Peristiwa

Cuaca Inggris: Angin utara meredakan gelombang panas, namun musim kering tetap berlanjut

×

Cuaca Inggris: Angin utara meredakan gelombang panas, namun musim kering tetap berlanjut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UK weather: Parts of country to get break in heatwave but dry spell to continue

jurnalistik.co.id – Beberapa wilayah di Inggris mulai mendapatkan jeda dari gelombang panas yang sempat mendominasi paruh pertama musim panas dengan cuaca hangat, cerah, dan relatif kering. Setelah lebih dari dua minggu kondisi yang memenuhi kriteria gelombang panas, sejumlah area di bagian tengah Inggris juga mencatat jeda ketersediaan hujan terpanjang sejak 1997.

Gelombang panas ketiga tahun 2026 kini mulai mereda. Perubahan ini terjadi ketika angin bertiup dari arah utara, membawa udara yang terasa lebih segar, meski mayoritas wilayah tetap belum melihat hujan yang berarti.

Untuk beberapa area di selatan Inggris dan selatan Wales, periode yang sedikit lebih sejuk ini bisa berlangsung sangat singkat. Dalam beberapa hari ke depan, wilayah tersebut berpotensi kembali menyentuh kriteria gelombang panas.

Angin utara dan penurunan suhu

Peluang “lebih sejuk” itu berkaitan dengan pola tekanan udara tinggi yang bergerak lambat di Atlantik, tepat di sebelah barat wilayah Inggris. Ketika angin berputar searah jarum jam mengelilingi pusat tekanan tinggi, aliran udara dari utara akan mendorong masuk ke berbagai bagian negara.

Daerah yang paling merasakan dampak angin utara adalah Skotlandia bagian utara dan timur, serta Inggris bagian timur. Di wilayah-wilayah tersebut, suhu diperkirakan sekitar 5C lebih rendah dibandingkan pekan lalu.

Namun, tidak semua wilayah mengalami penurunan yang sama besar. Sebagian area lain di selatan dan barat justru berpotensi mengalami penurunan suhu yang lebih kecil. Sebagai contoh, Bournemouth telah melewati 15 hari dengan suhu di atas kriteria gelombang panas 26C, dan ada kemungkinan rangkaian hari panas tersebut masih berlanjut setidaknya sepanjang satu minggu penuh.

Hujan tetap minim, kekeringan berlanjut

Meski angin dari utara membawa udara lebih segar, kesempatan hujan yang signifikan masih terbatas. Untuk sebagian besar tempat, akumulasi curah hujan yang diperkirakan pada minggu ke depan berada di bawah 5mm.

Cuaca musim panas saat ini juga dikenal sangat kering di banyak lokasi. Pola hujan memang berbeda-beda di seluruh Inggris, tetapi wilayah paling kering terkonsentrasi di bagian timur dan timur laut Inggris, yang sampai tahap ini hanya menerima sekitar setengah dari perkiraan curah hujan.

Di Surrey, Wisley mencatat sudah mengalami 31 hari tanpa hujan. Sementara itu, untuk wilayah tengah Inggris, periode tanpa hujan terpanjang yang terjadi mencapai rekor selama 30 tahun.

Dengan tekanan udara tinggi diperkirakan mendominasi cuaca selama pekan berikutnya, sangat sedikit hujan—bahkan kemungkinan tidak ada—di banyak tempat. Lokasi yang kemungkinan paling basah adalah Skotlandia bagian barat laut, ketika sistem-sistem frontal dapat membawa hujan hingga sekitar 30mm (1.18in) sepanjang minggu.

Selain itu, ada kemungkinan beberapa titik mengalami hujan gerimis, terutama yang berada dekat wilayah pesisir. Meski demikian, diperkirakan setidaknya ada lima hari lagi yang sepenuhnya kering untuk banyak area pedalaman.

Cuaca ekstrem makin sering, menurut Met Office

Laporan terbaru State of the UK Climate menyebutkan bahwa pemanasan yang dipengaruhi aktivitas manusia membuat gelombang panas menjadi lebih sering dan lebih intens. Met Office menyatakan bahwa kondisi cuaca yang sebelumnya dianggap ekstrem kini berubah menjadi “new normal”.

Laporan itu juga menegaskan bahwa iklim yang selama ini dikenal pada abad ke-20 kini menjadi bagian masa lalu, dengan Inggris yang mengalami pemanasan sekitar 0.25C per dekade sejak tahun 1980-an.

Walau jeda gelombang panas sudah mulai terasa, perubahan cuaca ini lebih banyak berupa pergantian rasa udara yang lebih segar ketimbang pemulihan kondisi hujan. Karena sebagian besar perkiraan curah hujan tetap sangat kecil, dampak kekeringan yang sudah berlangsung berpotensi terus berlanjut di banyak daerah.

Dalam beberapa hari ke depan, pergeseran angin dan tekanan udara tinggi juga memperlihatkan bahwa pola cuaca bisa kembali bergeser ke kondisi panas lagi, terutama di wilayah selatan Inggris dan selatan Wales yang sebelumnya sempat mengalami periode lebih singkat. Kondisi “new normal” yang disebut Met Office turut menegaskan bahwa ekstrem cuaca saat ini cenderung lebih sulit diputus permanen oleh jeda sementara.