jurnalistik.co.id – PEKANBARU — Sebanyak 13 orang pengguna narkoba diamankan di salah satu tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau. Dari belasan orang itu, terdapat satu pria berinisial AF yang disebut merupakan anak pejabat di Kabupaten Pelalawan, Riau.
AF diduga ikut dalam pesta narkoba bersama teman laki-laki dan sejumlah perempuan. Penindakan terhadap para pengguna narkoba tersebut dilakukan aparat gabungan dari Polisi Militer (Pom) TNI AD, Pom TNI AU, dan Propam Polda Riau pada Minggu (24/5/2025) dini hari.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta mengatakan, seluruh 13 orang yang terjaring dalam penggerebekan itu kemudian diserahkan ke Polresta Pekanbaru. Keterangan itu ia sampaikan saat konferensi pers di Pekanbaru pada Selasa (26/5/2026).
“Terhadap 13 orang penyalahgunaan narkotika ini, diserahkan ke Polresta Pekanbaru,” kata Muharman.
Setelah penggerebekan dilakukan, tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru mendatangi lokasi kejadian. Di sana, polisi menerima penyerahan 13 orang pelaku yang terdiri dari delapan pria dan lima wanita.
Para pelaku diketahui berasal dari Pekanbaru, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Pelalawan. Mereka adalah KS (32), RR (22), GFA (23), TT (28), AF (21), FAY (24), FER (22), dan IRF (22) untuk kelompok laki-laki. Sementara lima perempuan yang diamankan ialah FA (23), RR (23), SAP (22), SA (23), dan ARS (23).
Barang bukti dan hasil tes urine
Dalam penggerebekan itu, petugas turut menyita sejumlah barang bukti narkotika. Dari pelaku FER, polisi menemukan ganja kering seberat 9,8 gram serta empat buah cairan etomidate. Sementara dari pelaku FAY, petugas menyita 1,2 gram ganja kering.
Meski demikian, polisi tidak menampilkan barang bukti narkotika yang disita dari para pelaku. Muharman menyebut barang bukti masih berada di laboratorium, sehingga belum bisa diperlihatkan kepada publik.
“Barang bukti masih berada di laboratorium, sehingga tidak bisa kami tampilkan,” kata Muharman.
Setelah itu, para pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan urine. Dari hasil tes tersebut, seluruh pelaku dinyatakan positif narkoba.
Muharman menjelaskan, ada tiga orang yang positif menggunakan ganja, sedangkan selebihnya positif etomidate. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa para pelaku benar-benar terlibat dalam penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan malam tersebut.
“Tiga orang positif memakai ganja, selebihnya positif etomidate,” sebut Muharman.
Soal latar belakang AF
Terkait dugaan keterlibatan anak pejabat Kabupaten Pelalawan, Kombes Muharman tidak memberikan penjelasan rinci. Saat wartawan menanyakan latar belakang pelaku berinisial AF, ia memilih tidak menguraikan lebih jauh.
“Untuk latarbelakang pelaku, maaf kami tidak bisa menjawab,” kata Muharman.
Penanganan perkara pengguna narkoba ini selanjutnya akan dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT). Tim tersebut terdiri dari penyidik kepolisian, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), kejaksaan, dan anggota medis.
Melalui mekanisme itu, para pelaku akan diproses sesuai penanganan yang berlaku dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, polisi masih menangani rangkaian pemeriksaan terhadap 13 orang yang diamankan dalam penggerebekan di tempat hiburan malam tersebut.
Kasus ini juga menegaskan bahwa proses penanganan penyalahgunaan narkotika tidak berhenti pada penangkapan semata. Setelah diamankan, para terduga pelaku harus melalui serangkaian pemeriksaan lanjutan untuk memastikan peran masing-masing dalam perkara yang ditangani aparat. Dalam konteks ini, hasil tes urine dan barang bukti yang telah ditemukan menjadi dasar awal bagi penyidik untuk melanjutkan proses berikutnya secara lebih terukur.
Di sisi lain, pengungkapan perkara ini menunjukkan adanya perhatian serius aparat terhadap aktivitas di tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba. Meski identitas salah satu pelaku ikut menjadi sorotan, polisi tetap menegaskan bahwa seluruh orang yang diamankan diperlakukan dalam kerangka pemeriksaan yang sama, sementara penentuan akhir penanganan akan mengacu pada hasil asesmen terpadu yang sedang berjalan.












