Hukum & Kriminal

BNN Gagalkan Penyelundupan 7,8 Kg Hashis, Dua WN Rusia Ditangkap untuk Pasar Bali

0
×

BNN Gagalkan Penyelundupan 7,8 Kg Hashis, Dua WN Rusia Ditangkap untuk Pasar Bali

Sebarkan artikel ini
Dua WN Rusia Ditangkap saat Bawa 7,8 Kg Hashis untuk Pasar Bali
Ilustrasi: Dua WN Rusia Ditangkap saat Bawa 7,8 Kg Hashis untuk Pasar Bali

jurnalistik.co.id – BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis hashis seberat 7,8 kilogram yang diduga akan diedarkan di Bali. Pengungkapan kasus ini dilaporkan pada 07 Juni 2026 pukul 23:10 WIB.

Dalam operasi tersebut, petugas menangkap dua warga negara Rusia. Keduanya diamankan setelah perjalanan yang diduga terkait rencana peredaran narkotika dihentikan di wilayah Bangli, Bali.

Penangkapan melibatkan dua tersangka dengan inisial KK (52), perempuan, dan SK (40), laki-laki. Pemeriksaan dan pengamanan dilakukan oleh petugas gabungan BNN dan Bea dan Cukai di kawasan Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli.

Kronologi awal berawal dari informasi yang diterima BNN dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Informasi tersebut menyebut adanya koper berisi narkotika jenis hashis yang dibawa oleh tersangka KK.

Menurut informasi yang kemudian ditindaklanjuti, narkotika tersebut diduga berasal dari Thailand. Petugas kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan untuk memastikan keterlibatan pihak lain dalam rencana pendistribusian di Bali.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengidentifikasi satu pelaku lainnya berinisial SK. SK disebut diduga terlibat dalam rencana peredaran narkotika di sejumlah lokasi di Bali.

Berdasarkan pengembangan perkara, kedua tersangka diketahui melakukan perjalanan darat menuju Pulau Bali. Selama proses perjalanan tersebut, mereka membawa narkotika jenis hashis atau ganja padat seberat 7,8 kilogram.

Barang haram yang dibawa tersebut diduga tidak hanya ditujukan untuk satu lokasi, melainkan akan diedarkan di beberapa titik di Bali. Dugaan ini kemudian menjadi dasar penguatan langkah pengawasan sebelum aksi peredaran dijalankan.

Petugas gabungan kemudian menindaklanjuti rencana yang diperkirakan akan dilakukan. Upaya penghentian dilakukan sebelum tersangka sempat menjalankan aksinya sesuai dugaan peredaran di wilayah Bali.

Operasi pengamanan dilaksanakan dengan menghentikan perjalanan kedua tersangka dan melakukan penangkapan di wilayah Bangli. Penangkapan ini dilakukan di area Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Bali.

Setelah penangkapan, proses pengamanan diarahkan pada penguatan bukti terkait jumlah barang bukti yang dibawa, yakni hashis seberat 7,8 kilogram. Petugas juga memfokuskan pada peran masing-masing tersangka dalam rencana peredaran di Bali.

BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan tindakan tersebut sebagai upaya menggagalkan penyelundupan narkotika yang diduga akan masuk dan diedarkan di wilayah Bali. Penangkapan dua warga negara Rusia ini menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan yang berawal dari informasi awal mengenai koper berisi narkotika.

Dengan ditemukannya rencana perjalanan darat menuju Bali serta keterlibatan dua tersangka berinisial KK dan SK, petugas dapat menyatukan alur peristiwa sejak narkotika diduga dibawa dari Thailand. Langkah penghentian di Bangli menjadi momen penting sebelum peredaran di lokasi-lokasi yang diduga menjadi target dapat berjalan.

Pengungkapan ini berangkat dari rangkaian informasi awal yang kemudian diuji melalui proses penyelidikan dan pengembangan. Dari sana, petugas berupaya memastikan apakah rencana peredaran di Bali melibatkan pihak lain di luar pengangkut awal.

Dalam pengembangan perkara, pihak berwenang tidak hanya berfokus pada koper yang disebut memuat hashis, tetapi juga menelusuri pergerakan tersangka selama perjalanan darat. Upaya pengawasan diterapkan sejak sebelum rencana tersebut benar-benar dijalankan di lapangan.

Kedua tersangka yang diamankan, yakni KK (52) dan SK (40), kemudian diproses dalam pengamanan petugas gabungan BNN serta Bea dan Cukai. Pemeriksaan diarahkan pada penelusuran peran masing-masing dalam dugaan distribusi di beberapa titik di Bali.

Dengan dihentikannya perjalanan di wilayah Bangli, langkah pencegahan dilakukan pada fase krusial, yaitu sebelum aksi peredaran berjalan sesuai dugaan. Petugas juga mengonsolidasikan bukti terkait jumlah barang bukti hashis seberat 7,8 kilogram untuk memperkuat rangkaian pemeriksaan.