Peristiwa

23 Hotel di Gorontalo Sudah Penuh Dipesan Jelang PENAS

0
×

23 Hotel di Gorontalo Sudah Penuh Dipesan Jelang PENAS

Sebarkan artikel ini
23 Hotel di Gorontalo Penuh Dipesan Jelang PENAS
Ilustrasi: 23 Hotel di Gorontalo Penuh Dipesan Jelang PENAS

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo merilis daftar hotel yang laris dipesan jelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII pada 20–25 Juni.

Pada peresmian Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS Petani dan Nelayan, Gubernur Gusnar Ismail menempatkan kesiapan layanan penyambutan delegasi sebagai bagian dari agenda menjelang acara.

Kota Gorontalo menjadi salah satu pusat kegiatan selama periode tersebut. Kominfotik menyebut, sebanyak 23 hotel di Gorontalo tercatat sudah penuh dipesan, dengan dua di antaranya berstatus hotel berbintang.

Sekretaris Dinas Parekrafpora Romi Moge menjelaskan bahwa keterisian sejumlah hotel berkaitan langsung dengan pelaksanaan PENAS.

Menurut Romi, tamu dari luar daerah telah melakukan pemesanan jauh hari sebelum acara dimulai. “Dari catatan panitia, dua dari lima hotel berbintang sudah penuh yakni Hotel Yulia kapasitas 43 kamar dan Amaris 147 kamar,” kata Romi, Kamis (4/6/2026).

Romi menambahkan, “Tiga hotel berbintang lain seperti Aston, Fox dan Grand Q keterisian kamar sudah di atas 75 persen.” Pernyataan itu menjadi rujukan soal kondisi keterisian pada fase awal jelang PENAS.

Selain hotel yang sudah penuh, Pemprov juga mencatat ketersediaan akomodasi lain untuk menyambut tamu. Data menyebut ada 57 hotel, penginapan, dan homestay yang dipersiapkan.

Pendataan tersebut tidak hanya mencakup fasilitas di Kota Gorontalo, tetapi juga mempertimbangkan lokasi pelaksanaan yang melibatkan rumah-rumah warga di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Dalam rilisnya, Pemprov menegaskan bahwa selain yang sudah terisi penuh, masih terdapat puluhan hotel, penginapan, dan homestay yang belum banyak dipesan menjelang PENAS.

Ruang ketersediaan yang belum optimal ini, menurut informasi yang disampaikan, dapat menjadi kesempatan bagi tamu yang ingin mengakses hotel di kota Gorontalo serta sekitarnya.

Romi menyebut pihaknya akan terus memantau keterisian kamar dalam beberapa hari ke depan. Pemantauan tersebut dimaksudkan agar informasi mengenai ketersediaan akomodasi bisa diperbarui sesuai perkembangan pemesanan.

Untuk membantu proses pemilihan tempat menginap, Pemprov juga menyiapkan alur dukungan data. Pimpinan OPD yang bertanggungjawab melayani delegasi dari setiap provinsi akan diberikan data serupa agar memudahkan tamu menentukan hotel yang dikehendaki.

Dengan demikian, koordinasi layanan akomodasi diarahkan agar kebutuhan delegasi selama 20–25 Juni dapat terakomodasi, baik untuk hotel berbintang maupun opsi penginapan lainnya yang dipersiapkan oleh pemerintah daerah.

Pada fase menjelang acara, perhatian terhadap keterisian kamar menjadi penting karena penunjukan tempat menginap sering menjadi keputusan awal sebelum delegasi berangkat. Kondisi “sudah penuh” yang tercatat pada 23 hotel juga menunjukkan tingginya respons pemesanan dari tamu luar daerah.

Dalam konteks itu, informasi yang disampaikan pemerintah provinsi diharapkan memberikan gambaran yang jelas mengenai situasi per hotel, termasuk kapasitas Hotel Yulia yang disebut 43 kamar dan Amaris yang disebut 147 kamar.

Rujukan keterisian juga dipertegas melalui hotel-hotel berbintang lainnya yang disebut di atas 75 persen, yakni Aston, Fox, dan Grand Q. Rincian tersebut menjadi dasar bagi tamu dalam mempertimbangkan pilihan ketika pemesanan semakin mendekati jadwal pelaksanaan PENAS.

Upaya pemantauan yang berlangsung beberapa hari ke depan diharapkan menjaga ketersediaan informasi bagi delegasi. Dengan pembagian data kepada OPD penanggung jawab layanan, komunikasi tentang pilihan penginapan dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan rombongan.

Menjelang pelaksanaan, kondisi pemesanan yang mulai terkonsentrasi membuat pihak penyelenggara perlu memastikan informasi layanan penginapan tersusun rapi. Dengan pembaruan data dari waktu ke waktu, tamu dari luar daerah dapat menyesuaikan rencana menginapnya tanpa menunggu sampai hari-hari terakhir.

Selain gambaran hotel yang sudah penuh, pemerintah juga menyiapkan inventaris akomodasi lain agar pilihan bagi delegasi tetap tersedia. Pendataan tersebut diarahkan mencakup bukan hanya area Kota Gorontalo, tetapi juga wilayah sekitar yang terhubung dengan lokasi pelaksanaan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Dalam koordinasi layanan, pemberian data serupa kepada pimpinan OPD penanggung jawab delegasi tiap provinsi dimaksudkan agar alur penentuan hotel menjadi lebih terarah. Langkah pemantauan beberapa hari ke depan juga berfungsi untuk menyesuaikan ketersediaan yang diinformasikan, sehingga keputusan tempat menginap dapat dibuat sesuai perkembangan pemesanan.