jurnalistik.co.id – LAMONGAN — Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menargetkan daerahnya bertransformasi dari lumbung pangan menjadi pusat agroindustri dan investasi jangka panjang. Gagasan itu ia sampaikan pada puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 di Pendopo Lokatantra, Selasa (26/5/2026).
Pak Yes menegaskan, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Lamongan menjadi modal kuat untuk meningkatkan nilai tambah sektor unggulan daerah sekaligus menarik lebih banyak investasi. Ia menyebut arah besar itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kerja kolektif yang harus dikelola sebagai jejaring strategis.
“Bukan hanya kegiatan sosial, tetapi jejaring strategis yang dikelola bersama. Untuk itu, kami harus optimistis bahwa Lamongan bisa naik tingkat dari lumbung pangan menuju pusat agroindustri dan investasi jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Pak Yes juga menilai tema HJL ke-457, “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial”, mencerminkan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, tema itu sejalan dengan kebutuhan Lamongan untuk terus menguatkan sektor-sektor yang sudah menjadi tumpuan utama ekonomi daerah.
Sektor pangan masih disebut sebagai kekuatan utama Lamongan. Pada 2025, produksi padi daerah ini mencapai 1,33 juta ton atau tertinggi di Jawa Timur. Selain itu, sektor perikanan dan peternakan juga terus menunjukkan kinerja yang membanggakan.
Namun, menurut Pak Yes, potensi yang besar itu perlu didorong ke tahap berikutnya melalui pengembangan agroindustri. Dengan begitu, sektor unggulan tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah.
Di sisi lain, Pemkab Lamongan juga memperkuat fondasi pembangunan lewat berbagai program sosial. Program itu antara lain Makanan Bergizi Gratis (MBG), Yakin Semua Sejahtera, peningkatan akses layanan kesehatan, beasiswa Perintis, serta sekolah rakyat.
Penguatan sumber daya manusia turut dilakukan melalui program Lamongan Nyantri dan Jamula yang ditargetkan mencapai tingkat kemantapan 63,55 persen. Pemerintah daerah menempatkan penguatan manusia dan infrastruktur sebagai dua jalur yang berjalan beriringan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Untuk mendukung iklim investasi, Pemkab Lamongan juga terus membangun infrastruktur strategis. Sejumlah proyek yang disebut meliputi Jalan Lingkar Selatan Babat, penambahan 10.000 titik penerangan jalan umum (PJU) melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), serta pengembangan Kawasan Gajah Mada sebagai alun-alun kedua.
Pak Yes turut mengajak diaspora Lamongan yang berada di berbagai daerah maupun luar negeri untuk berkontribusi dalam pembangunan melalui jejaring dan kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan investasi. Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara untuk mewujudkan daerah yang kuat secara ekonomi, merata pembangunannya, dan harmonis kehidupan masyarakatnya.
“Lamongan besar karena langkah dan kerja keras yang dilakukan bersama,” kata Pak Yes.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Lamongan Mukhammad Freddy Wahyudi mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HJL ke-457 sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat membangun daerah. Ia meminta masyarakat di berbagai wilayah untuk merapatkan barisan dan berkontribusi nyata sesuai peran masing-masing.
“Saya selaku Ketua DPRD Lamongan mengajak seluruh masyarakat untuk merapatkan barisan, memperkuat kesatuan, dan turut berkontribusi nyata di wilayah masing-masing. Mari terus mencintai dan membangun daerah kita,” ujarnya.
Puncak peringatan HJL ke-457 berlangsung khidmat dengan rangkaian prosesi pembukaan selubung pataka lambang daerah, pemasangan oncer sesanti, kirab pataka, hingga penyemayaman lambang daerah dalam pasamuan agung. Perayaan itu juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari drumband Genta Buana SMA Taruna Brawijaya, kesenian tongklek, barongsai, reog, jaran jenggo, karawitan campursari, hingga sendratari.










