jurnalistik.co.id – Pemerintah Kota Magelang menyiapkan penataan ulang kawasan Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark melalui pembongkaran lapak pedagang di lokasi tertentu. Rencana ini diarahkan untuk mengubah sebagian area menjadi fasilitas parkir bagi pengunjung, baik untuk sepeda motor maupun mobil.
Penataan tersebut berangkat dari kondisi jumlah kios yang selama ini beroperasi tidak stabil. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut bahwa banyak lapak yang tutup karena tingkat kunjungan yang dinilai masih sepi.
Damar menjelaskan bahwa keberadaan parkir yang lebih ideal diharapkan dapat mendukung keterhubungan pengunjung dengan kios-kios pedagang di area wisata. Menurutnya, perubahan tata guna lahan itu sekaligus dimaksudkan agar aktivitas dagang kembali berjalan lebih ramai.
“Selama ini banyak (lapak) tutup karena memang sepi. Penataan ini supaya dagangan bisa laku,” ujarnya saat meninjau lapak pada Kamis (16/7/2026).
Lokasi yang menjadi fokus penataan berada di Show Room Mudalrejo. Dari rencana yang disampaikan, lapak yang akan dibongkar diarahkan untuk kemudian difungsikan sebagai area parkir kendaraan pengunjung di bagian depan pintu masuk kawasan TKL Ecopark.
Data yang digunakan Pemerintah Kota Magelang berasal dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Magelang. Disebutkan terdapat 160 lapak yang berdiri di lokasi tersebut, dengan rincian 40 lapak berada di area depan yang kelak dibongkar dalam proyek lahan parkir kendaraan.
Selain melakukan pengalihan sebagian lahan, Damar juga menyinggung rencana penertiban terkait kepemilikan lapak. Ia menyatakan bahwa nantinya akan dilakukan penataan agar setiap pihak tidak memegang lebih dari satu lapak.
“Nantinya juga ditertibkan. Satu orang hanya boleh punya satu lapak. Sekarang, satu orang punya empat lapak,” kata Damar.
Terkait kapan pengerjaan parkir baru rampung, wali kota tidak menyebut target waktu yang spesifik. “Secepatnya,” ujarnya.
Berita Terkait
- 58 Gerai KDKMP Terlanjur Berdiri di Lahan Sawah Dilindungi, Sadewo Tri Lastiono Akui Bingung
- Lamongan Masih Punya 108 Ribu Ekor Sapi, Dinas Peternakan Jelaskan Harga Daging Mahal Dipicu Stok Siap Potong Menipis
- Aturan Permendagri, Disdukcapil Wonosobo Minta Unsur MBG pada Nama Muhammad MBG Subianto Ditulis “Embege”
Damar menambahkan bahwa anggaran untuk merombak lapak pedagang diambil dari TKL Ecopark. Dengan demikian, perubahan tata ruang dilakukan menggunakan pembiayaan yang melekat pada pengelolaan kawasan tersebut.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata Taman Kyai Langgeng, Surono, menyambut baik rencana proyek parkir di area Show Room Mudalrejo. Ia menilai langkah ini berpotensi menghadirkan suasana kunjungan yang lebih hidup sehingga dapat berpengaruh pada kesejahteraan pedagang.
Surono menyebut bahwa di Show Room Mudalrejo terdapat lima blok lapak. Ia menambahkan bahwa dari jumlah lapak tersebut, hanya sekitar 40 pedagang yang masih berjualan hingga saat ini, dengan kondisi yang dipengaruhi oleh sepinya pengunjung.
“40 orang itu akhir pekan biasanya. Hari-hari biasa dua-tiga orang aja,” ucap Surono.
Penjelasan Surono menggambarkan adanya perbedaan aktivitas dagang antara akhir pekan dan hari biasa. Menurutnya, lonjakan pengunjung hanya lebih terasa pada periode tertentu, sementara pada hari biasa jumlah pedagang yang aktif cenderung lebih sedikit.
Dalam konteks penataan yang akan berlangsung, perubahan dari lapak menuju area parkir diharapkan mampu memperbaiki akses dan kenyamanan pengunjung saat masuk kawasan. Dengan parkir yang dirancang di bagian depan pintu masuk, pengunjung disebut akan lebih mudah menjangkau area kios pedagang.
Rencana pembongkaran itu juga membawa konsekuensi pada penataan ulang lapak yang ada. Pemerintah kota menyatakan akan melakukan penertiban, termasuk aturan mengenai kepemilikan lapak per individu, agar pengelolaan area lebih tertib.
Meski rincian tahapan pengerjaan tidak disampaikan secara detail, arahan wali kota menekankan agar perubahan segera dilakukan. Penataan yang ditargetkan untuk menghidupkan kembali aktivitas pedagang ini diposisikan sebagai langkah penyeimbangan antara kebutuhan fasilitas pengunjung dan keberlanjutan ekonomi pelaku usaha di TKL Ecopark.
Dengan demikian, proyek parkir yang diproyeksikan di Show Room Mudalrejo menjadi bagian dari penataan kawasan yang lebih menyeluruh. Pemerintah kota berharap, keberadaan parkir yang lebih ideal dan penertiban lapak dapat mendorong kunjungan dan membuat dagangan kembali laku.












