Peristiwa

Dihadiri 13 Ribu Peserta, Gusnar Optimistis Penyusunan Kesiapan PENAS Petani Nelayan XVII Tuntas

0
×

Dihadiri 13 Ribu Peserta, Gusnar Optimistis Penyusunan Kesiapan PENAS Petani Nelayan XVII Tuntas

Sebarkan artikel ini
Dihadiri 13 Ribu Peserta, Gusnar Optimis Rampungkan Kesiapan PENAS XVII
Ilustrasi: Dihadiri 13 Ribu Peserta, Gusnar Optimis Rampungkan Kesiapan PENAS XVII

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan optimistis bahwa kesiapan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII dapat segera dirampungkan.

Pernyataan itu disampaikannya saat siaran langsung Jurnal Nusantara Kompas TV, Rabu (10/6/2026), dengan progres persiapan yang telah mencapai 75 hingga 80 persen dan jumlah peserta yang terdaftar sekitar 13 ribu orang.

Gusnar menegaskan saat ini seluruh kesiapan sementara masih digenjot agar tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana, termasuk bagian-bagian yang terkait pelaksanaan di lapangan.

Progres persiapan dan fokus gelar teknologi

“Sekarang semua kesiapan sementara digenjot dan kurang lebih sudah mencapai 75 sampai 80 persen. Yang pertama menyangkut lokasi upacara pembukaan maupun penutupan, kemudian gelar teknologi yang menjadi substansi utama PENAS karena akan menampilkan berbagai teknologi terbaru di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat disaksikan masyarakat umum maupun petani di Gorontalo,” ujar Gusnar.

Dalam penjelasannya, Gusnar menjabarkan bahwa penyiapan tak hanya diarahkan pada aspek lokasi upacara pembukaan dan penutupan, tetapi juga pada gelar teknologi sebagai inti penyelenggaraan.

Ia menyebut gelar teknologi akan menampilkan berbagai teknologi terbaru di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, sekaligus memberi ruang agar masyarakat umum serta petani dapat menyaksikannya langsung.

Dengan progres yang sudah berada di kisaran 75 hingga 80 persen, pemerintah daerah menempatkan percepatan pada bagian-bagian yang masih perlu penyelarasan menjelang puncak kegiatan.

Koordinasi transportasi dan pemenuhan tiket

Gusnar mengakui masih terdapat tantangan pada sektor transportasi, terutama karena keterbatasan frekuensi penerbangan menuju Gorontalo.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan guna menambah frekuensi penerbangan pada masa pelaksanaan PENAS.

Hingga saat ini, masih ada sekitar 700 peserta dari berbagai daerah yang belum memperoleh tiket perjalanan menuju Gorontalo.

Pemprov Gorontalo menyebut akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Laut, agar seluruh peserta dapat terakomodasi sesuai kebutuhan perjalanan.

Selain menambah opsi penerbangan, pengaturan arus peserta juga disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah asal peserta.

Sebagian peserta dari Kalimantan, misalnya, akan memanfaatkan jalur laut, sementara peserta dari berbagai daerah lainnya dapat terbang ke Manado lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Gorontalo.

Untuk peserta dari wilayah Sulawesi, Gusnar menyampaikan bahwa umumnya menggunakan transportasi darat.

“Saya optimis ini bisa kita rampungkan. Paling tidak tiga hari sebelum upacara pembukaan, seluruh peserta dari berbagai daerah sudah bisa berkumpul di Gorontalo,” pungkasnya.

Akomodasi peserta dari seluruh Indonesia

Selain kesiapan lokasi dan transportasi, Pemprov Gorontalo juga mematangkan persiapan akomodasi bagi ribuan peserta yang akan hadir dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 1.500 kamar hotel dengan berbagai klasifikasi telah diinventarisasi untuk menampung peserta selama pelaksanaan PENAS.

Adapun peserta lainnya akan ditempatkan di homestay atau rumah penduduk yang berada di sekitar arena PENAS.

Pola penempatan tersebut disusun untuk memastikan seluruh peserta memiliki tempat tinggal selama kegiatan berlangsung, sekaligus menyesuaikan ketersediaan penginapan di Kota Gorontalo.

Dengan kombinasi inventarisasi kamar hotel dan penempatan di homestay atau rumah penduduk, pemerintah daerah menargetkan keterpaduan layanan akomodasi berjalan bersamaan dengan penyelesaian persiapan teknis kegiatan.

Gusnar menutup penjelasannya dengan menegaskan kembali bahwa proses perampungan kesiapan tetap digenjot, terutama pada aspek-aspek yang paling menentukan kelancaran pertemuan para peserta dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan bahwa percepatan dilakukan dengan menyusun ulang prioritas pekerjaan yang tersisa, mulai dari penataan lokasi upacara pembukaan hingga kesiapan area gelar teknologi, agar alur kegiatan pada hari H tetap mengikuti jadwal yang sudah disusun.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya memastikan kebutuhan rombongan dapat tertangani secara bersamaan, mulai dari kepastian tiket perjalanan hingga pengaturan kamar dan homestay di sekitar arena, sehingga para peserta bisa langsung mengikuti rangkaian agenda sejak tiba di Gorontalo.