Internasional

Di Ambang Perang dengan Israel, Iran Tutup Sebagian Wilayah Udara

0
×

Di Ambang Perang dengan Israel, Iran Tutup Sebagian Wilayah Udara

Sebarkan artikel ini
Di Ambang Perang dengan Israel, Iran Tutup Sebagian Wilayah Udaranya Global 8 Juni 2026
Ilustrasi: Di Ambang Perang dengan Israel, Iran Tutup Sebagian Wilayah Udaranya

jurnalistik.co.id – Iran menutup sebagian wilayah udaranya di bagian barat menyusul peluncuran rentetan rudal ke arah Israel pada Minggu (7/6/2026). Langkah itu diumumkan setelah Teheran mengklaim serangan tersebut merupakan tanggapan atas serangan terbaru Israel terhadap Lebanon.

Menurut laporan kantor berita IRNA, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Nasional, Majid Akhavan, menyatakan penutupan dilakukan berdasarkan penilaian keselamatan dan keamanan. “Karena penilaian keselamatan dan keamanan, bagian barat wilayah udara negara itu dinyatakan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Majid Akhavan dalam pernyataan yang dimuat IRNA.

Selain penutupan ruang udara, bandara internasional Teheran juga menangguhkan penerbangan masuk. Mehr mengutip pengumuman otoritas penerbangan sipil Iran yang menyebut seluruh penerbangan menuju bandara ditunda sementara.

“Otoritas penerbangan sipil mengumumkan penangguhan semua penerbangan menuju bandara hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari Mehr.

IRGC menyebut serangan sebagai peringatan

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan serangan rudal itu sebagai peringatan setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut. Dalam keterangan yang dikutip AFP, IRGC juga menegaskan bahwa Teheran mengancam akan memperluas respons bila agresi semacam itu terulang.

IRGC menyebut, “Operasi malam ini adalah sebuah peringatan. Jika agresi semacam itu terulang, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Zionis-AS di wilayah tersebut.” Pernyataan tersebut menempatkan serangan terbaru Iran sebagai respons bersyarat, bukan tindakan yang berhenti pada satu peristiwa.

Teheran juga menekankan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen harus disertai penghentian konflik paralel di Lebanon. Dengan demikian, pesan politik yang dibawa keterangan resmi Iran tidak hanya menyoroti bentrokan militer yang terjadi, tetapi juga tuntutan agar ketegangan lain di kawasan itu turut dihentikan.

Israel melaporkan sirene di sejumlah wilayah dan bersumpah membalas

Di pihak Israel, serangan rudal Iran disebut memicu situasi darurat di wilayah utara dan tengah negara itu. Laporan militer Israel menyebut sirene serangan udara berbunyi di sebagian besar wilayah Israel utara dan tengah, termasuk kota Haifa, Caesarea, dan Hadera.

Kepala militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir bersumpah akan membalas serangan itu. “Militer akan menyerang dengan kekuatan segera setelah lampu hijau diberikan”, ujarnya, menandai adanya penegasan bahwa respons Israel akan mengikuti keputusan otoritas yang menentukan waktu pembalasan.

Militer Israel juga menyatakan bahwa total 11 rudal telah ditembakkan dari Iran. Sementara itu, layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengatakan tidak ada laporan korban jiwa akibat rudal tersebut, tetapi beberapa orang terluka saat bergegas menuju tempat perlindungan.

Israel menyampaikan serangan Iran ini sebagai pemicu eskalasi setelah jeda tertentu dalam konflik. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa ini merupakan serangan pertama sejak gencatan senjata diumumkan pada 8 April.

Dengan penutupan sebagian wilayah udara dan penangguhan penerbangan masuk di Teheran, Iran memperlihatkan dampak langsung dari meningkatnya ketegangan di kawasan. Di sisi lain, pernyataan IRGC yang menyebut agresi sebagai “peringatan” serta sumpah pembalasan Israel menegaskan bahwa peristiwa Minggu (7/6/2026) berlangsung dalam situasi yang masih rapuh, tepat di tengah upaya penghentian konflik yang terus diuji.

Penutupan yang diumumkan otoritas penerbangan sipil Iran sekaligus menunjukkan fokus pada aspek keselamatan operasional. Langkah tersebut juga berimplikasi pada layanan transportasi udara, karena penundaan penerbangan tidak hanya terkait ruang udara, tetapi juga jadwal arus kedatangan di bandara internasional Teheran.

Rangkaian pernyataan dari kedua pihak kemudian memperlihatkan pola eskalasi yang masih dibayangi syarat dan respons timbal balik. Di satu sisi, IRGC menempatkan serangan sebagai “peringatan” yang akan diikuti tanggapan lebih luas bila ada agresi serupa. Di sisi lain, militer Israel menggambarkan adanya kesiapsiagaan untuk membalas, sekaligus menggarisbawahi bahwa waktu respons bergantung pada otoritas yang menentukan keputusan pembalasan.

Selain itu, informasi yang disampaikan menyangkut kondisi di lapangan turut menggambarkan dampak langsung dari insiden tersebut. Sirene dilaporkan berbunyi di sejumlah wilayah utara dan tengah Israel, sementara otoritas layanan darurat menyebut tidak ada korban jiwa, namun ada beberapa orang yang terluka saat bergerak menuju tempat perlindungan.