Bisnis & Ekonomi

BJBR Tiba-tiba Melonjak 8 Persen, Harga Ditutup Rp 820 dan Broker Ikut Borong

×

BJBR Tiba-tiba Melonjak 8 Persen, Harga Ditutup Rp 820 dan Broker Ikut Borong

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Saham BJBR Mendadak Terbang 8 Persen, Ini Broker yang Borong

jurnalistik.co.id – Saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mengakhiri perdagangan Selasa (30/6/2026) dengan kenaikan tajam. Harga saham ditutup menguat 8,61 persen ke level Rp 820 setelah sempat bergerak relatif datar pada sebagian besar sesi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), BJBR naik 65 poin dibanding penutupan sebelumnya yang berada di area 755. Kenaikan itu membuat harga penutupan berada pada level tertinggi hari tersebut.

Sepanjang perdagangan, saham BJBR sempat mencatat rentang pergerakan Rp 740 hingga Rp 820. Pada saat yang sama, nilai transaksi tercatat mencapai Rp 6,41 miliar dengan volume 82.620 lot dalam 1.260 kali transaksi.

Pada fase awal hingga tengah sesi, pergerakan harga terlihat lebih terjaga di kisaran Rp 740–Rp 755. Namun, pola tersebut berubah menjelang akhir perdagangan ketika permintaan meningkat cepat.

Menjelang penutupan, terjadi lonjakan yang mendorong harga melesat ke Rp 820 hingga akhirnya ditutup pada level itu. Peningkatan juga tampak dari antrean beli (bid) di akhir sesi yang ikut membesar.

Walau antrean jual (offer) masih berada di atas antrean beli, tekanan beli yang semakin menguat pada menit-menit terakhir mampu mengangkat harga menjadi yang tertinggi pada hari tersebut. Kondisi ini menggambarkan adanya dorongan kuat dari sisi pembelian menjelang bel penutupan.

Dominasi aktivitas investor domestik

Aktivitas transaksi BJBR pada Selasa didominasi investor domestik. Dari sisi nilai transaksi, investor domestik membukukan pembelian sebesar Rp 4 miliar, sementara penjualan mencapai Rp 5,84 miliar.

Di sisi lain, investor asing mencatat pembelian senilai Rp 2,40 miliar dan penjualan Rp 562,46 juta. Dengan komposisi tersebut, investor asing menghasilkan net foreign buy atau beli bersih sebesar Rp 1,84 miliar pada pasar reguler.

Dari sisi volume, investor domestik juga lebih menonjol dibanding investor asing. Investor domestik melakukan pembelian hingga 5,05 juta saham dan penjualan 7,53 juta saham.

Sementara itu, investor asing membukukan pembelian sebanyak 3,21 juta saham dan penjualan 735.200 saham. Perbandingan ini menunjukkan bahwa pergerakan saham tetap banyak “diputar” oleh pelaku dalam negeri, meski asing turut memberi dukungan melalui aktivitas beli bersih.

Akumulasi pembelian broker dan dorongan akhir sesi

Perdagangan BJBR pada hari itu juga mencerminkan adanya akumulasi pembelian oleh sejumlah broker yang terjadi sepanjang sesi. Menjelang penutupan bursa, akumulasi tersebut disebut meningkat tajam.

Gabungan antara peningkatan antrean beli di akhir sesi dan dorongan permintaan yang lebih kuat pada momen penutupan berperan besar terhadap lompatan harga menuju Rp 820. Dengan demikian, kenaikan harian BJBR tidak hanya terjadi secara bertahap, melainkan lebih dominan dipengaruhi pergeseran sentimen pada menit-menit terakhir.

Secara ringkas, BJBR ditutup menguat 8,61 persen pada Rp 820, setelah sempat bergerak relatif dalam kisaran Rp 740–Rp 755. Lonjakan ke level puncak harian serta aktivitas investor—baik domestik yang dominan maupun asing yang mencatat beli bersih—ikut mewarnai dinamika perdagangan pada Selasa tersebut.

Jika dilihat dari pola transaksinya, aktivitas pada sesi Selasa tidak hanya bergerak pada level harga, tetapi juga terlihat dari meningkatnya intensitas di momen akhir. Lonjakan menuju Rp 820 sekaligus beriringan dengan membesarnya bid di penghujung perdagangan, sehingga mengubah arah pergerakan dari relatif stabil menjadi melesat.

Komposisi pelaku juga memberi gambaran yang konsisten. Investor domestik tercatat lebih dominan, baik dari sisi nilai maupun volume, sementara investor asing meski ikut bertransaksi tetap menunjukkan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 1,84 miliar. Namun, selisih pembelian dan penjualan asing tersebut tidak menghapus dominasi aktivitas domestik pada keseluruhan perdagangan.

Dengan rentang pergerakan Rp 740 hingga Rp 820 dan total transaksi 1.260 kali, kenaikan BJBR pada hari itu mencerminkan dorongan yang terkonsentrasi di bagian akhir. Nilai transaksi Rp 6,41 miliar serta volume 82.620 lot ikut menandai bahwa pergerakan menuju penutupan bukan sekadar fluktuasi, melainkan hasil dari tekanan beli yang makin kuat sebelum bel.