jurnalistik.co.id – Kliwon Alwawan membantah tudingan bahwa ia hanya memberikan uang Rp 100.000 kepada Kusmiah (61), juru parkir lansia di Brebes, setelah membantu menggagalkan percobaan pencurian uang senilai Rp 3,6 miliar.
Menurut Kliwon, peristiwa itu justru membuat dirinya masih dalam kondisi syok. Ia menegaskan, pemberian Rp 100.000 disebut sebagai tanggapan atas sorotan publik, namun niatnya datang kepada Kusmiah tidak berhenti pada angka tersebut.
Ia menyebut Kusmiah menyelamatkan uang Rp 3,6 miliar dari percobaan pencurian bermodus pecah kaca mobil yang terjadi pada Senin (15/6/2026). Setelah kejadian itu, sosok Kliwon kemudian disorot warganet karena disebut memberikan imbalan Rp 100.000 kepada Kusmiah.
Kliwon menjelaskan bahwa uang yang dibagikan tidak diterima Kusmiah sendirian. Ia menceritakan, Kusmiah membagikan uang itu kepada tiga orang lain yang juga turut membantu menggagalkan aksi pencurian, sehingga bagian yang diterimanya hanya sebesar Rp 25.000.
Masih panik setelah kejadian
Terkait pemberian Rp 100.000, Kliwon mengaku terkejut sekaligus tertekan oleh rangkaian perhatian publik yang muncul setelah kabar peristiwa beredar. Ia menyatakan bahwa dirinya sebenarnya masih membawa sisa pengalaman yang nyaris merenggut uang miliaran rupiah tersebut.
“Saat itu saya panik dan gemetar. Saya baru saja mengalami kejadian yang luar biasa. Jadi bukan berarti saya hanya ingin memberi Rp 100.000,” kata Kliwon dikutip dari TribunJateng , Sabtu (21/6/2026).
Ia menambahkan, kedatangannya ke rumah Kusmiah juga tidak berkaitan langsung dengan viralitas kasus itu. Kliwon menyebut ia dan istrinya telah memiliki niat untuk mengajak Kusmiah umrah setelah mengetahui keinginan Kusmiah.
“Saya datang ke rumah Bu Kusmiah bukan karena setelah viral, tapi saya dan istri ikhlas untuk mengajak Bu Kusmiah umroh, setelah beliau mengungkapkan ingin melihat Ka’bah,” tambahnya.
Kliwon juga mengaku peristiwa percobaan pencurian itu hingga kini masih membekas. Ia menceritakan, sehari setelah kejadian, ia segera meminta sang adik untuk mencari alamat Kusmiah.
Dalam penuturannya, fokus utama Kliwon bukanlah nilai uang, melainkan rasa terima kasih yang ia anggap tulus karena Kusmiah berani mengambil risiko untuk membantu orang lain.
“Bukan karena uangnya. Saya dan keluarga merasa ditolong dengan sangat ikhlas,” ungkapnya. “Bu Kusmiah tidak mengenal kami, tapi beliau berani mengambil risiko demi membantu orang lain,” tambah Kliwon.
Kusmiah terharu saat mengetahui akan diberangkatkan umrah
Sementara itu, Kusmiah mengaku terkejut sekaligus terharu ketika menerima kabar bahwa ia akan diberangkatkan umrah oleh Kliwon. Ia menyampaikan bahwa kabar tersebut datang setelah kunjungan yang dilakukan Kliwon beserta istrinya.
Keduanya diketahui mendatangi rumah Kusmiah di Kecamatan Jatibarang pada Kamis (18/6/2026). Kunjungan itu dimaknai sebagai silaturahmi sekaligus penyampaian niat untuk memberangkatkan umrah Kusmiah.
Kusmiah kemudian menjelaskan bahwa ia tidak membicarakan apa pun dengan Kliwon terkait balas jasa usai menggagalkan aksi pencurian. Ia mengatakan, ia hanya menerima niat baik tersebut ketika Kliwon datang dengan rencana umrah.
Dalam tanggapan tersebut, Kusmiah berterima kasih kepada Kliwon karena akan mengajaknya menunaikan ibadah umrah. Baginya, perhatian itu dipandang sebagai bentuk penghargaan yang datang dari ketulusan, bukan sekadar imbalan atas kejadian yang nyaris merugikan.
Menurut Kliwon, sorotan publik setelah kabar peristiwa beredar membuat dirinya merasa seolah harus menjelaskan berkali-kali, padahal yang paling ia simpan sejak kejadian adalah pengalaman yang hampir merenggut uang dalam jumlah besar. Ia menilai, perhatian yang datang kemudian lebih banyak menempel pada angka Rp 100.000, sehingga maksud awal dari pertemuannya kerap dipahami keliru. Dalam penuturannya, ia justru ingin menegaskan bahwa bantuan tersebut berangkat dari niat untuk menolong dan menyampaikan penghargaan atas keberanian Kusmiah, bukan sekadar urusan nominal.
Kliwon juga menekankan bahwa hubungan kedatangannya ke rumah Kusmiah berkembang dari rangkaian kejadian dan pertimbangan pribadi. Setelah percobaan pencurian pada Senin (15/6/2026), ia mengaku segera berusaha mencari alamat Kusmiah sehari berselang melalui sang adik. Langkah itu, menurutnya, dilakukan karena ia ingin menyampaikan rasa terima kasih secara langsung. Setelah itu, ia dan istrinya memantapkan niat untuk mengajak Kusmiah menunaikan ibadah umrah, dan kunjungan ke Kecamatan Jatibarang pada Kamis (18/6/2026) menjadi momen untuk menyampaikan rencana tersebut.
Sementara Kusmiah menuturkan keterkejutannya berbarengan dengan rasa terharu ketika mengetahui akan diberangkatkan umrah. Ia menyatakan bahwa kabar tersebut datang setelah Kliwon dan istrinya berkunjung, sehingga baginya niat yang disampaikan terasa datang dari ketulusan yang nyata. Kusmiah juga menegaskan bahwa dalam pertemuan itu, ia tidak membahas balas jasa terkait kejadian yang nyaris merugikan, melainkan lebih menanggapi kebaikan saat Kliwon datang dengan rencana mengajak menunaikan ibadah. Baginya, penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas sikap yang berani mengambil risiko untuk membantu orang lain.












