jurnalistik.co.id – JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah catatan untuk pelaksanaan ibadah haji 1448 Hijriah atau 2027. Catatan tersebut menyoroti upaya pengurangan antrean serta pentingnya persiapan yang dimatangkan agar penyelenggaraan lebih baik dibanding tahun ini.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkap isi catatan yang disampaikan Prabowo untuk pelaksanaan haji 2027. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers kepulangan PPIH Daker Mekkah.
Gus Irfan menuturkan bahwa Prabowo menerima pimpinan DPR RI, Tim Pengawas Haji, serta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada Rabu, 17 Juni 2026, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dari pertemuan itu, Presiden menyampaikan beberapa pokok perhatian.
Menurut Gus Irfan, catatan pertama yang disampaikan Prabowo berkaitan dengan antrean. “Beliau mencatat beberapa hal, pertama antrean. Antrean diupayakan bisa dikurangi lagi masanya,” ujar Gus Irfan, saat konferensi pers tersebut.
Gus Irfan juga menyampaikan bahwa Prabowo menginginkan persiapan haji 2027 dilakukan lebih matang lagi. Ia menyatakan bahwa tujuan dari penegasan tersebut adalah agar pelaksanaan ibadah haji 2027 berjalan lebih baik dari penyelenggaraan tahun ini.
Konferensi pers kepulangan PPIH Daker Mekkah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026. Pada kesempatan yang sama, Gus Irfan menegaskan bahwa catatan Presiden tidak hanya menyangkut aspek operasional, tetapi juga penilaian atas kinerja penyelenggaraan sebelumnya.
Gus Irfan menyebut bahwa Prabowo memberikan respons apresiasi atas kinerja jajaran Kemenhaj maupun petugas haji di lapangan. “Beliau memberikan respons pertama mengapresiasi kinerja kita semuanya, baik dari tim Kementerian Haji dan juga petugas-petugas haji kita yang luar biasa,” tutur Gus Irfan.
Selain apresiasi kepada petugas, Prabowo juga disebut menghargai kepatuhan dan ketaatan jemaah haji tahun ini. Gus Irfan mengatakan, “Kepatuhan dan ketaatan para jemaah itu juga menjadi apresiasi dari beliau, presiden.”
Gus Irfan menuturkan bahwa secara keseluruhan Prabowo menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik. Penilaian tersebut, menurut Gus Irfan, didukung oleh kerja sama antara pemerintah, DPR RI, petugas haji, serta seluruh jemaah Indonesia.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menyebut bahwa Presiden secara khusus memberikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja Kementerian Haji dan Umrah RI selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Prasetyo menambahkan bahwa Presiden memberikan apresiasi khusus kepada lebih dari 2.000 petugas haji Indonesia. Para petugas tersebut bertugas baik di Tanah Suci maupun di dalam negeri.
Prasetyo mengutip keterangan resmi yang menyatakan bahwa Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji yang menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Dalam kutipan itu juga disebutkan bahwa petugas bekerja siang dan malam untuk memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dengan demikian, catatan Prabowo untuk haji 2027 menegaskan dua arah perhatian utama. Di satu sisi, upaya perbaikan difokuskan pada antrean. Di sisi lain, Presiden meminta persiapan dimatangkan, sambil tetap memberi penghargaan atas kinerja penyelenggaraan haji pada tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menekankan bahwa arah kebijakan haji perlu ditopang oleh sinergi lintas pihak. Gus Irfan menyampaikan bahwa kolaborasi dengan DPR RI, tim pengawas, serta jajaran Kementerian Haji dan Umrah menjadi salah satu dasar ketika Presiden menilai jalannya penyelenggaraan.
Di konferensi pers kepulangan yang digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Gus Irfan menjabarkan bahwa penegasan Presiden tidak berhenti pada langkah-langkah pelaksanaan, melainkan sekaligus memotret hasil kinerja tahun berjalan. Dari sana, terlihat fokus pada perbaikan yang berkelanjutan, sambil tetap mengakui capaian yang dinilai sudah berjalan baik.
Presiden juga memberi penekanan apresiasi kepada petugas haji, termasuk lebih dari 2.000 petugas yang bekerja di Tanah Suci maupun di dalam negeri. Mereka, menurut keterangan resmi yang disampaikan Prasetyo Hadi, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan bekerja siang serta malam agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal selama ibadah.












