jurnalistik.co.id – Seorang wanita berinisial M (52) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar indekos di Jalan Makaliwe, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Penemuan itu bermula dari kecurigaan warga setelah melihat ada tetesan darah dari lantai dua bangunan tersebut.
Peristiwa terjadi pada Rabu (29/7/2026). Berdasarkan keterangan Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, laporan pertama diterima polisi sekitar pukul 18.50 WIB.
“Tetangga yang di lantai satu melaporkan ada darah yang menetes dari atas. Karena ditemukan itu, warga melaporkan ke RT dan RW setempat,” kata Reza saat ditemui di lokasi pada Rabu malam.
Setelah menerima laporan, warga bersama pengurus RT dan RW kemudian memeriksa asal tetesan darah. Dari penelusuran tersebut, mereka mendapati satu pintu kamar indekos di lantai dua dalam keadaan terkunci.
“Ada pintu yang terkunci dan dibuka, lalu ditemukan seorang perempuan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Reza.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Personel dari Polsek Grogol Petamburan bersama Unit Reskrim Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat turut turun untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Ada penemuan seorang mayat perempuan. Anggota kami dari Polsek Grogol Petamburan beserta Unit Reskrim dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mendatangi TKP,” kata Reza.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban telah meninggal dunia dan terdapat luka pada bagian kepala. Meski demikian, polisi menegaskan penyebab kematian masih dalam tahap penyelidikan.
Reza menyampaikan bahwa pihaknya masih mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi. “Kami masih ngumpulin alat bukti dan juga kami masih meminta keterangan dari para saksi tersebut,” tuturnya.
Berita Terkait
Di sekitar TKP, seorang warga, Ani Lestari (35), menjelaskan bahwa informasi tetesan darah pertama kali diketahui oleh ibu pemilik indekos. Menurut Ani, sang ibu melihat adanya darah yang menetes dari bagian atas bangunan.
“Yang ibunya yang kos-kosan itu ngelihat darah katanya dari atas, netes,” kata Ani.
Setelah mengetahui adanya tetesan, pemilik indekos kemudian menelusuri asalnya. Dari penelusuran tersebut, mereka menemukan kain yang berlumuran darah. Temuan itu kemudian menjadi pemicu warga untuk melapor dan memastikan kondisi di lantai dua.
Proses pengecekan berlangsung hingga akhirnya ditemukan korban di dalam kamar yang sebelumnya terkunci. Warga melaporkan temuan tersebut kepada RT dan RW setempat, dan selanjutnya polisi melakukan pemeriksaan di lokasi.
Hingga saat berita ini disusun, pihak kepolisian belum memaparkan motif atau penyebab pasti kematian. Fokus penyelidikan diarahkan pada pengumpulan bukti dan pemeriksaan keterangan saksi untuk menjelaskan rangkaian kejadian secara utuh.
Kasus penemuan jasad ini menjadi perhatian warga karena melibatkan temuan awal berupa tetesan darah dari lantai dua, sebelum akhirnya kamar indekos dibuka dan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka di bagian kepala. Polisi juga akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah penyelidikan berikutnya.
Di Jalan Makaliwe, warga sekitar berupaya memastikan keamanan setelah menerima kabar tetesan darah dari lantai dua. Langkah awal dilakukan dengan melibatkan pengurus RT dan RW agar pemeriksaan tidak dilakukan secara sporadis.
Setelah penelusuran dilakukan, temuan di area sekitar kamar memperkuat kecurigaan bahwa ada kejadian di dalam indekos. Pihak warga kemudian melanjutkan pengecekan sampai akhirnya pintu kamar yang terkunci bisa dibuka.
Petugas yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan tahap awal untuk mencocokkan laporan warga dengan kondisi korban. Dari hasil awal itu, polisi menemukan korban perempuan yang telah meninggal dunia beserta tanda luka di bagian kepala, sementara detail penyebab kematian masih dipelajari melalui alat bukti dan keterangan saksi.
Sampai proses penyelidikan berjalan, polisi belum mengungkap dugaan motif maupun kronologi rinci di balik kejadian. Pengumpulan informasi terus difokuskan pada penjelasan saksi-saksi di sekitar TKP, termasuk pihak yang lebih dulu mengetahui adanya tetesan darah.












