jurnalistik.co.id – Partai Buruh (Labour) telah menetapkan jadwal pemilihan pemimpin baru yang berpotensi membuat pengganti Sir Keir Starmer diumumkan secepat 17 Juli. Jadwal ini memberi peluang bagi Andy Burnham untuk mengambil alih jabatan perdana menteri dalam hitungan kurang dari satu bulan, asalkan ia menjadi satu-satunya anggota parlemen yang maju dalam persaingan tersebut.
Jika hanya satu kandidat yang memenuhi ambang batas yang ditetapkan, pemimpin baru akan diumumkan pada konferensi khusus Labour pada 17 Juli. Setelah pengumuman itu, Burnham kemudian akan diangkat menjadi perdana menteri oleh Raja.
Untuk bisa bertahan dalam kontestasi, calon kandidat memiliki waktu mulai 9 Juli hingga 15 Juli guna mengumpulkan dukungan dari 81 anggota parlemen (MP). Selanjutnya, hingga 16 Juli kandidat juga harus mengumpulkan jumlah nominasi yang diwajibkan dari organisasi afiliasi, termasuk serikat pekerja.
Namun, bila lebih dari satu MP mampu mengumpulkan dukungan yang cukup untuk melaju ke tahap berikutnya, maka akan digelar pemungutan suara oleh anggota Labour dan pendukung afiliasi. Proses pemungutan suara tersebut dijadwalkan berlangsung antara 6 hingga 27 Agustus, dengan hasil akhirnya diumumkan pada 29 Agustus.
Burnham menyatakan niatnya untuk maju segera setelah Starmer mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin. Sebelumnya muncul spekulasi bahwa sejumlah tokoh lain seperti menteri senior Darren Jones atau mantan menteri Angkatan Bersenjata Al Carns dapat ikut mencalonkan diri, tetapi Jones menyatakan menolak untuk maju, sementara Carns masih belum mengonfirmasi apakah akan ikut bersaing.
Wes Streeting, yang sebelumnya mengatakan akan “melempar topi” dalam kontestasi tersebut, pada Senin justru memberi dukungan kepada Burnham. Selain itu, Burnham juga telah mendapatkan dukungan dari para menteri kabinet, termasuk Chancellor Rachel Reeves, Foreign Secretary Yvette Cooper, Education Secretary Bridget Phillipson, serta Health Secretary James Murray.
Dengan banyaknya nominasi yang diperkirakan dapat dikumpulkan Burnham, peluang untuk tidak ada MP Labour lain yang mampu memenuhi ambang batas dinilai semakin besar. Dalam pernyataannya, Starmer menekankan keinginan untuk transisi kekuasaan yang “orderly” dan telah memberi otorisasi kepada pejabat sipil untuk bertemu kandidat kepemimpinan potensial guna membantu persiapan pemerintahan.
Meskipun Starmer telah mengumumkan pengunduran diri, ia tetap akan menjalani tugas sebagai perdana menteri sampai pemimpin Labour baru terpilih. Juru bicara resmi Starmer juga menolak tudingan bahwa pemerintahan saat ini menjadi “zombie government” dengan menyatakan: “The prime minister and all ministers remain in office and the normal business of government continues,” serta menambahkan bahwa hal itu mencakup prioritas domestik seperti layanan publik, stabilitas ekonomi, dan reformasi, di samping kepemimpinan internasional di bidang keamanan dan pertumbuhan, termasuk bukti yang terlihat ketika perdana menteri berada di Berlin.
Sementara itu, Downing Street menyatakan tidak akan membuat “major polices” atau keputusan belanja besar selama masa transisi menuju perdana menteri berikutnya. Meski demikian, rencana penerbitan Defence Investment Plan (DIP) yang telah lama ditunggu tetap akan dilakukan sebelum Konferensi NATO pada 7 Juli.
Starmer juga direncanakan menghadiri konferensi aliansi tersebut di Turki, yang kemungkinan menjadi salah satu tugas resminya yang terakhir sebagai perdana menteri. Sesuai jadwal yang diumumkan oleh National Executive Committee (NEC) Labour, pemimpin baru akan diumumkan pada hari setelah Dewan Rakyat (House of Commons) dijadwalkan memulai masa reses musim panas.
NEC juga menyepakati bahwa proses hustings—di mana MP Labour dapat mengajukan pertanyaan kepada para kandidat—akan tetap berlangsung jika Burnham menjadi satu-satunya kandidat yang lolos. Lebih lanjut, hanya anggota Labour yang bergabung pada atau sebelum 25 Desember 2025 yang berhak memilih dalam kontes kepemimpinan tersebut.
Dalam konteks politik yang lebih luas, Trump juga menggambarkan Burnham sebagai “mayor of a town” dan “extremely liberal”. Pernyataan itu menjadi salah satu sorotan yang muncul bersamaan dengan langkah Burnham untuk mempersiapkan posisinya dalam persaingan kepemimpinan Labour.












