannya berujung akad
Lebih jauh, Abu Rokhmad menyampaikan harapan agar kegiatan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para peserta. Fokusnya, peserta yang selama ini belum menemukan jodoh diharapkan memperoleh kesempatan melalui proses perkenalan yang difasilitasi Kemenag.
Ia menuturkan, “Kami berharap kegiatan hari ini bisa memberikan manfaat yang besar terutama bagi mbak-mbak, mas-mas yang memang belum menemukan jodohnya untuk menemukan jodoh hari ini sekaligus nanti diakhiri dengan akad nikah yang nanti tentu mereka akan merencanakan sendiri.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pertemuan dalam forum menjadi langkah awal, sementara kelanjutan ke jenjang pernikahan direncanakan bersama oleh peserta yang sepakat.
Abu Rokhmad juga menyebut bahwa bila memungkinkan, Kemenag bersiap membantu memfasilitasi pernikahan massal bagi peserta yang nantinya bersepakat melanjutkan hubungan ke tahap pernikahan. Ia menyampaikan rencana itu sebagai bagian dari dukungan lanjutan setelah proses perkenalan berlangsung.
Ia menambahkan, “Kami nanti juga kalau dimungkinkan diharapkan kami akan ikut membantu memfasilitasi pernikahan secara massal yang seperti yang kemarin kami lakukan.” Dengan skema tersebut, acara taaruf tidak berhenti pada perkenalan, tetapi diarahkan agar peserta memiliki peluang untuk menempuh proses pernikahan.
“Golek Garwo” digelar dalam suasana pameran dan rangkaian nikah yang mempertemukan kebutuhan dan minat calon pasangan. Melalui kolaborasi Ditjen Bimas Islam, APRI, dan Komunitas Golek Garwo, Kemenag menghadirkan mekanisme taaruf yang terstruktur, sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk bertemu lebih banyak orang pada hari yang sama melalui pendaftaran di lokasi.
Dalam rangkaian Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo 2026, kegiatan taaruf “Golek Garwo” ditempatkan sebagai wadah pertemuan yang memusatkan proses perkenalan bagi para lajang. Di lokasi acara, peserta dapat saling berinteraksi dalam suasana pameran yang mempertemukan beragam kebutuhan calon pasangan.
Menurut keterangan Direktur Jenderal Bimas Islam, forum ini tidak sekadar menjadi ajang berbincang, tetapi juga diarahkan agar langkah pertemuan dapat berkembang menuju tujuan pernikahan. Dengan mekanisme perkenalan yang difasilitasi penyelenggara, peserta diharapkan lebih siap menentukan arah hubungan yang ingin mereka lanjutkan bersama.
Abu Rokhmad juga menekankan bahwa angka konfirmasi yang sudah masuk menunjukkan kesiapan peserta, namun jumlah yang hadir bisa bertambah karena pendaftaran tetap dibuka pada hari pelaksanaan. Ia menyebut adanya perbedaan komposisi laki-laki dan perempuan di antara peserta yang terkonfirmasi, sehingga pelaksanaan acara tetap memberi ruang bagi lebih banyak pasangan untuk saling mengenal.
Lebih lanjut, dukungan Kemenag diproyeksikan berlanjut setelah tahap perkenalan berlangsung. Jika ada peserta yang bersepakat melanjutkan hubungan ke tahap pernikahan, Kemenag menyatakan siap ikut membantu memfasilitasi pernikahan massal, sebagaimana bentuk dukungan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.











