Peristiwa

Arak-arakan Sisingaan di Bekasi Berujung Maut, 3 Pekerja Odong-odong Tewas Tersengat Listrik

4
×

Arak-arakan Sisingaan di Bekasi Berujung Maut, 3 Pekerja Odong-odong Tewas Tersengat Listrik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 3 Pekerja Odong-odong Tewas Tersengat Listrik saat Arak-arakan Sisingaan di Bekasi

jurnalistik.co.id – BEKASI — Tiga pekerja kesenian odong-odong Alan Grup Dewa Tarompet asal Ciwera Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, tewas tersengat listrik saat mengikuti arak-arakan sisingaan di Kampung Cibeureum RT 03/RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain tiga korban meninggal dunia, dua orang lainnya mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Cikarang Utara untuk mendapatkan perawatan medis. Peristiwa itu sontak membuat suasana arak-arakan berubah menjadi kepanikan.

“Tadi yang dibawa ke rumah sakit ada lima orang. Tiga meninggal di lokasi, dua lainnya dirawat karena luka bakar,” ujar Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa.

Aliyani menjelaskan, tiga korban yang meninggal masing-masing berinisial G (18), J (20), keduanya warga Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, serta seorang pria lain yang identitasnya masih dalam proses pendataan atau Mr X. Adapun dua korban yang selamat masing-masing berinisial R (18), warga Pagaden, yang mengalami luka bakar pada bagian kaki, serta RM (22) yang mengalami luka bakar di bagian kepala dan kaki.

Berawal saat rombongan hendak melanjutkan arak-arakan

Menurut Aliyani, peristiwa bermula ketika rombongan sisingaan hendak melanjutkan arak-arakan setelah beristirahat. Saat itu, salah seorang personel yang berada di atas gerobak sound system berupaya mengangkat kabel listrik menggunakan tangan agar rombongan bisa melintas.

“Pada saat itu juga laki-laki tersebut tersengat aliran listrik dan merambat ke enam orang laki-laki yang bertugas menarik dan mendorong gerobak sound system,” kata Aliyani.

Ia menjelaskan, aliran listrik cepat menyebar karena gerobak sound system yang digunakan terbuat dari material besi. Akibatnya, sengatan listrik tidak hanya mengenai satu orang, tetapi menjalar kepada sejumlah pekerja yang berada di sekitar gerobak tersebut.

“Korban tersengat aliran listrik dari kabel sentral,” ujar Aliyani.

Aliyani menambahkan, pihak kepolisian telah memeriksa enam saksi yang terdiri dari tiga anggota linmas, satu penanggung jawab acara hajatan, dan dua warga setempat. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kronologi insiden yang menewaskan tiga pekerja odong-odong tersebut.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa nahas itu. “Saat ini kami sudah melakukan cek TKP, meminta keterangan saksi-saksi, berkoordinasi dengan dokter, dan melakukan pemeriksaan oleh Inafis,” kata Aliyani.

Rombongan kesenian itu diketahui berangkat dari Subang pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka tiba di lokasi hajatan sekitar pukul 04.00 WIB sebelum akhirnya insiden listrik tersebut terjadi beberapa jam kemudian saat arak-arakan kembali dilanjutkan.

Insiden itu menjadi perhatian warga yang semula menyaksikan jalannya arak-arakan. Aktivitas yang awalnya berlangsung meriah berubah cepat menjadi kacau setelah para pekerja kesenian tersengat listrik. Sejumlah orang di lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan sambil memastikan korban segera dibawa ke rumah sakit.

Hingga proses pemeriksaan berlangsung, kepolisian masih menelusuri detail rangkaian kejadian, termasuk posisi kabel, kondisi gerobak sound system, dan aktivitas para pekerja sesaat sebelum sengatan terjadi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan sumber bahaya yang memicu jatuhnya korban jiwa dan luka bakar dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini juga meninggalkan duka mendalam bagi rombongan kesenian yang datang dari Subang untuk memenuhi undangan hajatan. Dalam waktu singkat, perjalanan yang mereka tempuh sejak malam sebelumnya berakhir tragis di tengah arak-arakan yang seharusnya menjadi bagian dari hiburan warga.